Ketua Program Studi S1 Fisioterapi Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Dimas Sondang Irawan, Ph.D., menjadi salah satu pembicara utama dalam Temu Ilmiah Tahunan Fisioterapi Indonesia (TITAFI) XXXVIII Tahun 2026. Pada kesempatan tersebut, Dimas membawakan materi bertajuk Screen-Based Activities and Gaming from a Biomechanical Perspective: Implications for Posture, Movement, and Injury Prevention, Sabtu (13/06/2026).

Dimas Sondang Irawan dalam Kegiatan TITAFI XXXVIII 2026
Dimas Sondang Irawan dalam Kegiatan TITAFI XXXVIII 2026

Materi yang disampaikan mengangkat fenomena meningkatnya aktivitas berbasis layar (screen-based activities) dan gaming yang kini menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat, mulai dari pelajar, mahasiswa, pekerja kantoran, hingga atlet e-sports. Menurutnya, durasi penggunaan gawai dan komputer yang tinggi tanpa diimbangi dengan postur yang baik berpotensi menimbulkan berbagai gangguan muskuloskeletal seperti nyeri leher, nyeri punggung bawah, gangguan bahu, hingga cedera akibat gerakan berulang (repetitive strain injury).

Dalam paparannya, Dimas menjelaskan bahwa pendekatan biomekanika menjadi aspek penting untuk memahami bagaimana posisi tubuh, pola gerakan, serta beban statis selama penggunaan perangkat digital dapat memengaruhi kesehatan sistem gerak manusia. Ia menekankan bahwa aktivitas duduk dalam waktu lama, posisi kepala yang menunduk, serta penggunaan tangan secara repetitif saat bermain gim atau bekerja di depan layar dapat meningkatkan risiko gangguan postur dan cedera jangka panjang.

Sebagai akademisi yang memiliki kepakaran di bidang fisioterapi olahraga, Dimas juga mengaitkan materi tersebut dengan perkembangan industri e-sports yang semakin pesat. Menurutnya, aktivitas ini memerlukan perhatian yang sama terhadap aspek kebugaran, ergonomi, dan pencegahan cedera seperti atlet olahraga konvensional. Oleh karena itu, peran fisioterapis menjadi sangat penting dalam melakukan edukasi, asesmen risiko, serta penyusunan program latihan dan pencegahan cedera yang sesuai.

Ia juga menegaskan bahwa pemahaman mengenai ergonomi dan kesehatan gerak tidak hanya relevan bagi atlet dan gamer profesional, tetapi juga bagi masyarakat umum yang setiap hari berinteraksi dengan perangkat digital. Kesadaran terhadap posisi duduk yang benar, pengaturan stasiun kerja yang ergonomis, serta kebiasaan melakukan peregangan dan aktivitas fisik secara berkala merupakan langkah sederhana yang dapat membantu mencegah berbagai gangguan muskuloskeletal.

Keterlibatan Dimas Sondang Irawan sebagai pembicara utama dalam TITAFI XXXVIII 2026 menunjukkan kontribusi aktif Fisioterapi UMM dalam pengembangan keilmuan fisioterapi secara nasional.

Penulis dan Editor Bayu Prastowo