Program Studi Pendidikan Profesi Fisioterapis Angkatan Ke-11, Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menyelenggarakan Try Out Nasional berbasis Computer Based Test (CBT) sebagai persiapan menghadapi Uji Kompetensi Nasional Fisioterapi yang juga dilaksanakan dengan sistem CBT. Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi akademik untuk membiasakan mahasiswa dengan atmosfer ujian berbasis komputer sebelum mengikuti ujian resmi tingkat nasional.
Pelaksanaan Try Out Nasional tersebut tidak hanya bertujuan sebagai simulasi teknis, tetapi juga sebagai parameter untuk mengukur kesiapan akademik mahasiswa. Melalui evaluasi ini, program studi dapat memetakan sejauh mana penguasaan kompetensi pengetahuan fisioterapi mahasiswa profesi sebelum menghadapi Uji Kompetensi Nasional.
Tahun ini, terdapat sejumlah perubahan signifikan dalam sistem Uji Kompetensi Nasional. Jika sebelumnya penyelenggaraan berada di bawah Kolegium Fisioterapi Indonesia, kini mekanisme ujian berada di bawah koordinasi Konsil Kesehatan Indonesia (KKI) dan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia. Selain perubahan otoritas penyelenggara, jumlah soal juga mengalami penyesuaian dari 180 soal menjadi 120 soal. Tampilan antarmuka (interface) CBT yang digunakan pun mengalami pembaruan dibandingkan periode sebelumnya.

Kegiatan Try Out Nasional di UMM dilaksanakan di bawah pengawasan Ftr. Dominggus Ruku Yudit Pramono, SST.Ft., M.Kes selaku Pengawas Pusat Tim Ad-Hoc/Unsur Institusi Pendidikan, guna memastikan proses berjalan sesuai standar dan prosedur yang ditetapkan.
Ketua Program Studi Pendidikan Profesi Fisioterapis UMM, Safun Rahmanto, SST.Ft., Ftr., M.Fis., menyampaikan bahwa penyelenggaraan Try Out Nasional ini merupakan bentuk komitmen institusi dalam menjaga mutu lulusan serta memastikan kesiapan mahasiswa secara akademik dan mental.
“Try out nasional ini menjadi bagian penting dalam proses pembelajaran profesi. Kami ingin mahasiswa tidak hanya siap secara materi, tetapi juga terbiasa dengan sistem dan dinamika ujian berbasis CBT di tingkat nasional,” ujarnya.
Sementara itu, PIC Uji Kompetensi Nasional, Bayu Prastowo, S.Ft., Ftr., M.Si., menegaskan bahwa perubahan sistem yang terjadi justru menjadi momentum bagi institusi untuk beradaptasi secara cepat.
“Kami berkomitmen untuk responsif terhadap perubahan regulasi dan sistem. Adaptasi ini penting agar mahasiswa tetap mendapatkan pembekalan sesuai standar terbaru. Ke depan, tantangan kami adalah mengembangkan sistem Try Out Internal berdasarkan Try Out Nasional agar lebih terintegrasi dan menciptakan atmosfer yang serupa,” jelasnya.
Melalui pelaksanaan Try Out Nasional CBT ini, Program Studi Pendidikan Profesi Fisioterapis UMM berharap mahasiswa dapat menghadapi Uji Kompetensi Nasional dengan lebih percaya diri, terukur, dan siap memenuhi standar kompetensi fisioterapis yang ditetapkan secara nasional.
Penulis dan Editor Bayu Prastowo