Sinergi Fisioterapi UMM dan Perusahaan Jasa Tirta I Kota Malang dalam Memperingati Bulan K3

Pemeriksaan Fisik Bersama Mahasiswa Fisioterapi UMM dan Dokter Perusahaan Umum Jasa Tirta I Kota Malang

Dalam rangka memperingati Bulan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) yang jatuh setiap bulan Februari, Program Studi Fisioterapi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) bekerja sama dengan Perusahaan Umum Jasa Tirta I Kota Malang untuk mengadakan pemeriksaan fisik berkala bagi seluruh pegawai perusahaan tersebut. Kegiatan ini dilakukan untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan dan keselamatan kerja di lingkungan kerja. Delegasi dua mahasiswi Fisioterapi UMM, Syabina Zahra Rienanda dan Nur Halizah Rahma Dini, terlibat langsung dalam kegiatan ini. Mereka bersama dr. Donny Wibisono, selaku dokter penanggung jawab, melakukan pemeriksaan fisik pada pegawai Perusahaan Umum Jasa Tirta di beberapa lokasi di Jawa Timur dan Jawa Tengah. Lokasi-lokasi yang menjadi sasaran pemeriksaan fisik ini meliputi wilayah Sungai Bengawan Solo, Bendungan Colo, Bendungan Wonogiri, serta kantor-kantor di Madiun dan Bojonegoro. Pemeriksaan fisik ini merupakan bagian dari upaya untuk mencegah masalah kesehatan yang mungkin timbul akibat tuntutan fisik dan kondisi kerja yang dialami oleh pegawai di lapangan. Pemeriksaan ini mencakup berbagai aspek kesehatan seperti tekanan darah, pemeriksaan jantung, pernapasan, dan postur tubuh yang berkaitan dengan kesehatan kerja. Selain itu, pemeriksaan juga fokus pada penilaian risiko gangguan muskuloskeletal, terutama bagi mereka yang bekerja dalam kondisi fisik yang cukup berat. Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk memastikan bahwa para pegawai dalam kondisi fisik yang optimal dan dapat bekerja dengan aman, menghindari kecelakaan atau masalah kesehatan yang bisa terjadi akibat kelelahan atau cedera. Pemeriksaan rutin semacam ini juga berfungsi untuk mendeteksi dini gangguan kesehatan, yang dapat segera diatasi sebelum berkembang menjadi masalah serius. Dengan begitu, diharapkan para pegawai dapat bekerja dengan lebih produktif dan sehat, serta mengurangi angka kecelakaan kerja. Kegiatan ini memiliki korelasi yang erat dengan peran fisioterapi dalam mendukung implementasi K3. Fisioterapi berperan penting dalam mengidentifikasi masalah muskuloskeletal yang sering terjadi pada pekerja yang menjalani tugas fisik berat. Melalui pemeriksaan fisik yang dilakukan oleh mahasiswa fisioterapi, mereka dapat memberikan penilaian awal terhadap keluhan atau gangguan pada sistem otot dan tulang yang dapat memengaruhi performa kerja. Selain itu, fisioterapi juga memberikan intervensi yang tepat untuk mencegah cedera dan mempercepat pemulihan, sehingga para pegawai dapat terus bekerja dengan kondisi fisik yang baik dan mengurangi risiko kecelakaan yang berkaitan dengan postur atau kelelahan. Dengan adanya kolaborasi ini, diharapkan budaya K3 dapat semakin terinternalisasi dalam kehidupan kerja sehari-hari, menciptakan lingkungan kerja yang lebih sehat dan aman. Penulis dan Editor Bayu Prastowo

Peningkatan Kualitas Pembelajaran Praktikum Fisioterapi UMM Lewat Transfer Knowledge dengan Chulalongkorn University, Thailand

Departemen Muskuloskeletal Program Studi Fisioterapi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) meningkatkan pengembangan pembelajaran berstandar internasional. Pada Kamis (13/02/2024), perwakilan dari UMM mengunjungi Department of Physical Therapy, Chulalongkorn University, Thailand, untuk memperdalam kerja sama dalam pengembangan kurikulum dan mekanisme pembelajaran praktik fisioterapi. Kunjungan ini disambut hangat oleh Ketua Program Studi Department of Physical Therapy, Associate Professor Akkradate Siriphorn, Ph.D., yang menyambut baik kesempatan untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman terkait pengajaran fisioterapi. Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak mendiskusikan berbagai aspek penting mengenai kurikulum, serta cara-cara efektif dalam menerapkan pembelajaran praktik di masing-masing universitas. Tiga dosen dari Departemen Muskuloskeletal Fisioterapi UMM yaitu Safun Rahmanto, Bayu Prastowo, dan Zidni Imanurrohmah Lubis berkesempatan untuk mengunjungi kelas manual terapi vertebra yang sedang berlangsung. Mereka berinteraksi langsung dengan mahasiswa yang tengah melakukan pemeriksaan vertebra menggunakan konsep PACVP (Posterior Anterior Cervical Vertebral Pressure) dan LPAVP (Lateral Pressure Anterior Vertebral Pressure). Kedua metode ini, yang juga diterapkan di Program Studi Fisioterapi UMM, memiliki teori dan praktik yang serupa. “Kesempatan ini memberi kami pengalaman berharga untuk berinteraksi langsung dengan mahasiswa, serta kami juga berkesempatan mentransfer ilmu. Kami senang bisa berbagi teknik yang serupa dengan apa yang kami ajarkan di UMM, dan ini menunjukkan betapa seriusnya kami dalam mencetak lulusan dengan standar pendidikan fisioterapi internasional,” ungkap Safun Rahmanto, salah satu dosen UMM yang turut serta dalam kegiatan ini. Kegiatan yang berlangsung penuh interaksi dan diskusi ilmiah ini ditutup dengan sesi foto bersama, sebagai simbol persahabatan dan kolaborasi yang erat antara UMM dan Chulalongkorn University. Diharapkan, kolaborasi ini tidak hanya memperkaya kualitas pendidikan dan praktik fisioterapi di kedua universitas, tetapi juga membuka peluang bagi pengembangan penelitian bersama di masa depan. Melalui pengembangan kerja sama ini, UMM semakin memantapkan langkahnya dalam mengglobal di dunia pendidikan fisioterapi, serta memastikan mahasiswa mereka mendapatkan pengalaman belajar yang berkualitas tinggi dan relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan di tingkat internasional. Penulis dan Editor Bayu Prastowo