Kolaborasi lintas organisasi mahasiswa kembali ditunjukkan dalam gelaran Turnamen Sepak Bola UMM Championship Series 2 Antar Perguruan Tinggi Muhammadiyah se-Pulau Jawa yang diselenggarakan di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Kota Malang. Ajang ini menjadi momentum awal sinergi antara komunitas Sport Physio dan Korps Sukarela Palang Merah Indonesia (KSR-PMI) Unit UMM dalam memberikan dukungan medis di lapangan.

Keterlibatan kedua tim ini tidak hanya sebatas pengamanan medis selama pertandingan berlangsung, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran kolaboratif dalam penanganan cedera olahraga secara langsung. Berbagai kasus cedera yang terjadi selama pertandingan menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa dalam mengasah keterampilan klinis, komunikasi tim, serta pengambilan keputusan cepat di lapangan.
Ketua Sport Physio UMM, Muhamad Abdilah Ibdaul Hakiki, mengungkapkan bahwa kolaborasi ini memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan kapasitas tim.
“Kolaborasi dengan tim KSR memberikan banyak pengalaman, baik dari sisi penanganan cedera, penguatan pengetahuan, maupun kerja sama tim. Kami juga melakukan sharing session untuk saling bertukar ilmu sehingga terbentuk satu kesatuan yang solid di lapangan,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa dinamika pertandingan yang menghadirkan berbagai jenis cedera menjadi tantangan sekaligus sarana pembelajaran nyata.
“Seiring berjalannya waktu, kami menghadapi berbagai macam cedera. Alhamdulillah, tim Sport Physio dan KSR dapat bekerja sama dengan baik. Setiap kasus dapat kami tangani dengan optimal, dan yang paling penting adalah kekompakan tim dalam setiap intervensi,” tambahnya.
Sinergi ini menunjukkan pentingnya kolaborasi multidisiplin dalam mendukung keselamatan atlet selama kompetisi berlangsung. Perpaduan antara pendekatan kegawatdaruratan dari KSR dan keahlian fisioterapi olahraga dari Sport Physio menjadi model kerja sama yang efektif dalam penanganan cedera di lapangan.
Kegiatan ini sekaligus menjadi wadah pembelajaran aplikatif bagi mahasiswa, khususnya dalam menghadapi situasi klinis nyata di lingkungan olahraga kompetitif. Melalui pengalaman ini, mahasiswa diharapkan semakin siap dalam menjalani praktik klinik maupun berkontribusi di dunia fisioterapi olahraga secara profesional.
Penulis dan Editor Bayu Prastowo