Program Studi Pendidikan Profesi Fisioterapis, Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES), Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menggelar prosesi Sumpah Profesi Fisioterapis Angkatan Ke-XI. Bertempat di Grand Mercure Malang Mirama, sebanyak 47 fisioterapis baru resmi disumpah dalam acara yang berlangsung khidmat, Rabu (6/5/2026).
Sumpah profesi ini menjadi penegasan konsistensi Fisioterapi UMM dalam mencetak tenaga kesehatan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga siap terjun dan terserap di dunia kerja. Dalam beberapa tahun terakhir, lulusan Fisioterapi UMM dikenal memiliki daya saing tinggi dan cepat memperoleh peluang karier di berbagai sektor layanan kesehatan maupun olahraga profesional.

Salah satu sosok yang menjadi perhatian dalam prosesi kali ini adalah Bagus Prasetyo Pamungkas, yang dinobatkan sebagai lulusan terbaik dengan capaian Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) sempurna 4.0. Tidak hanya mencatatkan prestasi akademik yang impresif, Bagus juga aktif dalam berbagai kegiatan pengembangan diri sejak jenjang sarjana hingga profesi.
Menariknya, tidak lama setelah dinyatakan lulus, Bagus langsung mendapatkan kesempatan berkarier sebagai fisioterapis di klub Maestro FC Solo yang berkompetisi di Professional Futsal League 2 Indonesia. Capaian tersebut menjadi bukti nyata bahwa lulusan fisioterapi UMM mampu bersaing dan dipercaya di level profesional, termasuk pada bidang sport physiotherapy yang kini semakin berkembang di Indonesia.
Selama menempuh pendidikan, Bagus dikenal aktif dalam kegiatan akademik maupun kemahasiswaan. Ia pernah memperoleh pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM), aktif dalam kegiatan berbasis komunitas, serta produktif menghasilkan publikasi ilmiah pada jurnal terindeks SINTA dan Hak Kekayaan Intelektual (HKI). Pada jenjang profesi, ia juga terlibat dalam berbagai kegiatan pengabdian masyarakat berbasis komunitas yang memperkuat kompetensi klinis dan sosialnya sebagai calon fisioterapis profesional.
Ketua Program Studi Pendidikan Profesi Fisioterapis UMM, Safun Rahmanto, menyampaikan bahwa tren positif lulusan yang langsung terserap di dunia kerja terus menunjukkan peningkatan dari tahun ke tahun.
“Alhamdulillah, ini merupakan sumpah profesi yang ke-XI, dan hingga saat ini tren lulusan yang langsung bekerja tidak pernah terputus. Ini menjadi indikator bahwa lulusan Fisioterapi UMM memang dibutuhkan dan dipercaya oleh dunia kerja,” ujarnya.
Menurutnya, keberhasilan lulusan tidak hanya ditentukan oleh capaian akademik, tetapi juga kesiapan menghadapi dunia praktik, kemampuan komunikasi profesional, serta pengalaman klinis dan komunitas yang diperoleh selama pendidikan.
Keberhasilan Bagus menjadi representasi nyata dari sistem pendidikan yang diterapkan di Fisioterapi UMM, yaitu mengintegrasikan keunggulan akademik, praktik klinis, penelitian, serta kontribusi nyata kepada masyarakat. Pendekatan tersebut dinilai mampu menghasilkan lulusan yang adaptif, kompetitif, dan siap menghadapi tantangan dunia kesehatan modern.
Penulis dan Editor Nikmatur Rosidah