Mahasiswa UMM Kenalkan Fisioterapi sebagai Pilihan Karir bagi Siswa MA I’Anatut Tholibin Lumajang

Mahasiswa Fisioterapi UMM Melakukan Sosialisasi Perekrutan Mahasiswa Baru

KIMRANUBEDALISQUAD: Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mengadakan kegiatan sosialisasi jurusan fisioterapi di Madrasah Aliyah I’anatut Tholibin, Desa Ranubedali, Kecamatan Ranuyoso, Kabupaten Lumajang. Kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan kepada para siswa-siswi madrasah tentang pentingnya profesi fisioterapis serta peluang karir di bidang kesehatan yang semakin berkembang. Sosialisasi ini diharapkan dapat memberi wawasan baru bagi para siswa untuk memilih jalur pendidikan yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja di masa depan. Kegiatan dimulai dengan penyampaian materi mengenai apa itu fisioterapi, tugas dan tanggung jawab seorang fisioterapis, serta berbagai jenis gangguan fisik yang dapat diatasi melalui terapi fisik. Para mahasiswa UMM, yang terdiri dari mahasiswa program studi fisioterapi, menjelaskan berbagai teknik fisioterapi yang digunakan dalam penanganan cedera, gangguan gerak, hingga rehabilitasi fisik. Para siswa sangat antusias mendengarkan penjelasan dan bertanya langsung mengenai penerapan fisioterapi dalam kehidupan sehari-hari. Selain penyampaian materi, dalam kegiatan tersebut juga diadakan demonstrasi langsung beberapa teknik fisioterapi. Mahasiswa UMM mempraktekkan teknik-teknik dasar fisioterapi, seperti latihan perbaikan postur tubuh, peregangan otot, dan pemijatan untuk mengurangi ketegangan otot. Demonstrasi ini memberikan pengalaman langsung kepada siswa tentang bagaimana seorang fisioterapis bekerja dalam membantu pasien mengatasi masalah fisik. Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari pihak madrasah. Kepala Madrasah Aliyah I’anatut Tholibin, Bapak Ahmad Yani S.pd.I, mengungkapkan bahwa kegiatan sosialisasi ini sangat bermanfaat bagi siswa, terutama bagi mereka yang masih bingung memilih jurusan atau profesi di masa depan. Menurutnya, dengan adanya pengetahuan tentang fisioterapi, para siswa dapat mempertimbangkan pilihan karir yang sesuai dengan minat dan potensi mereka. Sebagai penutup, kegiatan sosialisasi ini diharapkan dapat membuka peluang bagi siswa Madrasah Aliyah I’anatut Tholibin untuk lebih mengenal dunia kesehatan, khususnya fisioterapi. Para mahasiswa UMM pun berharap bahwa kegiatan serupa dapat terus dilakukan untuk memperkenalkan berbagai jurusan dan profesi yang relevan dengan perkembangan zaman. Harapan besar mereka adalah agar siswa-siswa ini dapat memutuskan jalur karir yang sesuai dengan minat dan keahlian yang mereka miliki. Penulis Anton Prabowo

Bukan Sekadar Kuliah! Mahasiswa Profesi Fisioterapis UMM Ditempa Etika Profesional di Character Building

