Program Studi Fisioterapi, Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES), Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menunjukkan konsistensinya dalam menjalankan program internasionalisasi. Dalam waktu yang berdekatan setelah menerima mahasiswa dari Program Bachelor of Physical Therapy, Mahidol University, Thailand, Fisioterapi UMM kembali kedatangan mahasiswa dari jenjang Master of Physical Therapy Program Mahidol University untuk mengikuti rangkaian kegiatan akademik dan pertukaran budaya di UMM.
Sebelum memulai berbagai aktivitas akademik, klinik, dan budaya selama 12 hari ke depan, mahasiswa internasional tersebut melakukan kunjungan silaturahmi ke International Relations Office (IRO) UMM. Kunjungan ini menjadi bagian dari proses orientasi sekaligus pengenalan lingkungan internasional yang dimiliki UMM dalam mendukung kegiatan mobility exchange.

Kedatangan mahasiswa tersebut disambut langsung oleh Direktur International Relations Office UMM, Dr. Ir. Listiari Hendraningsih, M.P. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi atas perkembangan program internasionalisasi yang dijalankan oleh Program Studi Fisioterapi UMM.
Menurutnya, Fisioterapi UMM merupakan salah satu program studi yang memiliki komitmen kuat dalam membangun jejaring internasional dan secara konsisten menghadirkan berbagai aktivitas global yang melibatkan mahasiswa maupun dosen dari luar negeri.
“Fisioterapi UMM memiliki semangat internasionalisasi yang sangat baik. Program-program yang dijalankan dapat menjadi contoh bagi program studi lain dalam mengembangkan kolaborasi global. Kami melihat kesiapan Fisioterapi UMM, baik dari aspek akademik maupun budaya, sudah sangat baik untuk menuju kelas internasional,” ujarnya.
Lebih lanjut, Dr. Listiari menilai bahwa keberhasilan internasionalisasi tidak hanya diukur dari jumlah kerja sama luar negeri yang dimiliki, tetapi juga dari kemampuan institusi dalam menghadirkan pengalaman belajar lintas budaya yang bermakna bagi mahasiswa.
Pernyataan tersebut ditanggapi langsung oleh PIC International Student Exchange Fisioterapi UMM, Nikmatur Rosidah, S.Ft., M.Sc. Ia menjelaskan bahwa berbagai persiapan terus dilakukan untuk mendukung pengembangan kelas internasional di lingkungan Fisioterapi UMM.
“Saat ini kami tengah menjalankan kelas bilingual sebagai bagian dari persiapan menuju kelas internasional. Selain menerima mahasiswa asing, kami juga berupaya membangun lingkungan akademik yang mendukung komunikasi global sehingga mahasiswa memiliki pengalaman belajar yang lebih kompetitif di tingkat internasional,” jelasnya.
Nikmatur menambahkan bahwa selama mengikuti program mobility exchange, mahasiswa dari Mahidol University akan mengikuti berbagai kegiatan yang telah dirancang secara komprehensif, mulai dari perkuliahan, observasi praktik klinik, kunjungan ke wahana mitra fisioterapi, hingga cultural exchange bersama mahasiswa UMM.
Melalui program ini, Fisioterapi UMM tidak hanya memperkuat kolaborasi akademik dengan Mahidol University, tetapi juga terus membangun atmosfer internasional yang memberikan manfaat bagi seluruh sivitas akademika. Kehadiran mahasiswa magister dari Thailand diharapkan dapat memperkaya pengalaman belajar, memperluas jejaring global, serta semakin mengukuhkan posisi Fisioterapi UMM sebagai program studi yang aktif dalam pengembangan pendidikan kesehatan bertaraf internasional.
Penulis dan Editor Bayu Prastowo