Departemen Neuromuskular Program Studi Fisioterapi dan Pendidikan Profesi Fisioterapis Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menunjukkan produktivitas akademiknya dengan menerbitkan buku berjudul Clinical Physiotherapy: Neuromuskular pada awal tahun 2025. Buku ini ditulis oleh tiga dosen, yakni Rakhmad Rosadi, Kurnia Putri Utami, dan Siti Ainun Marufa, yang tetap aktif berkontribusi di tengah kesibukan mereka.

Tim Depertemen Fisioterapi Neuromuskular Rakhmad Rosadi (Tengah), Kurnia Putri Utami (Kiri), Siti Ainun Marufa (Kanan)
Tim Depertemen Fisioterapi Neuromuskular Rakhmad Rosadi (Tengah), Kurnia Putri Utami (Kiri), Siti Ainun Marufa (Kanan)

Rakhmad Rosadi, yang saat ini mengemban tugas sebagai Wakil Dekan III Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKes) UMM, bersama dua koleganya, Kurnia Putri Utami dan Siti Ainun Marufa, yang tengah menempuh studi doktoral di London dan Taiwan, berhasil menyelesaikan buku ini sebagai referensi penting bagi mahasiswa fisioterapi dan praktisi di bidangnya.

Buku Clinical Physiotherapy: Neuromuskular membahas manajemen fisioterapi klinis pada gangguan neuromuskular, mulai dari definisi, tinjauan patofisiologi, temuan asesmen, diagnosis, hingga intervensi fisioterapi. Buku ini juga dilengkapi dengan bagan diagnosis dan ilustrasi pemeriksaan serta tindakan fisioterapi untuk memudahkan pemahaman pembaca.

Dalam buku ini, manajemen fisioterapi yang dibahas mencakup berbagai kondisi neuromuskular yang umum dijumpai dalam praktik klinis. Pembahasan dimulai dari carpal tunnel syndrome, sebuah kondisi yang menyebabkan nyeri dan kesemutan di pergelangan tangan akibat tekanan pada saraf median. Kemudian, ada Guillain-Barré Syndrome, gangguan autoimun yang menyerang sistem saraf perifer dan dapat menyebabkan kelumpuhan. Selain itu, stroke sebagai salah satu gangguan neurologis yang paling sering terjadi juga dikupas secara mendalam, termasuk strategi rehabilitasi yang dapat diterapkan oleh fisioterapis.

Penyakit Parkinson, yang ditandai dengan gangguan gerak akibat degenerasi neuron dopaminergik, menjadi salah satu fokus utama dalam buku ini. Traumatic brain injury, yang sering dialami akibat benturan keras pada kepala, dijelaskan dengan pendekatan fisioterapi yang tepat untuk membantu pemulihan pasien. Buku ini juga membahas multiple sclerosis, penyakit autoimun yang menyerang sistem saraf pusat, serta cedera pada plexus brachialis yang dapat menyebabkan gangguan fungsi pada lengan dan tangan.

Selain itu, buku ini juga mengupas diabetic peripheral neuropathy, suatu komplikasi dari diabetes yang memengaruhi saraf tepi dan sering menyebabkan nyeri serta kelemahan otot. Spinal cord injury yang dapat menyebabkan kelumpuhan permanen dan membutuhkan rehabilitasi jangka panjang juga menjadi bagian dari pembahasan, diikuti dengan cedera saraf perifer lainnya seperti radial nerve injury dan ulnar nerve injury. Ischialgia, kondisi yang menyebabkan nyeri menjalar di sepanjang saraf skiatik, serta Alzheimer yang memengaruhi fungsi kognitif pasien juga dibahas secara komprehensif.

Drop foot, suatu kondisi yang menyebabkan kesulitan dalam mengangkat bagian depan kaki saat berjalan, turut menjadi bagian dalam diskusi buku ini. Dengan berbagai kasus dan pendekatan yang sistematis, buku ini memberikan pemahaman yang lebih jelas tentang strategi fisioterapi dalam menangani gangguan neuromuskular.

Buku setebal 245 halaman ini diterbitkan oleh EGC, salah satu penerbit terkemuka di bidang kesehatan. Ketua Program Studi Fisioterapi UMM, Dimas Sondang Irawan, mengapresiasi pencapaian para dosen ini dan menyatakan bahwa kesibukan bukanlah hambatan dalam memberikan kontribusi bagi perkembangan ilmu fisioterapi.

“Ini adalah contoh nyata bahwa akademisi dapat tetap produktif dalam mengembangkan ilmu pengetahuan, meskipun memiliki tanggung jawab yang besar dalam tugas akademik dan studi lanjut,” ujar Dimas.

“Buku ini juga diharapkan dapat menjadi referensi utama bagi mahasiswa fisioterapi serta praktisi dalam memahami dan mengelola gangguan neuromuskular secara klinis dan sistematis,” tutupnya.

Penulis dan Editor Bayu Prastowo