Departemen Muskuloskeletal Program Studi Fisioterapi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) meningkatkan pengembangan pembelajaran berstandar internasional. Pada Kamis (13/02/2024), perwakilan dari UMM mengunjungi Department of Physical Therapy, Chulalongkorn University, Thailand, untuk memperdalam kerja sama dalam pengembangan kurikulum dan mekanisme pembelajaran praktik fisioterapi.

Kunjungan ini disambut hangat oleh Ketua Program Studi Department of Physical Therapy, Associate Professor Akkradate Siriphorn, Ph.D., yang menyambut baik kesempatan untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman terkait pengajaran fisioterapi. Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak mendiskusikan berbagai aspek penting mengenai kurikulum, serta cara-cara efektif dalam menerapkan pembelajaran praktik di masing-masing universitas.
Tiga dosen dari Departemen Muskuloskeletal Fisioterapi UMM yaitu Safun Rahmanto, Bayu Prastowo, dan Zidni Imanurrohmah Lubis berkesempatan untuk mengunjungi kelas manual terapi vertebra yang sedang berlangsung. Mereka berinteraksi langsung dengan mahasiswa yang tengah melakukan pemeriksaan vertebra menggunakan konsep PACVP (Posterior Anterior Cervical Vertebral Pressure) dan LPAVP (Lateral Pressure Anterior Vertebral Pressure). Kedua metode ini, yang juga diterapkan di Program Studi Fisioterapi UMM, memiliki teori dan praktik yang serupa.
“Kesempatan ini memberi kami pengalaman berharga untuk berinteraksi langsung dengan mahasiswa, serta kami juga berkesempatan mentransfer ilmu. Kami senang bisa berbagi teknik yang serupa dengan apa yang kami ajarkan di UMM, dan ini menunjukkan betapa seriusnya kami dalam mencetak lulusan dengan standar pendidikan fisioterapi internasional,” ungkap Safun Rahmanto, salah satu dosen UMM yang turut serta dalam kegiatan ini.

Kegiatan yang berlangsung penuh interaksi dan diskusi ilmiah ini ditutup dengan sesi foto bersama, sebagai simbol persahabatan dan kolaborasi yang erat antara UMM dan Chulalongkorn University. Diharapkan, kolaborasi ini tidak hanya memperkaya kualitas pendidikan dan praktik fisioterapi di kedua universitas, tetapi juga membuka peluang bagi pengembangan penelitian bersama di masa depan.
Melalui pengembangan kerja sama ini, UMM semakin memantapkan langkahnya dalam mengglobal di dunia pendidikan fisioterapi, serta memastikan mahasiswa mereka mendapatkan pengalaman belajar yang berkualitas tinggi dan relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan di tingkat internasional.
Penulis dan Editor Bayu Prastowo