Program Studi Pendidikan Profesi Fisioterapis Angkatan ke-11 Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melakukan serangkaian persiapan intensif menghadapi Uji Kompetensi Nasional (UKOMNAS) berbasis Computer Based Test (CBT). Persiapan tersebut dirancang untuk memastikan kesiapan akademik sekaligus kesiapan mental mahasiswa sebelum menghadapi ujian nasional penentu kelulusan profesi.

Tahapan persiapan dilakukan melalui kegiatan karantina bedah soal UKOM yang melibatkan seluruh departemen fisioterapi. Dalam kegiatan ini, mahasiswa dibimbing langsung oleh dosen pakar sesuai bidang keilmuan masing-masing, dengan fokus pada pendalaman analisis soal serta pemetaan kompetensi yang diujikan dalam UKOMNAS.
Setelah tahap karantina, program studi melanjutkan persiapan melalui beberapa kali pelaksanaan Try Out Internal. Seluruh rangkaian Try Out tersebut diselenggarakan dengan mengacu pada standar Kolegium Fisioterapi Indonesia (KFI). Tidak hanya dari sisi konten soal, sistem ujian yang digunakan juga dirancang menyerupai UKOM-CBT nasional, mulai dari jumlah soal, durasi waktu, hingga tampilan antarmuka (interface) dan mekanisme sistem yang merupakan duplikasi dari sistem CBT KFI.

Ketua Program Studi Pendidikan Profesi Fisioterapis UMM, Safun Rahmanto, SST.Ft., Ftr., M.Fis., menilai bahwa tantangan terbesar mahasiswa dalam menghadapi UKOMNAS tidak hanya terletak pada bobot analisis soal, tetapi juga pada kemampuan beradaptasi dengan sistem dan atmosfer ujian. “Tantangan mahasiswa bukan semata-mata pada tingkat kesulitan soal UKOM, tetapi bagaimana mereka terbiasa dengan sistem dan suasana ujian yang sesungguhnya,” ujarnya.
Menurutnya, pembiasaan terhadap sistem CBT yang menyerupai kondisi riil UKOMNAS diharapkan mampu membantu mahasiswa mengendalikan faktor psikologis saat ujian berlangsung. Dengan demikian, mahasiswa dapat lebih tenang, fokus, dan nyaman ketika mengerjakan 180 soal yang harus diselesaikan dalam waktu terbatas.
Hal tersebut diperkuat oleh Koordinator UKOM Profesi Fisioterapis UMM, Bayu Prastowo, S.Ft., Ftr., M.Si. Ia menegaskan bahwa pendampingan mahasiswa dilakukan secara komprehensif, mulai dari pendalaman materi, simulasi ujian, hingga penyediaan sistem dan mekanisme UKOM yang mendekati kondisi nyata. “Pendampingan hingga pada pembuatan sistem UKOM dengan atmosfer riil merupakan bentuk komitmen kami untuk mendampingi mahasiswa sampai mereka dinyatakan kompeten oleh kolegium,” tandasnya.
Melalui persiapan berlapis ini, Program Studi Pendidikan Profesi Fisioterapis UMM berharap tingkat kelulusan UKOMNAS dapat terus dipertahankan secara optimal. Lebih dari itu, pendekatan ini juga menjadi bagian dari upaya menjaga mutu lulusan fisioterapis yang tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga siap secara mental dan profesional menghadapi tuntutan dunia kerja.
Penulis dan Editor Bayu Prastowo