Mahasiswa Profesi Fisioterapis Kompak Selesaikan Tantangan

Pendidikan Profesi Fisioterapis Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKes) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menggelar Program Character Building sebagai bagian dari proses penerimaan mahasiswa baru Angkatan XI. Kegiatan ini berlangsung di Stadion Kampus 3 UMM pada Sabtu (22/2/2025) dengan menggandeng Pusat Layanan Psikologi (PLP) UMM. Program Character Building ini bertujuan untuk membentuk karakter mahasiswa serta mempererat hubungan antar mahasiswa. Hal ini menjadi penting mengingat mahasiswa Pendidikan Profesi Fisioterapis UMM berasal dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia, seperti Universitas Negeri Makassar, Universitas Dhyana Pura, Institut Teknologi Kesehatan dan Sains (ITKES) Wiyata Husada Samarinda (WHS), dan sejumlah institusi lainnya. Ketua Program Studi Pendidikan Profesi Fisioterapis UMM, Safun Rahmanto, mengungkapkan bahwa kegiatan ini merupakan langkah strategis dalam membangun karakter calon fisioterapis yang profesional dan memiliki jiwa kepemimpinan. “Program ini tidak hanya bertujuan untuk membangun solidaritas, tetapi juga membekali mahasiswa dengan keterampilan soft skill yang akan mendukung profesi mereka di masa depan,” ujarnya. Selama kegiatan berlangsung, mahasiswa diberikan berbagai materi penguatan karakter melalui sesi motivasi, kerja sama tim, dan simulasi tantangan yang dirancang untuk meningkatkan rasa tanggung jawab dan kepemimpinan mereka. Dengan adanya program ini, diharapkan mahasiswa dapat lebih siap menghadapi tantangan akademik maupun profesional di dunia fisioterapi. Dengan semangat kebersamaan yang terjalin melalui Character Building ini, mahasiswa baru Pendidikan Profesi Fisioterapis UMM diharapkan dapat berkembang menjadi tenaga fisioterapis yang tidak hanya unggul dalam keilmuan, tetapi juga memiliki etos kerja dan moralitas yang tinggi. Penulis dan Editor Bayu Prastowo

International Student Exchange Program in 2025

Program Studi Fisioterapi Universitas Muhammadiyah Malang membuka kesempatan bagi mahasiswa/i untuk mengikuti International Student Exchange Program ke Mahidol University, Thailand. Program ini sepenuhnya dibiayai oleh Universitas (Fully Funded) dan berlangsung selama 3 minggu. Dengan persyaratan sebagai berikut : Mengisi formulir pendaftaran 19 Februari s/d 15 Maret 2025. Bersedia berkomitmen mengikuti program exchange pada 10 s/d 30 Juni 2025. Mampu berbahasa Inggris, dibuktikan dengan sertifikat TOEFL/TAEP. Mengirimkan curriculum vitae (CV) berbahasa inggris. Memiliki pasport yang masih aktif. Tidak mengulang mata kuliah, dibuktikan dengan Kartu Hasil Studi (KHS) semester 1 s/d 5 bagi mahasiswa S1, dan menunjukkan transkrip bagi mahasiswa profesi fisioterapis. Bagi pendaftar buddy exchange tidak wajib melampirkan Pasport dan Transkrip. Peserta yang telah dinyatakan lulus seleksi kemudian mengundurkan diri akan dikenakan sanksi blacklist.   Selain itu dibutuhkan 2 mahasiswa pendamping (Buddy Exchange) kegiatan mahasiswa international exchange dari Mahidol University di Universitas Muhammadiyah Malang. Manfaat bagi mahasiswa yang mengikuti program International Student Exchange dan Buddy Exchange sebagai berikut: Ekuivalensi nilai. Sertifikat sebagai Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI). Reward dari program studi.   Bagi yang memenuhi persyaratan dan berminat mengikuti program ini, silakan mendaftarkan diri melalui tautan pendaftaran yang telah disediakan sebelum batas waktu yang ditentukan. Informasi lebih lanjut dapat menghubungi whatsapp humas fisioterapi. Demikian pengumuman ini disampaikan, atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih.  

Sinergi Fisioterapi UMM dan Perusahaan Jasa Tirta I Kota Malang dalam Memperingati Bulan K3

Pemeriksaan Fisik Bersama Mahasiswa Fisioterapi UMM dan Dokter Perusahaan Umum Jasa Tirta I Kota Malang

