Program Studi Profesi Fisioterapis, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menunjukkan kiprahnya di kancah internasional. Kali ini melalui INternational Internship Program, mahasiswa profesi tersebut berkontribusi dalam riset internasional yang berfokus pada penyakit Parkinson bersama para dosen Faculty of Physical Therapy, Mahidol University Thailand dan Dr. Brook Galna dari Murdoch University, Australia.

Kegiatan ini dilaksanakan pada Senin (07/07/2025) bertempat di Faculty of Physical Therapy, Mahidol University, Thailand. Acara dihadiri oleh para dosen, peneliti, dan praktisi fisioterapi dari Mahidol University yang aktif berkontribusi dalam diskusi ilmiah.
Riset kolaboratif ini menyoroti isu penting dalam fisioterapi, khususnya pada penanganan dan pengelolaan penyakit Parkinson. Penyakit ini dikenal sebagai salah satu gangguan neurodegeneratif yang memengaruhi kualitas hidup pasien secara signifikan. Melalui penelitian bersama, diharapkan dapat ditemukan pendekatan fisioterapi yang lebih efektif dalam membantu pasien mempertahankan fungsi motorik, kemandirian, serta meningkatkan kualitas hidup mereka.
Kolaborasi ini juga menjadi langkah nyata UMM dalam memperkuat jejaring akademik secara internasional serta mengembangkan kapasitas penelitian dosen dan mahasiswa. Kehadiran Dr. Brook Galna, pakar fisioterapi neurologi dari Murdoch University, memberikan nilai tambah dengan wawasan dan pengalaman internasional dalam bidang penelitian penyakit neurodegeneratif.
Selain sesi pemaparan riset, kegiatan ini juga menjadi forum pertukaran pengetahuan dan pengalaman antarpraktisi fisioterapi lintas negara. Para peserta berdiskusi mengenai tren terbaru, tantangan, serta peluang penelitian lanjutan dalam bidang fisioterapi neurologi, khususnya terkait Parkinson.
Dengan adanya kegiatan ini, Profesi Fisioterapi UMM diharapkan tidak hanya memperkuat reputasi akademiknya di tingkat internasional, tetapi juga berkontribusi dalam memberikan solusi nyata bagi permasalahan kesehatan internasional. Kolaborasi lintas negara ini sekaligus membuka peluang untuk riset-riset lanjutan di bidang fisioterapi neurologi yang lebih luas kedepannya.
Penulis dan Editor Bayu Prastowo