Tak Sekadar Seremoni, Sumpah Profesi Fisioterapis UMM Tarik Perhatian Industri Kesehatan

Prosesi Sumpah Profesi Fisioterapis Angkatan ke-XI Program Studi Pendidikan Profesi Fisioterapis, Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES), Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), tidak hanya menjadi momentum sakral bagi para lulusan, tetapi juga menarik perhatian berbagai instansi layanan kesehatan dan industri kesehatan nasional. Kegiatan yang berlangsung di Grand Mercure Malang Mirama pada Rabu (6/5/2026) tersebut turut dihadiri langsung oleh perwakilan dari Bio Healing Center sebagai bentuk ketertarikan industri terhadap kualitas lulusan fisioterapi UMM. Kehadiran berbagai mitra layanan kesehatan dalam prosesi sumpah profesi menjadi sinyal positif bahwa lulusan fisioterapi UMM semakin diperhitungkan di dunia kerja. Tidak hanya rumah sakit dan klinik, sektor industri kesehatan dan olahraga kini juga mulai membuka peluang yang lebih luas bagi profesi fisioterapis. Dalam beberapa tahun terakhir, lulusan Fisioterapi UMM dikenal memiliki daya saing yang baik dengan tren lulusan yang cepat terserap di dunia kerja. Penguatan kompetensi klinis, pengalaman praktik di berbagai wahana layanan kesehatan, hingga keterlibatan mahasiswa dalam penelitian dan pengabdian masyarakat menjadi faktor yang memperkuat kualitas lulusan. Momentum sumpah profesi ini sekaligus menjadi ruang bertemunya institusi pendidikan dengan dunia industri kesehatan. Selain sebagai seremoni akademik, kegiatan ini juga membuka peluang jejaring kerja sama, rekrutmen lulusan, hingga pengembangan kompetensi fisioterapi berbasis kebutuhan industri dan masyarakat. Ketua Program Studi Pendidikan Profesi Fisioterapis UMM, Safun Rahmanto, SST.Ft., Ftr., M.Fis., menyampaikan bahwa keterlibatan berbagai instansi dalam prosesi sumpah profesi menunjukkan meningkatnya kepercayaan terhadap lulusan fisioterapi UMM. “Kehadiran berbagai mitra layanan kesehatan dan industri menjadi bukti bahwa lulusan fisioterapi UMM memiliki kualitas dan potensi yang dibutuhkan di dunia kerja. Ini juga menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan dan kompetensi lulusan,” ujarnya. Melalui kegiatan ini, Profesi Fisioterapis UMM kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak fisioterapis profesional yang adaptif, kompetitif, serta mampu menjawab kebutuhan layanan kesehatan modern yang terus berkembang. Penulis dan Editor Bayu Prastowo
Lulusan Terbaik Profesi Fisioterapis UMM Langsung Direkrut Klub Profesional Futsal

Program Studi Pendidikan Profesi Fisioterapis, Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES), Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menggelar prosesi Sumpah Profesi Fisioterapis Angkatan Ke-XI. Bertempat di Grand Mercure Malang Mirama, sebanyak 47 fisioterapis baru resmi disumpah dalam acara yang berlangsung khidmat, Rabu (6/5/2026). Sumpah profesi ini menjadi penegasan konsistensi Fisioterapi UMM dalam mencetak tenaga kesehatan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga siap terjun dan terserap di dunia kerja. Dalam beberapa tahun terakhir, lulusan Fisioterapi UMM dikenal memiliki daya saing tinggi dan cepat memperoleh peluang karier di berbagai sektor layanan kesehatan maupun olahraga profesional. Salah satu sosok yang menjadi perhatian dalam prosesi kali ini adalah Bagus Prasetyo Pamungkas, yang dinobatkan sebagai lulusan terbaik dengan capaian Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) sempurna 4.0. Tidak hanya mencatatkan prestasi akademik yang impresif, Bagus juga aktif dalam berbagai kegiatan pengembangan diri sejak jenjang sarjana hingga profesi. Menariknya, tidak lama setelah dinyatakan lulus, Bagus langsung mendapatkan kesempatan berkarier