Sport Physio UMM Kawal Ribuan Atlet di UMM Open Karate Championship 2026

Ribuan peserta dari berbagai daerah di Indonesia memadati Dome UMM dalam gelaran nasional UMM Open Karate Championship 2026 yang diselenggarakan oleh Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (FORKI) bekerja sama dengan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Jumat (2/5/2026). Kejuaraan ini mempertandingkan berbagai kategori, mulai dari kata perorangan, kumite, hingga kata beregu dengan peserta dari berbagai kelompok usia, mulai dari tingkat taman kanak-kanak (TK) hingga kategori umum. Di balik semaraknya pelaksanaan event nasional tersebut, terdapat peran penting tim kesehatan yang turut memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman dan lancar. Salah satu tim yang terlibat aktif adalah tim kesehatan Rumah Sakit Universitas Muhammadiyah Malang yang berkolaborasi bersama komunitas Sport Physio UMM dalam penanganan medis dan cedera selama pertandingan berlangsung. Kolaborasi ini menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa dan tim Sport Physio UMM, terutama dalam menghadapi berbagai kondisi cedera olahraga secara langsung di lapangan. Penanganan yang dilakukan mencakup cedera benturan, luka terbuka, hingga kasus patah tulang yang membutuhkan respons cepat dan koordinasi lintas profesi kesehatan. Kolaborasi langsung antara dokter, perawat, serta tenaga kesehatan lainnya dari RS UMM dengan fisioterapi dari Sport Physio membuat situasi tersebut menjadi ruang pembelajaran nyata mengenai penanganan kegawatdaruratan olahraga sekaligus memperkuat pemahaman klinis mahasiswa di lapangan. “Ini menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi mahasiswa. Ketika menghadapi banyak kasus cedera, mahasiswa belajar langsung bersama dokter dan tenaga medis lainnya. Ada banyak hal di luar ranah yang sebelumnya belum mahasiswa pahami, tetapi di sinilah mahasiswa dibimbing, diarahkan, sekaligus belajar mengenai kerja sama tim dalam penanganan cedera olahraga,” ungkap Arys Hasta Baruna selaku Pembina Sport Physio UMM. Selama kejuaraan berlangsung, berbagai penanganan berhasil dilakukan dengan baik dan seluruh proses berjalan lancar. Keberhasilan tersebut dinilai tidak lepas dari kekompakan tim serta koordinasi yang solid antar tenaga kesehatan di lapangan. Keterlibatan Sport Physio UMM dalam event berskala nasional ini juga menjadi bagian dari penguatan kompetensi mahasiswa fisioterapi, khususnya dalam bidang sport physiotherapy dan emergency response di arena olahraga. Selain memahami aspek teori, mahasiswa mendapatkan pengalaman langsung mengenai bagaimana fisioterapis bekerja secara cepat, tepat, dan kolaboratif dalam mendukung performa dan keselamatan atlet. Penulis dan Editor Bayu Prastowo
Mahasiswa Fisioterapi UMM Borong Gelar di Piala Rektor UMM Open Karate Championship 2026

Mahasiswa Program Studi S1 Fisioterapi, Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES), Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menorehkan prestasi membanggakan dalam ajang Piala Rektor UMM Open Karate Championship 2026 yang berlangsung di Dome UMM, Jumat (2/5/2026). Dalam kejuaraan tersebut, mahasiswa Fisioterapi UMM berhasil memborong sejumlah gelar dari berbagai kategori kumite yang dipertandingkan. Prestasi gemilang diraih oleh Baihaqi Rahmatiga Soesanto, mahasiswa Gen 2022, yang sukses mendominasi beberapa kategori pertandingan. Ia berhasil meraih Juara 1 Kumite +84 Kg Mahasiswa Putera dan Juara 1 Kumite Beregu Mahasiswa Putera. Tidak hanya itu, Baihaqi juga berhasil menempati posisi Juara 2 pada kategori Kumite +84 Kg Senior Putera. Capaian tersebut menjadi bukti konsistensi, disiplin, serta semangat kompetitif mahasiswa fisioterapi dalam mengembangkan potensi diri di luar bidang akademik. Tak kalah membanggakan, mahasiswa Gen 2025, Setiawan Zuhdi Eriadmoko, turut mengharumkan nama program studi melalui sejumlah raihan prestasi. Ia berhasil menyabet Juara 1 Kumite Beregu Putera, sekaligus meraih Juara 2 pada kategori Kumite -67 Kg Mahasiswa Putera dan Kumite -67 Kg U-21 Putera. Keikutsertaan mahasiswa fisioterapi dalam ajang olahraga kompetitif seperti karate dinilai memiliki keterkaitan yang kuat dengan bidang keilmuan fisioterapi, terutama dalam aspek pemahaman gerak manusia, performa fisik, pencegahan cedera, hingga sport science. Selain menjadi ruang pengembangan minat dan bakat, kompetisi olahraga juga menjadi media pembentukan karakter, disiplin, mental kompetitif, serta kemampuan coping stress mahasiswa. Ketua Program Studi S1 Fisioterapi UMM, Dimas Sondang Irawan, Ph.D, menyampaikan apresiasi atas capaian para mahasiswa tersebut. Menurutnya, mahasiswa perlu terus didorong untuk berkembang secara seimbang, baik dalam aspek akademik maupun non-akademik. “Mahasiswa harus terus berkembang tidak hanya secara akademik, tetapi juga dalam potensi diri lainnya. Prestasi seperti ini menjadi bukti bahwa mahasiswa fisioterapi mampu bersaing, memiliki karakter disiplin, serta mental kompetitif yang baik. Program studi tentu akan terus mendukung pengembangan minat dan bakat mahasiswa agar dapat terus berprestasi di berbagai bidang,” ujarnya. Ia berharap capaian tersebut dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus aktif mengembangkan potensi diri sekaligus membawa nama baik Program Studi S1 Fisioterapi dan UMM di tingkat regional maupun nasional. Prestasi ini sekaligus mempertegas komitmen Fisioterapi UMM dalam mendukung pengembangan mahasiswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga adaptif, kompetitif, dan berkarakter di berbagai bidang. Penulis dan Editor Nikmatur Rosidah