Dalam rangka memperingati Bulan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) yang jatuh setiap bulan Februari, Program Studi Fisioterapi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) bekerja sama dengan Perusahaan Umum Jasa Tirta I Kota Malang untuk mengadakan pemeriksaan fisik berkala bagi seluruh pegawai perusahaan tersebut. Kegiatan ini dilakukan untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan dan keselamatan kerja di lingkungan kerja. Delegasi dua mahasiswi Fisioterapi UMM, Syabina Zahra Rienanda dan Nur Halizah Rahma Dini, terlibat langsung dalam kegiatan ini. Mereka bersama dr. Donny Wibisono, selaku dokter penanggung jawab, melakukan pemeriksaan fisik pada pegawai Perusahaan Umum Jasa Tirta di beberapa lokasi di Jawa Timur dan Jawa Tengah. Lokasi-lokasi yang menjadi sasaran pemeriksaan fisik ini meliputi wilayah Sungai Bengawan Solo, Bendungan Colo, Bendungan Wonogiri, serta kantor-kantor di Madiun dan Bojonegoro. Pemeriksaan fisik ini merupakan bagian dari upaya untuk mencegah masalah kesehatan yang mungkin timbul akibat tuntutan fisik dan kondisi kerja yang dialami oleh pegawai di lapangan. Pemeriksaan ini mencakup berbagai aspek kesehatan seperti tekanan darah, pemeriksaan jantung, pernapasan, dan postur tubuh yang berkaitan dengan kesehatan kerja. Selain itu, pemeriksaan juga fokus pada penilaian risiko gangguan muskuloskeletal, terutama bagi mereka yang bekerja dalam kondisi fisik yang cukup berat. Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk memastikan bahwa para pegawai dalam kondisi fisik yang optimal dan dapat bekerja dengan aman, menghindari kecelakaan atau masalah kesehatan yang bisa terjadi akibat kelelahan atau cedera. Pemeriksaan rutin semacam ini juga berfungsi untuk mendeteksi dini gangguan kesehatan, yang dapat segera diatasi sebelum berkembang menjadi masalah serius. Dengan begitu, diharapkan para pegawai dapat bekerja dengan lebih produktif dan sehat, serta mengurangi angka kecelakaan kerja. Kegiatan ini memiliki korelasi yang erat dengan peran fisioterapi dalam mendukung implementasi K3. Fisioterapi berperan penting dalam mengidentifikasi masalah muskuloskeletal yang sering terjadi pada pekerja yang menjalani tugas fisik berat. Melalui pemeriksaan fisik yang dilakukan oleh mahasiswa fisioterapi, mereka dapat memberikan penilaian awal terhadap keluhan atau gangguan pada sistem otot dan tulang yang dapat memengaruhi performa kerja. Selain itu, fisioterapi juga memberikan intervensi yang tepat untuk mencegah cedera dan mempercepat pemulihan, sehingga para pegawai dapat terus bekerja dengan kondisi fisik yang baik dan mengurangi risiko kecelakaan yang berkaitan dengan postur atau kelelahan. Dengan adanya kolaborasi ini, diharapkan budaya K3 dapat semakin terinternalisasi dalam kehidupan kerja sehari-hari, menciptakan lingkungan kerja yang lebih sehat dan aman. Penulis dan Editor Bayu Prastowo

Peningkatan Kualitas Pembelajaran Praktikum Fisioterapi UMM Lewat Transfer Knowledge dengan Chulalongkorn University, Thailand

