Mahasiswa Program Pendidikan Profesi Fisioterapis Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) meraih penilaian praktik kerja lapangan terbaik dari RSJ Dr. Radjiman Wediodiningrat Lawang. Penilaian tersebut diberikan setelah mahasiswa menjalani praktik mulai 5 Oktober hingga 29 November 2025, dengan hasil evaluasi menunjukkan nilai rata-rata 82,6 atau kategori baik.

Foto Bersama Mahasiswa, Clinical Educator dan Perseptorship
Foto Bersama Mahasiswa, Clinical Educator dan Perseptorship

Laporan resmi rumah sakit mencatat bahwa mahasiswa UMM dinilai unggul dalam aspek attitude, disiplin kerja, inisiatif, kreativitas, serta penguasaan prinsip 5R dan 5S yang menjadi standar dasar manajemen mutu di fasilitas kesehatan. Prinsip 5R (Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, Rajin), dan 5S (Senyum, Sapa, Salam, Sopan, Santun) dianggap sebagai fondasi penting dalam menjaga efektivitas kerja, kerapian lingkungan pelayanan, serta konsistensi penerapan SOP di area klinis. Dalam praktik sehari-hari, mahasiswa menunjukkan kemampuan memilah dan menata peralatan kerja, menjaga kebersihan ruang tindakan, mempertahankan standar kerja yang telah ditetapkan, serta menerapkan disiplin yang berkelanjutan tanpa pengawasan langsung. Kemampuan ini menjadi salah satu indikator penting yang berkontribusi terhadap capaian nilai tertinggi.

Koordinator Pendidikan RSJ Dr. Radjiman Wediodiningrat, dr. Triwahyu Nur Kasiani, Sp.KJ, menyampaikan bahwa mahasiswa UMM menunjukkan integritas, kemampuan klinis, dan kepekaan profesional yang sesuai dengan standar layanan kesehatan jiwa. Menurutnya, kualitas praktik mahasiswa sangat dipengaruhi oleh kemampuan melakukan tindakan sesuai bidang kompetensi. Mahasiswa yang menempatkan diri secara tepat mampu memaksimalkan peluang belajar, melakukan observasi yang mendalam, aktif bertanya kepada pembimbing, serta menyelesaikan tugas lapangan dengan penuh tanggung jawab.

Selain itu, keberhasilan mahasiswa UMM juga dipengaruhi oleh kemampuan menjalin hubungan profesional dengan staf medis dan pasien. Pendekatan empatik, komunikasi yang baik, serta keterampilan menjaga batasan profesional menjadi aspek penting yang dinilai positif oleh rumah sakit. Mahasiswa yang proaktif menawarkan bantuan, memberikan ide konstruktif, dan berkontribusi secara nyata dalam alur pelayanan kesehatan jiwa dinilai memiliki kesiapan yang lebih matang untuk memasuki dunia kerja.

Capaian ini memperkuat reputasi Program Studi Profesi Fisioterapis UMM sebagai institusi yang mampu menghasilkan tenaga kesehatan berkompeten dan adaptif terhadap dinamika pelayanan kesehatan mental di Indonesia. Kolaborasi berkelanjutan antara Profesi Fisioterapis UMM dan RSJ Dr. Radjiman Wediodiningrat diharapkan terus mencetak mahasiswa yang tidak hanya terampil secara teknis, tetapi juga unggul dalam etika, budaya kerja, dan kualitas pelayanan.

Penulis dan Editor Bayu Prastowo