Upaya penguatan kompetensi klinis berbasis standar global terus dilakukan oleh Program Studi Fisioterapi, Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES), Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Kali ini, dua dosen fisioterapi UMM berhasil menuntaskan pelatihan sekaligus ujian kredensial Dry Needling Certification Program yang diselenggarakan oleh International Physical Therapy Academy (IPTA) Batch 9 di Malang pada 9–12 Mei 2026.
Dua dosen yang mengikuti program tersebut ialah Atika Yulianti, SST.Ft., Ftr., M.Fis. dan Dimas Sondang Irawan, SST.Ft., M.Fis., Ph.D. Keduanya dinyatakan kompeten dan resmi memperoleh gelar nonformal CDNP (Certified Dry Needling Practitioner) setelah menyelesaikan seluruh tahapan pelatihan dan evaluasi praktik klinis.

Pelatihan tersebut berfokus pada pengembangan pendekatan dry needling dalam penanganan kasus muskuloskeletal modern. Materi yang diberikan meliputi pemahaman anatomi klinis, clinical reasoning, hands-on application, safety protocol, hingga penerapan evidence-based physiotherapy dalam praktik sehari-hari.
Sebagai lembaga pelatihan internasional, IPTA diketahui telah terakreditasi oleh lembaga pendidikan di Inggris dan tercatat sebagai Approved CPD Provider by CPD Group UK. Hal ini menjadikan program sertifikasi tersebut memiliki standar pengembangan profesional yang diakui secara internasional.
Atika Yulianti menyoroti bahwa pelatihan tersebut tidak hanya menekankan keterampilan teknis, tetapi juga aspek keselamatan pasien dan ketepatan analisis klinis sebelum melakukan intervensi.
“Seorang fisioterapis harus memahami kapan tindakan dilakukan, bagaimana prosedurnya, serta bagaimana mempertimbangkan risiko dan kondisi pasien secara menyeluruh. Karena itu clinical reasoning menjadi aspek yang sangat penting dalam praktik fisioterapi modern,” ujarnya.
Melalui capaian ini, Fisioterapi UMM kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun budaya akademik yang adaptif terhadap perkembangan internasional, sekaligus memperkuat kualitas pendidikan dan pelayanan fisioterapi berbasis kompetensi profesional.
Penulis dan Editor Bayu Prastowo