Departemen Muskuloskeletal Program Studi Fisioterapi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) meningkatkan pengembangan pembelajaran berstandar internasional. Pada Kamis (13/02/2024), perwakilan dari UMM mengunjungi Department of Physical Therapy, Chulalongkorn University, Thailand, untuk memperdalam kerja sama dalam pengembangan kurikulum dan mekanisme pembelajaran praktik fisioterapi. Kunjungan ini disambut hangat oleh Ketua Program Studi Department of Physical Therapy, Associate Professor Akkradate Siriphorn, Ph.D., yang menyambut baik kesempatan untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman terkait pengajaran fisioterapi. Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak mendiskusikan berbagai aspek penting mengenai kurikulum, serta cara-cara efektif dalam menerapkan pembelajaran praktik di masing-masing universitas. Tiga dosen dari Departemen Muskuloskeletal Fisioterapi UMM yaitu Safun Rahmanto, Bayu Prastowo, dan Zidni Imanurrohmah Lubis berkesempatan untuk mengunjungi kelas manual terapi vertebra yang sedang berlangsung. Mereka berinteraksi langsung dengan mahasiswa yang tengah melakukan pemeriksaan vertebra menggunakan konsep PACVP (Posterior Anterior Cervical Vertebral Pressure) dan LPAVP (Lateral Pressure Anterior Vertebral Pressure). Kedua metode ini, yang juga diterapkan di Program Studi Fisioterapi UMM, memiliki teori dan praktik yang serupa. “Kesempatan ini memberi kami pengalaman berharga untuk berinteraksi langsung dengan mahasiswa, serta kami juga berkesempatan mentransfer ilmu. Kami senang bisa berbagi teknik yang serupa dengan apa yang kami ajarkan di UMM, dan ini menunjukkan betapa seriusnya kami dalam mencetak lulusan dengan standar pendidikan fisioterapi internasional,” ungkap Safun Rahmanto, salah satu dosen UMM yang turut serta dalam kegiatan ini. Kegiatan yang berlangsung penuh interaksi dan diskusi ilmiah ini ditutup dengan sesi foto bersama, sebagai simbol persahabatan dan kolaborasi yang erat antara UMM dan Chulalongkorn University. Diharapkan, kolaborasi ini tidak hanya memperkaya kualitas pendidikan dan praktik fisioterapi di kedua universitas, tetapi juga membuka peluang bagi pengembangan penelitian bersama di masa depan. Melalui pengembangan kerja sama ini, UMM semakin memantapkan langkahnya dalam mengglobal di dunia pendidikan fisioterapi, serta memastikan mahasiswa mereka mendapatkan pengalaman belajar yang berkualitas tinggi dan relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan di tingkat internasional. Penulis dan Editor Bayu Prastowo

Pendidikan Profesi Fisioterapis UMM Jalin Kolaborasi dengan Chulalongkorn University Thailand

Penyerahan Souvenir Dari Dekan Faculty of Allied Health Sciences Chulalongkorn University Thailand (Kiri) kepada Ketua Program Studi Pendidikan Profesi Fisioterapis (Kanan)

JURNALPOST.COM: Program Studi Pendidikan Profesi Fisioterapis tengah melaksanakan kegiatan International Benchmarking ke Chulalongkorn University, Thailand, Kamis (13/02/2024). Kegiatan ini dihadiri oleh Staf dan Dosen Program Studi Pendidikan Profesi Fisioterapis dan disambut hangat oleh Assistant Professor Tewin Tencomnao, selaku Dekan dari Faculty of Allied Health Science di Chulalongkorn University. Tentunya ini bertujuan untuk menjajaki peluang kolaborasi akademik antara kedua institusi, termasuk dalam bidang pendidikan, pengabdian masyarakat, serta penelitian. International benchmarking ini dilakukan sebagai upaya internasionalisasi program internship atau praktik klinis bagi mahasiswa. Dengan adanya kerja sama ini, mahasiswa tidak hanya mendapatkan pengalaman praktik di Indonesia, tetapi juga di Thailand, guna meningkatkan kompetensi mahasiswa dalam skala internasional. Dalam kunjungan ini, dilakukan diskusi antara kedua institusi, di mana Assistant Professor Tewin Tencomnao menyambut baik kolaborasi tersebut. Ia mengungkapkan bahwa hingga saat ini belum ada Program Studi Fisioterapi dari Indonesia yang menjalin kerja sama dengan pihaknya. Kesempatan ini menjadi awal yang baik untuk mempererat hubungan akademik antara kedua negara. Dukungan senada juga disampaikan oleh Head of Department of Physical Therapy di Chulalongkorn University, yang menekankan bahwa kerja sama ini akan membawa manfaat besar bagi kedua belah pihak dalam peningkatan kualitas pendidikan fisioterapi. Ketua Program Studi Pendidikan Profesi Fisioterapis, Safun Rahmanto juga menjelaskan bahwa program internship internasional ini telah dilakukan sebelumnya dengan Universiti Teknologi Mara Malaysia (UiTM) dan Mahidol University Thailand. Oleh karena itu, kerja sama dengan Chulalongkorn University menjadi langkah strategis dalam memperluas jaringan internasional bagi mahasiswa dan dosen fisioterapi. Dalam sesi diskusi, ditemukan bahwa keilmuan dan kurikulum di Chulalongkorn University memiliki kesesuaian dengan yang dijalankan di Program Studi Fisioterapis Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Bahkan, metode perkuliahan serta layanan fisioterapi di Chulalongkorn University memiliki banyak kesamaan dengan UMM. Sebagai tanda awal kerja sama, kedua institusi sepakat untuk menyelenggarakan program Visiting Professor, seminar, dan workshop yang akan dilaksanakan di Program Studi Profesi Fisioterapis UMM dalam waktu dekat. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat hubungan akademik serta meningkatkan kualitas pendidikan fisioterapi di Indonesia. Penulis dan Editor Bayu Prastowo

