Sebanyak 110 mahasiswa angkatan 2023 Program Studi Fisioterapi Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mengikuti kegiatan preklinik yang berlangsung selama satu bulan di berbagai wahana praktik yang tersebar di wilayah Jawa Timur. Program ini menjadi bagian penting dalam proses pembelajaran mahasiswa sebelum memasuki tahap pendidikan profesi fisioterapi.

Salah Satu Kegiatan Preklinik di Wahana Praktik Bebas Cedera
Salah Satu Kegiatan Preklinik di Wahana Praktik Bebas Cedera

Preklinik merupakan program yang dirancang untuk mempersiapkan mahasiswa dalam menjalani praktik klinik secara nyata. Kegiatan ini diselenggarakan melalui kolaborasi antara program studi dengan berbagai wahana praktik seperti rumah sakit, klinik, maupun institusi layanan kesehatan lainnya. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diperkenalkan sejak dini dengan suasana klinis (clinical atmosphere) sehingga mampu membangun kesiapan diri sebelum menjalani praktik klinik secara penuh pada jenjang profesi.

Program preklinik juga bertujuan menjembatani mahasiswa dari pembelajaran akademik menuju praktik profesional. Dalam kegiatan ini mahasiswa memperoleh pengalaman langsung mengenai lingkungan kerja fisioterapi, sistem pelayanan kesehatan, serta interaksi dengan tenaga kesehatan di lapangan. Paparan awal terhadap dunia klinis tersebut diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan diri mahasiswa dalam menghadapi proses praktik klinik di masa mendatang.

Selain memberikan gambaran suasana klinis, program preklinik juga menjadi sarana pengembangan berbagai keterampilan penting bagi calon fisioterapis. Mahasiswa tidak hanya belajar mengenai alur pelayanan fisioterapi, tetapi juga mengembangkan soft skills seperti kemampuan komunikasi, keterampilan berpikir kritis dan pemecahan masalah, kemampuan beradaptasi di lingkungan kerja, serta kemampuan bekerja dalam tim.

PIC kegiatan preklinik, Arys Hasta Baruna, S.Ft., M.Kes., menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari strategi program studi dalam mempersiapkan mahasiswa menghadapi tantangan dunia profesional fisioterapi.

“Program preklinik ini dirancang untuk memberikan pengalaman awal kepada mahasiswa tentang suasana dan sistem kerja di layanan kesehatan. Harapannya mahasiswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga memiliki gambaran nyata mengenai praktik fisioterapi di lapangan sehingga lebih siap ketika memasuki pendidikan profesi,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa perkembangan layanan kesehatan saat ini menuntut fisioterapis untuk memiliki kompetensi yang tidak hanya kuat secara akademik, tetapi juga mampu mengimplementasikan pengetahuan dalam praktik nyata secara profesional. Melalui kegiatan preklinik ini, mahasiswa diharapkan mampu memahami dinamika pelayanan fisioterapi secara langsung sekaligus meningkatkan kesiapan akademik, mental, dan profesional sebelum melanjutkan ke tahap pendidikan profesi fisioterapi.

Penulis dan Editor Bayu Prastowo