Peran Strategis Fisioterapi UMM dalam Mendukung Performa Pelari di MS Glow For Men Malang Half Marathon 2026

Ajang MS Glow For Men Malang Half Marathon 2026 yang digelar pada 26 April 2026 resmi menjadi salah satu event lari terbesar di Kota Malang. Kegiatan ini diikuti sekitar 7.000 peserta dari berbagai daerah dengan tiga kategori lomba, yakni 21K (half marathon), 10K, dan 5K. Pembukaan acara dilakukan langsung oleh Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, Taufik Hidayat. Di balik suksesnya penyelenggaraan event berskala besar ini, pendekatan fisioterapi yang tergabung dalam Tim Sport Science Pocari Sweat menjadi salah satu pilar utama dalam mendukung performa optimal para peserta. Peran tersebut turut mengedukasi strategi hidrasi dan nutrisi serta pencegahan cedera dalam tiga hari menjelang race. Menariknya, mahasiswa Fisioterapi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Danang Wasis Medika, turut ambil bagian sebagai anggota tim sport science tersebut. Ia menegaskan bahwa fisioterapi memiliki kontribusi signifikan dalam mendukung kesiapan fisik pelari. “Fisioterapi tidak hanya berfokus pada penanganan cedera, tetapi juga pencegahan dan optimalisasi performa. Kami melakukan berbagai intervensi seperti treatment kasus muskuloskeletal spesifik, pemasangan taping, hingga teknik release dan recovery,” ungkap Medika. Setiap peserta mendapatkan kesempatan pemeriksaan singkat selama kurang lebih 10 menit untuk mengidentifikasi potensi risiko cedera. Pemeriksaan tersebut meliputi skrining kondisi peserta, misalnya shin splints, iliotibial band syndrome (ITB syndrome), serta evaluasi biomekanika dasar yang berkaitan dengan aktivitas lari. Tidak hanya itu, tim juga memberikan edukasi terkait postur dan teknik berlari yang tepat guna meminimalkan beban berlebih pada sistem muskuloskeletal. Pendekatan ini dinilai penting mengingat tren olahraga lari yang semakin meningkat di masyarakat, namun belum sepenuhnya diimbangi dengan pemahaman tentang prinsip latihan yang benar. Keterlibatan fisioterapi dalam event ini menjadi bukti bahwa dukungan ilmiah dan klinis sangat dibutuhkan dalam olahraga massal. Persiapan yang matang, baik dari sisi teknis penyelenggaraan maupun kesiapan fisik peserta, menjadi kunci utama dalam menciptakan event yang tidak hanya kompetitif, tetapi juga aman dan berkelanjutan. Penulis dan Editor Bayu Prastowo
Dosen Fisioterapi UMM Berkontribusi dalam Standarisasi Uji Kompetensi Fisioterapi Indonesia