Peduli Kesehatan Siswa, Dosen Fisioterapi UMM Galakan Pengabdian di SIB Thailand

Pengabdian Internasional di Sekolah Indonesia Bagkok (SIB) Thailand

SERU.CO.ID: Program Studi Fisioterapi, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) tengah menjalankan program Pengabdian Internasional di Sekolah Indonesia Bangkok (SIB), Thailand. Kegiatan yang berlangsung pada Selasa (11/2/2024) ini bertujuan untuk memberikan edukasi terkait postur belajar yang benar serta etika dalam bercanda, dengan pendekatan berbasis keilmuan fisioterapi. Kegiatan ini disambut hangat oleh Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud) Ibu Cyti Daniela Aruan, yang menyampaikan rasa terima kasih atas materi yang disajikan. Ia menilai, topik yang diangkat sangat relevan dengan kondisi siswa saat ini. “Kami sangat mengapresiasi kehadiran tim dosen fisioterapi UMM. Materi yang diberikan sangat penting dan diharapkan dapat meningkatkan kesadaran siswa dalam menjaga postur tubuh serta memahami batasan dalam bercanda,” ujarnya. Sebanyak 17 siswa kelas 1 dan 2 SIB menjadi partisipan dalam kegiatan ini. Salah satu fokus utama adalah postur belajar, yang memiliki peran penting dalam mendukung proses pembelajaran. Dijelaskan bahwa kebiasaan duduk yang kurang tepat dapat berpengaruh dalam jangka panjang terhadap kesehatan tulang belakang dan postur tubuh secara keseluruhan. Ibu Daniela pun menambahkan bahwa siswa cenderung memilih posisi duduk yang nyaman, namun kurang memperhatikan dampaknya terhadap kesehatan tubuh. Oleh karena itu, mendapatkan edukasi langsung dari fisioterapis menjadi nilai tambah bagi mereka. Selain itu, materi tentang etika dalam bercanda juga menjadi perhatian utama. Salah satu contoh yang diangkat adalah bahaya prank menarik kursi saat seseorang hendak duduk. Dijelaskan bahwa tindakan tersebut dapat menyebabkan jatuh dalam posisi duduk yang berisiko menimbulkan cedera serius, termasuk kerusakan pada saraf tulang belakang. Sebagai bagian dari program edukasi, setiap siswa diberikan bekal untuk dapat mengukur postur tubuhnya sendiri serta melakukan peregangan secara mandiri. Langkah ini diharapkan dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi siswa dalam menjaga kesehatan postur mereka sepanjang hidup. Kegiatan ini dikemas dengan metode interaktif yang melibatkan permainan edukatif, sehingga siswa terlihat antusias mengikuti setiap sesi. Pendekatan ini tidak hanya membuat mereka lebih memahami materi yang disampaikan, tetapi juga menciptakan pengalaman belajar yang menyenangkan. Dengan adanya program ini, diharapkan kesadaran siswa terhadap pentingnya postur tubuh dan etika dalam bercanda semakin meningkat, serta dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Pengabdian internasional ini juga menjadi bukti nyata kontribusi akademisi dalam memberikan manfaat bagi masyarakat di tingkat internasional. Penulis dan Editor Bayu Prastowo