sebagai fisioterapis di klub Maestro FC Solo yang berkompetisi di Professional Futsal League 2 Indonesia. Capaian tersebut menjadi bukti nyata bahwa lulusan fisioterapi UMM mampu bersaing dan dipercaya di level profesional, termasuk pada bidang sport physiotherapy yang kini semakin berkembang di Indonesia. Selama menempuh pendidikan, Bagus dikenal aktif dalam kegiatan akademik maupun kemahasiswaan. Ia pernah memperoleh pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM), aktif dalam kegiatan berbasis komunitas, serta produktif menghasilkan publikasi ilmiah pada jurnal terindeks SINTA dan Hak Kekayaan Intelektual (HKI). Pada jenjang profesi, ia juga terlibat dalam berbagai kegiatan pengabdian masyarakat berbasis komunitas yang memperkuat kompetensi klinis dan sosialnya sebagai calon fisioterapis profesional. Ketua Program Studi Pendidikan Profesi Fisioterapis UMM, Safun Rahmanto, menyampaikan bahwa tren positif lulusan yang langsung terserap di dunia kerja terus menunjukkan peningkatan dari tahun ke tahun. “Alhamdulillah, ini merupakan sumpah profesi yang ke-XI, dan hingga saat ini tren lulusan yang langsung bekerja tidak pernah terputus. Ini menjadi indikator bahwa lulusan Fisioterapi UMM memang dibutuhkan dan dipercaya oleh dunia kerja,” ujarnya. Menurutnya, keberhasilan lulusan tidak hanya ditentukan oleh capaian akademik, tetapi juga kesiapan menghadapi dunia praktik, kemampuan komunikasi profesional, serta pengalaman klinis dan komunitas yang diperoleh selama pendidikan. Keberhasilan Bagus menjadi representasi nyata dari sistem pendidikan yang diterapkan di Fisioterapi UMM, yaitu mengintegrasikan keunggulan akademik, praktik klinis, penelitian, serta kontribusi nyata kepada masyarakat. Pendekatan tersebut dinilai mampu menghasilkan lulusan yang adaptif, kompetitif, dan siap menghadapi tantangan dunia kesehatan modern. Penulis dan Editor Nikmatur Rosidah
Mahasiswa Profesi Fisioterapis UMM Angkatan Ke-XI Berikan Sumbangsih Karya Tulis Ilmiah dan Hak Kekayaan Intelektual

Program Studi Pendidikan Profesi Fisioterapi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menggelar prosesi angkat sumpah bagi mahasiswa profesi fisioterapis Angkatan ke-XI. Kegiatan tersebut berlangsung khidmat di Grand Mercure Malang Mirama pada Rabu (6/5/2026). Prosesi sumpah secara resmi dikukuhkan oleh Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) UMM, Dr. apt. Hidajah Rachmawati, S.Si., Sp. FRS., serta disaksikan langsung oleh Ketua Ikatan Fisioterapi Indonesia (IFI) Cabang Kabupaten Malang, Tugiyo, SST.Ft. Sebanyak 47 mahasiswa profesi fisioterapis mengikuti prosesi tersebut setelah menyelesaikan seluruh tahapan pendidikan profesi dan dinyatakan memenuhi kompetensi sebagai tenaga kesehatan fisioterapi profesional. Tidak hanya menunjukkan capaian akademik, lulusan profesi tahun ini juga mencatat kontribusi ilmiah yang cukup signifikan. Selama proses pendidikan, para mahasiswa berhasil menghasilkan 46 publikasi pada jurnal nasional serta 33 karya ilmiah inovatif yang tercatat dalam Hak Kekayaan Intelektual (HKI). Capaian tersebut menjadi indikator penguatan budaya akademik dan riset di lingkungan pendidikan profesi fisioterapi UMM. Dalam sambutannya, Tugiyo menyampaikan apresiasi terhadap komitmen Fisioterapi UMM dalam menjaga kualitas pendidikan dan pengembangan keilmuan fisioterapi di tengah dinamika layanan kesehatan yang berkembang sangat cepat. “Kami mengucapkan terima kasih kepada Fisioterapi UMM yang terus berkomitmen memberikan penyegaran keilmuan di tengah perkembangan dunia kesehatan yang sangat dinamis saat ini. Ini menjadi modal penting bagi lulusan untuk mampu bersaing dan beradaptasi di dunia kerja,” ujarnya. Ia juga berpesan agar para fisioterapis baru tidak