Departemen Muskuloskeletal Program Studi Fisioterapi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menggelar kegiatan Physiotherapy Educational Talk dengan tema “Silent Signal: What Your Body Tells You Before Injury Happens” sebagai bagian dari implementasi Project Based Learning (PjBL) untuk memperkuat capaian pembelajaran mahasiswa. Acara berlangsung di Ruang 601, Lantai 5, GKB 5 UMM dan dihadiri 186 peserta dari berbagai institusi pendidikan di Kota Malang dan sekitarnya.

Peserta tidak hanya berasal dari internal UMM, tetapi juga mahasiswa dari Universitas Negeri Malang, ITSK dr. Soepraoen, STIKES Maharani Malang, Politeknik Negeri Malang, Institut Teknologi Nasional Malang, dan Universitas Brawijaya. Selain itu, sejumlah pelajar SMA di wilayah Kota Malang turut hadir sebagai bagian dari upaya memperluas edukasi kesehatan berbasis fisioterapi.
Kegiatan dibuka oleh Perwakilan Departemen Muskuloskeletal, Bayu Prastowo, S.Ft., Ftr., M.Si dan Arys Hasta Baruna, S.Kes., M.Kes. Dalam sambutannya, menekankan bahwa kegiatan ini merupakan kali pertama diselenggarakan sebagai model pembelajaran berbasis proyek yang melibatkan mahasiswa secara penuh. “Ke depan, kami ingin kegiatan ini berkembang lebih besar dengan melibatkan alumni dan para profesional dari berbagai institusi agar pembelajaran semakin relevan dengan kebutuhan audiens,” ujarnya.
Seluruh rangkaian acara dirancang dan dilaksanakan oleh mahasiswa Fisioterapi angkatan 2023. Tujuannya adalah memberikan edukasi langsung kepada masyarakat, khususnya pelajar dan mahasiswa, mengenai pentingnya menjaga fungsi gerak tubuh serta memahami sinyal dini sebelum terjadinya cedera. Mereka menekankan bahwa literasi kesehatan gerak sering kali terdistorsi oleh informasi di media sosial, sehingga kehadiran fisioterapis sebagai sumber informasi yang valid sangat dibutuhkan.
Para pemateri kegiatan ini juga berasal dari mahasiswa, yaitu Janurian Radinsa Takorneba yang membawakan meteri tentang Dismenore, Resty Leisya Dewi memaparkan Konsep Cedera, Mohammad Na’im Firmasyah menyampaikan Mitos dan Fakta Massage Saat Cedera, dan Zyahra Auraliza Syahputri melakukan simulasi Penanganan Awal Cedera.
Materi yang dibawakan disesuaikan dengan fenomena yang tengah berkembang, terutama maraknya budaya olahraga seperti lari, pilates, tenis, dan paddel yang digemari berbagai kelompok usia. Namun, banyak pelaku olahraga ini belum memiliki pengetahuan yang memadai terkait pencegahan dan penanganan cedera. Karena itu, kegiatan ini menjadi momentum penting bagi mahasiswa fisioterapi untuk hadir memberikan edukasi yang berbasis ilmu dan dapat dipertanggungjawabkan.
Kegiatan ini juga diharapkan menjadi sarana melatih kemampuan komunikasi, edukasi, dan penyusunan materi ilmiah bagi mahasiswa. Dengan keterlibatan langsung dalam kegiatan publik, mahasiswa belajar memahami kebutuhan masyarakat, sekaligus menegaskan peran fisioterapi sebagai profesi yang berorientasi pada pencegahan, pemulihan, dan peningkatan kualitas hidup.
Departemen Muskuloskeletal menargetkan kegiatan ini menjadi agenda rutin setiap tahun dengan cakupan yang lebih luas, termasuk kolaborasi antarsekolah, pelaku industri olahraga, hingga institusi kesehatan. Harapannya kegiatan ini dapat memperkuat literasi kesehatan gerak sekaligus mendorong mahasiswa menjadi agen perubahan yang kompeten dan adaptif di tengah meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap gaya hidup aktif.
Penulis dan Editor Bayu Prastowo