Program Studi Fisioterapi, Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES), Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung pengembangan pendidikan fisioterapi di Indonesia melalui penerimaan kunjungan benchmarking dari STIKep PPNI Jawa Barat. Kunjungan ini menjadi momentum strategis untuk berbagi praktik baik sekaligus memperluas jejaring kolaborasi antar institusi pendidikan kesehatan, Selasa (28/04/2026).
Kepercayaan yang diberikan oleh STIKep PPNI Jawa Barat merupakan bentuk apresiasi yang luar biasa. Hal tersebut bukan karena tanpa alasan, tentunya karena predikat akreditasi unggul, prestasi mahasiswa di berbagai ajang, serta tingkat serapan lulusan di dunia kerja menjadi indikator bahwa sistem pendidikan yang dibangun telah berjalan optimal dan berkelanjutan.

Wakil Dekan II FIKES UMM, Henik Tri Rahayu, S.Kep., Ns., MS., Ph.D., menegaskan bahwa kunjungan ini tidak hanya menjadi ajang berbagi pengalaman, tetapi juga membuka ruang kolaborasi yang lebih luas.
“Kami menyambut baik kunjungan ini sebagai bagian dari upaya bersama untuk meningkatkan kualitas pendidikan tenaga kesehatan. UMM sangat terbuka untuk kolaborasi dalam berbagai bidang, baik akademik maupun non-akademik,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Program Studi Fisioterapi UMM, Dimas Sondang Irawan, Ph.D., menekankan bahwa pengembangan program studi tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga pada pembentukan ekosistem yang mendukung keberhasilan mahasiswa dan alumni.
“Keberhasilan program studi tidak hanya diukur dari capaian akreditasi, tetapi juga dari dampak nyata lulusan di masyarakat. Karena itu, kami terus menghadirkan pendidikan yang relevan, adaptif, dan berorientasi global,” jelasnya.
Sebagai bagian dari kegiatan, Prodi Fisioterapi UMM juga menampilkan profil alumni sebagai representasi nyata dari kualitas pendidikan yang diberikan. Keberhasilan alumni di berbagai sektor menunjukkan bahwa pendekatan pembelajaran yang diterapkan mampu menghasilkan fisioterapis yang kompeten dan siap bersaing di dunia kerja. Kunjungan ini dipandang sebagai langkah awal untuk membangun sinergi jangka panjang antar institusi. Tidak hanya berbagi pengalaman, kedua pihak juga membuka peluang kerja sama dalam pengembangan kurikulum, penelitian kolaboratif, hingga program pertukaran akademik.
Melalui kegiatan ini, Prodi Fisioterapi UMM berharap dapat terus berkontribusi dalam penguatan pendidikan fisioterapi di Indonesia. Semangat kolaborasi dan pertukaran praktik baik diharapkan mampu mendorong lahirnya program studi fisioterapi yang berkualitas serta berdampak luas bagi masyarakat.
Penulis dan Editor Nikmatur Rosidah