Rangkaian kegiatan matrikulasi mahasiswa Program Studi Pendidikan Profesi Fisioterapis ditutup dengan pelaksanaan Sumpah Fisioterapis Muda pada Senin, 9 Februari 2026, bertempat di Gedung Kuliah Bersama (GKB) 5. Kegiatan ini secara umum dikenal sebagai capping day, sebagaimana istilah yang umum digunakan dalam pendidikan profesi keperawatan.

Prosesi Sumpah Fisioterapi Muda Angkatan Ke-13
Prosesi Sumpah Fisioterapi Muda Angkatan Ke-13

Sumpah Fisioterapis Muda merupakan prosesi yang wajib diikuti mahasiswa sebelum terjun ke berbagai wahana praktik profesi. Sebanyak 86 mahasiswa secara resmi disumpah dan diharapkan dapat menyelesaikan pendidikan profesi dengan baik serta menjadi fisioterapis profesional yang kompeten.

Ketua Program Studi Pendidikan Profesi Fisioterapis, Safun Rahmanto, SST.Ft., Ftr., M.Fis, dalam sambutannya menyampaikan bahwa naskah sumpah mengandung komitmen moral dan profesional yang harus dipegang teguh oleh mahasiswa selama menjalani pendidikan profesi.

“Naskah sumpah ini bukan sekadar seremonial, tetapi komitmen yang harus dijaga bersama, baik dalam menjaga marwah profesi fisioterapi, keselamatan pasien, hubungan dengan rekan sejawat, maupun nama baik institusi,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa pendidikan profesi fisioterapis merupakan simulasi dari kondisi kerja nyata di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan, seperti rumah sakit, puskesmas, klinik, hingga praktik mandiri. Oleh karena itu, mahasiswa diharapkan mampu beradaptasi dengan baik dengan bekal kompetensi dan pembekalan yang telah diberikan oleh kampus.

Prosesi sumpah tersebut disaksikan langsung oleh Sekretaris Program Studi Pendidikan Profesi Fisioterapis, Zidni Imanurrohmah Lubis, S.Ft., Ftr., M.Biomed. Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan penandatanganan naskah Sumpah Fisioterapis Muda oleh seluruh mahasiswa yang disumpah.

Penulis dan Editor Bayu Prastowo