Benchmarking ke Thailand, Fisioterapi UMM Tingkatkan Mutu Pendidikan dan Riset

TABLOIDMATAHATI.COM: Program Studi Fisioterapi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menggelar International Benchmarking di Departemen Fisioterapi Mahidol University, Thailand, pada Selasa (11/02/2024). Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat kerja sama akademik dan pengembangan keilmuan di tingkat internasional. International Benchmarking ini merupakan proses perbandingan standar akademik, metode pembelajaran, serta klinis dengan institusi pendidikan tinggi di Thailand. Tentunya ini untuk meningkatkan kualitas pendidikan, penelitian, dan inovasi akademik di Program Studi Fisioterapi UMM. Kedatangan delegasi UMM disambut hangat oleh Dekan Faculty of Physical Therapy Mahidol University, Assoc. Prof. Dr. Jarugool Tretriluxana. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan UMM kepada Mahidol University sebagai mitra akademik. Ia juga menegaskan kesiapan pihaknya untuk berbagi informasi dan wawasan yang dapat mendukung pengembangan fisioterapi di UMM. Sementara itu, Wakil Dekan III UMM, Rakhmad Rosadi, memanfaatkan kesempatan ini untuk mengundang para pakar fisioterapi dari Mahidol University agar dapat berkunjung dan berbagi keahlian di Program Studi Fisioterapi UMM. Kegiatan benchmarking ini menghasilkan sejumlah kerja sama strategis, terutama dalam penguatan Tridharma Perguruan Tinggi di tingkat internasional. Kesepakatan yang dicapai mencakup program pertukaran dosen untuk meningkatkan kolaborasi akademik dan riset. Penyelenggaraan kelas internasional bagi mahasiswa untuk memperoleh wawasan internasional. Dan kolaborasi penelitian berbasis klinis guna meningkatkan kualitas inovasi di bidang fisioterapi. Dengan adanya kerja sama ini, Program Studi Fisioterapi UMM semakin memperkuat eksistensinya sebagai institusi pendidikan yang berorientasi secara internasional. Penulis dan Editor Bayu Prastowo

