Program Studi S1 Fisioterapi, Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES), Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menggelar rapat koordinasi persiapan Semester Ganjil Tahun Akademik 2026/2027 di Gedung Kuliah Bersama (GKB) 5 UMM. Kegiatan ini menjadi bagian dari langkah strategis program studi dalam memperkuat kualitas pembelajaran sekaligus mempersiapkan internasionalisasi pendidikan fisioterapi, Senin (25/5/2026).

Rapat koordinasi tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Program Studi S1 Fisioterapi UMM, Dimas Sondang Irawan, Ph.D., dan diikuti oleh seluruh dosen di lingkungan Program Studi Fisioterapi.
Dalam koordinasi tersebut, sejumlah agenda penting menjadi fokus pembahasan, mulai dari evaluasi proses pembelajaran semester yang sedang berjalan, pemetaan beban mengajar dosen untuk Semester Ganjil 2026/2027, hingga persiapan penerimaan mahasiswa student exchange dari Università di Firenze, Italia.
Kehadiran mahasiswa internasional tersebut menjadi salah satu langkah konkret Program Studi Fisioterapi UMM dalam memperluas jejaring akademik global sekaligus memperkuat atmosfer internasional di lingkungan pembelajaran. Karena itu, program studi mulai melakukan penyesuaian terhadap berbagai aspek akademik, termasuk penguatan bahan ajar dan penggunaan sistem pembelajaran berbasis kelas internasional.
Dalam arahannya, Dimas Sondang Irawan menegaskan bahwa internasionalisasi tidak hanya dimaknai sebagai kerja sama antar universitas, tetapi juga kesiapan sistem pembelajaran, dosen, serta mahasiswa dalam menghadapi dinamika pendidikan global.
“Kehadiran mahasiswa internasional harus menjadi momentum untuk meningkatkan kualitas akademik secara menyeluruh. Karena itu, bahan ajar, pendekatan pembelajaran, hingga atmosfer kelas perlu disiapkan,” ujarnya.
Selain persiapan program student exchange dari Italia, dalam waktu dekat Program Studi Fisioterapi UMM juga akan menjadi wahana perkuliahan komunitas bagi mahasiswa program magister dari Mahidol University, Thailand. Program tersebut direncanakan berfokus pada penguatan pendekatan fisioterapi komunitas dan praktik berbasis masyarakat.
Keterlibatan mahasiswa internasional dari dua negara berbeda tersebut menjadi indikator meningkatnya kepercayaan institusi luar negeri terhadap kualitas pendidikan dan sistem pembelajaran Fisioterapi di UMM. Tidak hanya sebagai tempat belajar akademik, Fisioterapi UMM juga mulai dipandang sebagai wahana praktik lapangan dengan keunggulan pendekatan komunitas dan pelayanan berbasis masyarakat.
Selain membahas internasionalisasi, evaluasi proses pembelajaran juga menjadi perhatian utama dalam koordinasi tersebut. Program studi melakukan pemetaan terhadap efektivitas metode pembelajaran, capaian pembelajaran lulusan (learning outcomes), serta integrasi pembelajaran berbasis laboratorium dan praktik klinik.
Koordinasi ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen Prodi Fisioterapi UMM dalam menjaga mutu pendidikan yang adaptif terhadap perkembangan dunia kesehatan dan pendidikan tinggi. Dengan penguatan sistem akademik yang berkelanjutan, Fisioterapi UMM berharap mampu menghasilkan lulusan yang tidak hanya kompeten secara nasional, tetapi juga siap bersaing di tingkat internasional.
Penulis dan Editor Bayu Prastowo