Program Studi S1 Fisioterapi, Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES), Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) terus memperkuat program internasionalisasi melalui kegiatan International Student Exchange bersama Faculty of Physical Therapy, Mahidol University, Thailand. Jika sebelumnya Fisioterapi UMM menerima mahasiswa program bachelor, kali ini UMM kembali dipercaya sebagai tujuan pembelajaran bagi mahasiswa program magister fisioterapi dari salah satu universitas terbaik di Asia Tenggara tersebut.

Mahasiswa yang mengikuti program ini adalah Kattiya Promkhandee, mahasiswa Master of Physical Therapy Mahidol University yang akan menjalani berbagai aktivitas akademik, praktik klinis, serta pengenalan budaya Indonesia selama berada di lingkungan UMM. Program ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kolaborasi internasional sekaligus memberikan pengalaman pembelajaran lintas budaya bagi mahasiswa dari kedua institusi. Program ini berjalan dari 1 hingga 12 juni 2026.

Foto bersama PIC, Wakil Dekan 1, dan Mahasiswa International Student Exchange
Foto bersama PIC, Wakil Dekan 1, dan Mahasiswa International Student Exchange

Kedatangan Kattiya Promkhandee disambut langsung oleh Wakil Dekan I Fakultas Ilmu Kesehatan UMM, Ns. Henny Dwi Susanti, M.Kep., Sp.Kep.Mat., Ph.D. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa kehadiran mahasiswa internasional menjadi bagian penting dalam menciptakan atmosfer akademik global di lingkungan FIKES UMM.

“Kami sangat senang dapat menerima mahasiswa dari Mahidol University. Program ini tidak hanya memberikan pengalaman akademik, tetapi juga menjadi ruang untuk pertukaran budaya, wawasan, dan pengalaman profesional lintas negara. Kami berharap nantinya dapat memperoleh banyak pembelajaran selama berada di UMM sekaligus mengenal lebih dekat budaya Indonesia,” ungkapnya.

Menurut Henny, internasionalisasi tidak hanya diukur dari jumlah kerja sama luar negeri, tetapi juga dari bagaimana mahasiswa dan dosen mampu membangun interaksi akademik yang produktif dengan mitra internasional. Kehadiran mahasiswa asing di lingkungan kampus diharapkan dapat memperluas perspektif mahasiswa UMM dalam menghadapi tantangan profesi kesehatan yang semakin global.

Dalam kegiatan penyambutan tersebut, mahasiswa juga memperoleh penjelasan mengenai berbagai aktivitas yang akan dijalani selama mengikuti program mobility exchange. Pemaparan student activities disampaikan oleh PIC International Exchange Program Fisioterapi UMM, Nikmatur Rosidah, S.Ft., M.Sc. (PT).

Nikmatur menjelaskan bahwa selama berada di UMM, mahasiswa akan mengikuti berbagai kegiatan yang telah dirancang secara komprehensif, mulai dari perkuliahan, diskusi akademik, observasi praktik klinik, kunjungan ke wahana mitra fisioterapi, hingga cultural exchange yang memungkinkan mahasiswa internasional mengenal budaya Indonesia lebih dekat.

“Program ini kami desain tidak hanya berorientasi pada aspek akademik, tetapi juga memberikan pengalaman sosial dan budaya yang utuh. Mahasiswa akan berinteraksi langsung dengan mahasiswa UMM, tenaga kesehatan, serta masyarakat sehingga memperoleh gambaran yang lebih luas mengenai sistem pendidikan dan pelayanan kesehatan di Indonesia,” jelasnya.

Melalui program International Student Exchange ini, Fisioterapi UMM terus menunjukkan komitmennya dalam membangun jejaring global dan menghadirkan pengalaman pembelajaran berstandar internasional. Kehadiran mahasiswa magister dari Mahidol University diharapkan semakin memperkuat kolaborasi akademik antara kedua institusi sekaligus mendukung visi UMM sebagai kampus berdaya saing internasional.

Penulis dan Editor Bayu Prastowo