Mahasiswa Program Studi S1 Fisioterapi, Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES), Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menorehkan prestasi membanggakan dalam ajang Piala Rektor UMM Open Karate Championship 2026 yang berlangsung di Dome UMM, Jumat (2/5/2026). Dalam kejuaraan tersebut, mahasiswa Fisioterapi UMM berhasil memborong sejumlah gelar dari berbagai kategori kumite yang dipertandingkan.

Mahasiswa Fisioterapi UMM, Baihaqi Rahmatiga Soesanto (Kanan) dan Setiawan Zuhdi Eriadmoko (Kiri)
Mahasiswa Fisioterapi UMM, Baihaqi Rahmatiga Soesanto (Kanan) dan Setiawan Zuhdi Eriadmoko (Kiri)

Prestasi gemilang diraih oleh Baihaqi Rahmatiga Soesanto, mahasiswa Gen 2022, yang sukses mendominasi beberapa kategori pertandingan. Ia berhasil meraih Juara 1 Kumite +84 Kg Mahasiswa Putera dan Juara 1 Kumite Beregu Mahasiswa Putera. Tidak hanya itu, Baihaqi juga berhasil menempati posisi Juara 2 pada kategori Kumite +84 Kg Senior Putera. Capaian tersebut menjadi bukti konsistensi, disiplin, serta semangat kompetitif mahasiswa fisioterapi dalam mengembangkan potensi diri di luar bidang akademik.

Tak kalah membanggakan, mahasiswa Gen 2025, Setiawan Zuhdi Eriadmoko, turut mengharumkan nama program studi melalui sejumlah raihan prestasi. Ia berhasil menyabet Juara 1 Kumite Beregu Putera, sekaligus meraih Juara 2 pada kategori Kumite -67 Kg Mahasiswa Putera dan Kumite -67 Kg U-21 Putera.

Keikutsertaan mahasiswa fisioterapi dalam ajang olahraga kompetitif seperti karate dinilai memiliki keterkaitan yang kuat dengan bidang keilmuan fisioterapi, terutama dalam aspek pemahaman gerak manusia, performa fisik, pencegahan cedera, hingga sport science. Selain menjadi ruang pengembangan minat dan bakat, kompetisi olahraga juga menjadi media pembentukan karakter, disiplin, mental kompetitif, serta kemampuan coping stress mahasiswa.

Ketua Program Studi S1 Fisioterapi UMM, Dimas Sondang Irawan, Ph.D, menyampaikan apresiasi atas capaian para mahasiswa tersebut. Menurutnya, mahasiswa perlu terus didorong untuk berkembang secara seimbang, baik dalam aspek akademik maupun non-akademik.

“Mahasiswa harus terus berkembang tidak hanya secara akademik, tetapi juga dalam potensi diri lainnya. Prestasi seperti ini menjadi bukti bahwa mahasiswa fisioterapi mampu bersaing, memiliki karakter disiplin, serta mental kompetitif yang baik. Program studi tentu akan terus mendukung pengembangan minat dan bakat mahasiswa agar dapat terus berprestasi di berbagai bidang,” ujarnya.

Ia berharap capaian tersebut dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus aktif mengembangkan potensi diri sekaligus membawa nama baik Program Studi S1 Fisioterapi dan UMM di tingkat regional maupun nasional.

Prestasi ini sekaligus mempertegas komitmen Fisioterapi UMM dalam mendukung pengembangan mahasiswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga adaptif, kompetitif, dan berkarakter di berbagai bidang.

Penulis dan Editor Nikmatur Rosidah