Program Studi S1 Fisioterapi dan Pendidikan Profesi Fisioterapis, Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES), Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menghadirkan kegiatan akademik bertaraf internasional melalui International Guest Lecture yang diselenggarakan di Auditorium GKB 5 UMM, Rabu (13/5/2026).
Kegiatan tersebut menghadirkan akademisi sekaligus praktisi fisioterapi internasional, Dr. Ahmed Habeeb Alsiddig Mohamed, yang saat ini menjabat sebagai Dean of Physiotherapy, Al Neelain University, Sudan, sekaligus President of the Sudanese Physiotherapy Association.
Dr. Ahmed membawakan materi bertajuk “Advanced Clinical Reasoning in Musculoskeletal Physiotherapy”. Kuliah tamu internasional ini diikuti secara antusias oleh mahasiswa dan dosen fisioterapi sebagai bagian dari upaya penguatan wawasan global serta peningkatan kualitas pelayanan fisioterapi berbasis evidence-based practice.

Dalam pemaparannya, Dr. Ahmed menekankan bahwa seorang fisioterapis profesional harus memiliki karakter, kompetensi, dan nilai pembeda agar mampu berkembang di tengah dunia kesehatan yang semakin kompetitif. Menurutnya, peningkatan keterampilan klinis dan kemampuan komunikasi menjadi aspek fundamental yang wajib dimiliki oleh setiap fisioterapis.
“Fisioterapis tidak hanya bekerja dengan teknik, tetapi juga membangun hubungan dan komunikasi yang baik dengan pasien,” ungkapnya dalam sesi kuliah tamu.
Ia juga mengajak mahasiswa untuk menjadi seorang clinician, bukan sekadar technician. Menurutnya, fisioterapis yang hanya berperan sebagai teknisi cenderung bekerja berdasarkan protokol atau buku teks semata. Sementara seorang clinician dituntut mampu menggunakan clinical reasoning untuk menentukan intervensi terbaik berdasarkan kondisi pasien, keluhan, serta bukti ilmiah yang tersedia.
Dr. Ahmed menegaskan bahwa setiap tindakan fisioterapi harus memiliki dasar pertimbangan klinis yang jelas agar terapi yang diberikan benar-benar efektif dan tepat sasaran. Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya penerapan patient-centered care dalam praktik fisioterapi modern. Menurutnya, pasien harus menjadi fokus utama dalam setiap proses pelayanan kesehatan, sehingga seluruh intervensi perlu mempertimbangkan kebutuhan, tujuan, dan kondisi pasien secara menyeluruh.
Tidak hanya membahas pendekatan klinis, Dr. Ahmed turut mengingatkan mahasiswa terkait berbagai cognitive biases in diagnosis yang dapat memengaruhi proses pengambilan keputusan klinis. Beberapa bias yang disoroti di antaranya confirmation bias, anchoring bias, dan premature closure, yang sering menjadi penyebab kesalahan diagnosis maupun penentuan intervensi terapi.
Penulis dan Editor Nikmatur Rosidah