Program Studi S1 Fisioterapi Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menjadi tujuan benchmarking bagi perguruan tinggi Muhammadiyah lainnya. Kali ini, Universitas Muhammadiyah Jember (UM Jember) melakukan kunjungan resmi ke Kampus Putih dalam rangka mempelajari sistem penyelenggaraan pendidikan fisioterapi di UMM yang telah terbukti unggul dan adaptif terhadap perubahan berbagai kebijakan dan generasi.

Kunjungan tersebut dilaksanakan pada Senin, 3 November 2025 di Gedung Kuliah Bersama (GKB) 5. Rombongan UM Jember dipimpin oleh Ns. Sofia Rhosma Dewi, M.Kep. selaku Wakil Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan, didampingi oleh Ns. Dwi Yunita Haryanti, M.Kes. dan Nikmatul Rohma, S.Kep.
Dalam sambutannya, Ns. Sofia Rhosma Dewi, M.Kep menyampaikan bahwa kegiatan benchmarking ini merupakan langkah strategis dalam upaya UM Jember untuk mendirikan program studi fisioterapi. “Kunjungan ini merupakan tindak lanjut dari silaturahmi kami sebelumnya. Tahun lalu kami sudah melakukan kunjungan awal, namun kali ini kami ingin lebih fokus mempelajari mekanisme teknis penyelenggaraan pendidikan, mulai dari kurikulum hingga sistem praktik mahasiswa di Fisioterapi UMM,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa di tengah dinamika kebijakan pendidikan nasional dan dampak pasca pandemi, banyak institusi pendidikan tinggi kesehatan yang tengah berjuang mencari model adaptif agar tetap mampu menjaga mutu akademik. “Program Studi Fisioterapi UMM terbukti mampu bertahan dan beradaptasi dengan situasi yang kompleks. Ini menjadi hal yang perlu kami pelajari sebagai referensi untuk pengembangan fisioterapi di UM Jember,” imbuhnya.
Sementara itu, Ketua Program Studi S1 Fisioterapi UMM, Dimas Sondang Irawan, SST.Ft., M.Fis., Ph.D., bersama Sekretaris Prodi, Nurul Aini Rahmawati, S.Ft., Ftr., M.Biomed., dan Ketua Laboratorium, Anita Faradilla Rahim, S.Fis., Ftr., M.Kes., menyambut langsung rombongan UM Jember.
Dalam sesi pemaparan, Dimas Sondang Irawan, SST.Ft., M.Fis., Ph.D menjelaskan sejarah berdirinya Program Studi Fisioterapi UMM yang kini telah terakreditasi Unggul oleh LAM-PTKes (Lembaga Akreditasi Mandiri Pendidikan Tinggi Kesehatan Indonesia). Ia menuturkan bahwa pencapaian tersebut tidak terlepas dari konsistensi program studi dalam menjaga mutu akademik dan inovasi pembelajaran.
“Fisioterapi UMM selalu berkomitmen mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki keterampilan klinik, empati sosial, serta kemampuan berpikir kritis dan solutif. Pendekatan pembelajaran yang kami gunakan berbasis Outcome-Based Education (OBE) dengan luaran Problem-Based Learning (PBL) dan Project-Based Learning (PJBL), sehingga mahasiswa terbiasa berpikir analitis sekaligus aplikatif,” jelasnya.
Lebih lanjut, Dimas Sondang Irawan, SST.Ft., M.Fis., Ph.D juga memaparkan bahwa sistem pembelajaran fisioterapi di UMM tidak hanya dilakukan di lingkungan laboratorium dan rumah sakit pendidikan, tetapi juga dikembangkan dalam bentuk praktik komunitas berbasis pengabdian masyarakat. Melalui pendekatan tersebut, mahasiswa didorong untuk memahami peran fisioterapi dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, sekaligus membangun kepekaan sosial terhadap isu-isu kesehatan publik.
Dalam kesempatan yang sama, Anita Faradilla Rahim, M.Kes., menjelaskan peran strategis laboratorium fisioterapi dalam menunjang proses belajar mahasiswa. “Laboratorium kami tidak hanya menjadi tempat praktik keterampilan dasar, tetapi juga laboratorium inovasi dan riset mahasiswa. Di sinilah mahasiswa belajar bagaimana teknologi, evidence-based practice, dan pendekatan klinik dapat diintegrasikan,” ungkapnya.
Benchmarking ini tidak hanya berisi paparan materi, tetapi juga diisi dengan sesi diskusi dan kunjungan lapangan ke berbagai fasilitas penunjang pendidikan fisioterapi di UMM. Rombongan UM Jember diajak melihat langsung sarana laboratorium serta ruang pembelajaran komunitas.
Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama dan penyerahan cinderamata antara kedua institusi. Benchmarking ini diharapkan menjadi langkah awal kolaborasi akademik yang lebih luas antara Universitas Muhammadiyah Malang dan Universitas Muhammadiyah Jember, khususnya dalam mencetak tenaga fisioterapis profesional yang berdaya saing global dan berjiwa kemanusiaan.
Penulis dan Editor Bayu Prastowo