Fisioterapi UMM, Pilar Utama Kualitas Riset di Panggung Nasional

Gedung Kuliah Bersama (GKB) 5 Program Studi Fisioterapi

Program Studi Fisioterapi, Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKes), Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali mengukir prestasi gemilang. Program studi ini berhasil meraih peringkat pertama dalam kategori skor Afiliasi SINTA (Science and Technology Index) dalam kategori tiga tahun, Senin (20/01/2025). Tidak hanya itu, Program Studi Pendidikan Profesi Fisioterapis UMM juga turut menorehkan prestasi dengan meraih peringkat kedua di kategori yang sama. Pencapaian ini mencerminkan kualitas akademik dan penelitian yang dihasilkan oleh kedua program studi tersebut, yang terus berkontribusi dalam pengembangan ilmu fisioterapi di Indonesia. Keberhasilan ini didukung oleh atmosfer penelitian dan pengabdian yang kondusif di lingkungan FIKes UMM. Selain itu, kontribusi mahasiswa dalam melahirkan karya tulis ilmiah yang apik turut menjadi salah satu faktor pendukung utama. Dengan bimbingan dosen yang kompeten, mahasiswa tidak hanya didorong untuk menghasilkan publikasi berkualitas tetapi juga untuk berkolaborasi dalam berbagai proyek penelitian yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Menurut Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan UMM, Prof. Dr. Yoyok Bekti Prasetyo, M.Kep., Sp.Kom, keberhasilan ini tidak lepas dari komitmen seluruh sivitas akademika dalam menghasilkan penelitian yang relevan dan berkualitas. “Kami bangga atas pencapaian ini. Ini adalah hasil kerja keras para dosen dan mahasiswa yang terus berupaya memberikan yang terbaik dalam bidang fisioterapi,” ujarnya. Kepala Program Studi Fisioterapi, Dimas Sondang Irawan, Ph.D, menekankan bahwa indikator SINTA memiliki peran strategis dalam menilai kinerja akademik di level program studi. “Indikator ini membantu kami mengevaluasi sejauh mana program studi mampu bersaing secara nasional dan internasional dalam bidang penelitian dan pengabdian masyarakat. Dengan pencapaian ini, kami semakin percaya diri untuk memperkuat posisi kami sebagai program studi unggul yang mampu menghasilkan lulusan kompeten dan berkontribusi pada kemajuan ilmu pengetahuan,” jelasnya. Prestasi ini menegaskan posisi fisioterapi UMM sebagai salah satu institusi pendidikan tinggi yang unggul dalam menghasilkan lulusan dan penelitian berkualitas. Dengan prestasi yang telah diraih, program studi ini berkomitmen untuk terus meningkatkan mutu pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Penulis dan Editor Bayu Prastowo

Fisioterapis UMM Edukasi Penanganan Cedera Olahraga di Dua Sekolah Jember

Foto Bersama dengan Siswa SMAN 1 Kalisat, Jember

SUARAJATIMPOS: Program Studi Fisioterapi, Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKes), Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mengadakan edukasi tentang penanganan cedera olahraga bagi siswa di dua sekolah, yakni SMK 4 Muhammadiyah Kalisat dan SMAN 1 Kalisat. Kegiatan ini bertujuan memberikan pengetahuan dasar tentang teknik pertolongan pertama pada cedera olahraga. Dalam sesi tersebut, Wakil Dekan 3 Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) UMM, Rakhmad Rosadi, memaparkan teknik-teknik dasar seperti penanganan ankle sprain dan muscle strain atau biasanya disebut dengan istilah kesleo. Para siswa tidak hanya mendapatkan teori, tetapi juga langsung mempraktikkannya, sehingga mereka aktif berpartisipasi dalam proses pembelajaran. “Edukasi ini merupakan salah satu program unggulan. Selain itu, kami juga memiliki program Perawat dan Fisioterapis ke Jerman atau Jepang, yang membuka peluang berkarier internasional bagi mahasiswa,” jelas Rakhmad. FIKes terus berupaya mendukung mahasiswa dan lulusannya untuk bersaing di tingkat global melalui berbagai program, seperti Kredit Transfer ke Universiti Teknologi MARA (UiTM) Malaysia dan Mahidol University Thailand. Program ini juga menyediakan beragam beasiswa, mulai dari beasiswa akademik, beasiswa prestasi, hingga beasiswa jalur khusus. Rakhmad menyampaikan kegembiraannya karena bisa berbagi ilmu sekaligus memperkenalkan program unggulan kepada para siswa di Kalisat. Ia melihat antusiasme siswa menunjukkan potensi besar generasi muda untuk berkembang, baik di dalam negeri maupun di kancah internasional. Kepala Sekolah SMK 4 Muhammadiyah Kalisat, Alex Dwi Hermawan, turut mengapresiasi kegiatan ini. Ia berharap kolaborasi antara sekolah dan FIKES UMM dapat terus berlanjut. Menurutnya, edukasi ini tidak hanya memberikan wawasan baru, tetapi juga memotivasi siswa untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Melalui berbagai program roadshow dan edukasi seperti ini, FIKes berkomitmen memberikan inspirasi kepada siswa dan guru. Kegiatan ini diharapkan mampu membuka peluang lebih besar bagi siswa untuk mewujudkan cita-cita melalui pendidikan tinggi berkualitas di Universitas Muhammadiyah Malang. Editor Rizqi Ardian