berhenti pada capaian akademik semata, tetapi terus mengembangkan kompetensi dan karier profesional secara berkelanjutan. “Kami berharap lulusan tidak hanya berkembang pada level institusional, tetapi juga memiliki keberanian untuk mandiri, termasuk melalui pengembangan praktik fisioterapi mandiri sebagai bagian dari kontribusi profesi kepada masyarakat,” tambahnya. Prosesi sumpah profesi menjadi tahapan penting dalam perjalanan seorang fisioterapis, karena menandai perubahan status dari mahasiswa menjadi tenaga kesehatan profesional yang memiliki tanggung jawab etik, moral, dan kompetensi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Penulis dan Editor Bayu Prastowo
Profesi Fisioterapis UMM Resmi Kukuhkan 47 Fisioterapis Baru Yang Tersertifikasi Nasional

Program Studi Pendidikan Profesi Fisioterapis, Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES), Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menorehkan capaian membanggakan. Sebanyak 47 fisioterapis baru resmi mengucapkan sumpah profesi dalam prosesi yang berlangsung khidmat di Grand Mercure Malang Mirama, Rabu (6/5/2026). Prosesi sumpah profesi tersebut turut dihadiri Wakil Rektor I UMM, jajaran dekanat Fakultas Ilmu Kesehatan, serta para pembimbing lahan praktik (clinical instructor) dari berbagai rumah sakit dan puskesmas yang selama ini menjadi mitra pendidikan profesi fisioterapi UMM. Sumpah profesi menjadi penanda resmi perubahan status lulusan dari mahasiswa menjadi tenaga kesehatan profesional yang siap mengabdi kepada masyarakat. Sebelumnya, para lulusan telah menjalani pendidikan profesi selama dua semester dengan praktik klinik intensif di berbagai fasilitas layanan kesehatan, mulai dari rumah sakit, puskesmas, hingga layanan berbasis komunitas. Dalam laporan akademik yang disampaikan pada prosesi tersebut, capaian lulusan tahun ini menunjukkan hasil yang menggembirakan. Sebanyak 98 persen peserta dinyatakan lulus Uji Kompetensi (UKOM), termasuk pada komponen CBT dan OSCE. Selain itu, para lulusan juga menghasilkan berbagai luaran akademik berupa publikasi jurnal ilmiah dan Hak Kekayaan Intelektual (HKI), yang memperkuat posisi lulusan sebagai fisioterapis berbasis evidence-based practice. Dekan FIKES UMM, Dr. apt. Hidajah Rachmawati, S.Si., Sp.FRS., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas capaian yang diraih para lulusan. Menurutnya, kualitas lulusan fisioterapi UMM terus menunjukkan peningkatan yang signifikan dari tahun ke tahun. “Capaian ini merupakan hasil kerja keras seluruh civitas akademika, termasuk mahasiswa, dosen, serta para pembimbing klinik di lahan praktik. Tingkat kelulusan yang tinggi pada uji kompetensi menjadi indikator bahwa lulusan kita memiliki kompetensi yang baik dan siap bersaing di dunia kerja,” ujarnya. Ia juga menyoroti meningkatnya kebutuhan tenaga fisioterapi di berbagai sektor layanan kesehatan. Kondisi tersebut dinilai membuka peluang besar bagi para lulusan untuk segera terserap di dunia kerja. “Kebutuhan fisioterapis di rumah sakit, klinik, hingga layanan kesehatan komunitas terus meningkat. Ini menjadi peluang besar bagi lulusan untuk langsung bekerja dan berkontribusi dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” tambahnya. Tidak hanya berfokus pada kelulusan akademik, pendidikan profesi fisioterapi UMM juga menekankan pembentukan karakter profesional, kemampuan komunikasi klinis, serta penguatan clinical reasoning sebagai bekal menghadapi tantangan pelayanan kesehatan modern. Dengan disumpahnya 47 fisioterapis baru ini, UMM kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak tenaga kesehatan profesional yang unggul, adaptif, beretika, dan siap menghadapi tantangan global di bidang fisioterapi. Penulis dan Editor Nikmatur Rosidah