Program Studi Pendidikan Profesi Fisioterapi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menggelar prosesi angkat sumpah bagi mahasiswa profesi fisioterapis Angkatan ke-XI. Kegiatan tersebut berlangsung khidmat di Grand Mercure Malang Mirama pada Rabu (6/5/2026).

Prosesi sumpah secara resmi dikukuhkan oleh Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) UMM, Dr. apt. Hidajah Rachmawati, S.Si., Sp. FRS., serta disaksikan langsung oleh Ketua Ikatan Fisioterapi Indonesia (IFI) Cabang Kabupaten Malang, Tugiyo, SST.Ft.
Sebanyak 47 mahasiswa profesi fisioterapis mengikuti prosesi tersebut setelah menyelesaikan seluruh tahapan pendidikan profesi dan dinyatakan memenuhi kompetensi sebagai tenaga kesehatan fisioterapi profesional.
Tidak hanya menunjukkan capaian akademik, lulusan profesi tahun ini juga mencatat kontribusi ilmiah yang cukup signifikan. Selama proses pendidikan, para mahasiswa berhasil menghasilkan 46 publikasi pada jurnal nasional serta 33 karya ilmiah inovatif yang tercatat dalam Hak Kekayaan Intelektual (HKI). Capaian tersebut menjadi indikator penguatan budaya akademik dan riset di lingkungan pendidikan profesi fisioterapi UMM.
Dalam sambutannya, Tugiyo menyampaikan apresiasi terhadap komitmen Fisioterapi UMM dalam menjaga kualitas pendidikan dan pengembangan keilmuan fisioterapi di tengah dinamika layanan kesehatan yang berkembang sangat cepat.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Fisioterapi UMM yang terus berkomitmen memberikan penyegaran keilmuan di tengah perkembangan dunia kesehatan yang sangat dinamis saat ini. Ini menjadi modal penting bagi lulusan untuk mampu bersaing dan beradaptasi di dunia kerja,” ujarnya.
Ia juga berpesan agar para fisioterapis baru tidak berhenti pada capaian akademik semata, tetapi terus mengembangkan kompetensi dan karier profesional secara berkelanjutan.
“Kami berharap lulusan tidak hanya berkembang pada level institusional, tetapi juga memiliki keberanian untuk mandiri, termasuk melalui pengembangan praktik fisioterapi mandiri sebagai bagian dari kontribusi profesi kepada masyarakat,” tambahnya.
Prosesi sumpah profesi menjadi tahapan penting dalam perjalanan seorang fisioterapis, karena menandai perubahan status dari mahasiswa menjadi tenaga kesehatan profesional yang memiliki tanggung jawab etik, moral, dan kompetensi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Penulis dan Editor Bayu Prastowo