Dalam upaya memperkuat kualitas lulusan dan menjamin standar kompetensi fisioterapis di Indonesia, Asosiasi Perguruan Tinggi Fisioterapi Indonesia (APTIFI) menyelenggarakan Workshop Item Development dan Item Review Soal Uji Kompetensi (UKOM). Kegiatan ini menjadi forum strategis bagi akademisi untuk menyusun dan menelaah butir soal uji kompetensi yang valid, reliabel, serta selaras dengan kebutuhan praktik profesional, Sabtu (25/04/2026). Program Studi Pendidikan Profesi Fisioterapis, Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES), Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) turut ambil bagian dengan mendelegasikan dosen dari berbagai bidang keahlian, meliputi fisioterapi muskuloskeletal, neuromuskular, pediatri, geriatri, olahraga, kardiovaskular-respirasi, hingga integumen. Keterlibatan ini menjadi wujud kontribusi aktif UMM dalam pengembangan sistem uji kompetensi fisioterapi nasional. Workshop ini berfokus pada penyusunan dan evaluasi soal Computer-Based Test (CBT) serta Objective Structured Clinical Examination (OSCE), dua komponen utama dalam pelaksanaan UKOM. Melalui proses item development dan item review, para peserta diharapkan mampu menghasilkan soal yang tidak hanya mengukur aspek kognitif, tetapi juga keterampilan klinis dan clinical reasoning mahasiswa. Ketua Program Studi Pendidikan Profesi Fisioterapis UMM, Safun Rahmanto, SST.Ft., Ftr., M.Fis, menegaskan bahwa keterlibatan dosen dalam forum nasional seperti ini memiliki dampak strategis bagi peningkatan mutu pendidikan. “Partisipasi dosen dalam pengembangan soal UKOM bukan hanya sebagai bentuk kontribusi institusi, tetapi juga menjadi langkah penting untuk memastikan bahwa proses evaluasi kompetensi benar-benar mencerminkan kebutuhan praktik klinis yang aktual. Dengan demikian, lulusan yang dihasilkan tidak hanya siap secara akademik, tetapi juga memiliki clinical reasoning yang kuat dan adaptif terhadap dinamika pelayanan kesehatan,” ujarnya. Pelaksanaan Uji Kompetensi Fisioterapi sendiri merupakan langkah strategis dalam menjamin bahwa lulusan memiliki kompetensi yang sesuai dengan standar profesi. Selain itu, UKOM juga berperan penting dalam menjaga mutu layanan fisioterapi, sekaligus menjadi salah satu indikator dalam pemenuhan akreditasi program studi, baik di tingkat nasional maupun internasional. Secara regulatif, penyelenggaraan UKOM berlandaskan berbagai kebijakan nasional, di antaranya Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional, Undang-Undang Pendidikan Tinggi, Undang-Undang Tenaga Kesehatan, serta regulasi terbaru terkait standar operasional uji kompetensi nasional yang melibatkan Kementerian Kesehatan dan Kementerian Pendidikan Tinggi. Kegiatan ini juga sejalan dengan arahan Konsil Kesehatan Indonesia (KKI) dan Kolegium Fisioterapi Indonesia dalam menjaga standar profesi fisioterapi secara nasional. Melalui keterlibatan dalam workshop ini, dosen fisioterapi UMM tidak hanya berperan sebagai peserta, tetapi juga sebagai kontributor dalam membangun sistem evaluasi kompetensi yang lebih terstruktur dan berkualitas. Partisipasi ini diharapkan dapat berdampak langsung pada peningkatan mutu lulusan, sehingga mampu memberikan layanan fisioterapi yang aman, efektif, dan berbasis evidensi di tengah masyarakat. Penulis dan Editor Bayu Prastowo
Sport Physio UMM dan KSR PMI Bersinergi di UMM Championship Series 2

Kolaborasi lintas organisasi mahasiswa kembali ditunjukkan dalam gelaran Turnamen Sepak Bola UMM Championship Series 2 Antar Perguruan Tinggi Muhammadiyah se-Pulau Jawa yang diselenggarakan di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Kota Malang. Ajang ini menjadi momentum awal sinergi antara komunitas Sport Physio dan Korps Sukarela Palang Merah Indonesia (KSR-PMI) Unit UMM dalam memberikan dukungan medis di lapangan. Keterlibatan kedua tim ini tidak hanya sebatas pengamanan medis selama pertandingan berlangsung, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran kolaboratif dalam penanganan cedera olahraga secara langsung. Berbagai kasus cedera yang terjadi selama pertandingan menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa dalam mengasah keterampilan klinis, komunikasi tim, serta pengambilan keputusan cepat di lapangan. Ketua Sport Physio UMM, Muhamad Abdilah Ibdaul Hakiki, mengungkapkan bahwa kolaborasi ini memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan kapasitas tim. “Kolaborasi dengan tim KSR memberikan banyak pengalaman, baik dari sisi penanganan cedera, penguatan pengetahuan, maupun kerja sama tim. Kami juga melakukan sharing session untuk saling bertukar ilmu sehingga terbentuk satu kesatuan yang solid di lapangan,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa dinamika pertandingan yang menghadirkan berbagai jenis cedera menjadi tantangan sekaligus sarana pembelajaran nyata. “Seiring berjalannya waktu, kami menghadapi berbagai macam cedera. Alhamdulillah, tim Sport Physio dan KSR dapat bekerja sama dengan baik. Setiap kasus dapat kami tangani dengan optimal, dan yang paling penting adalah kekompakan tim dalam setiap intervensi,” tambahnya. Sinergi ini menunjukkan pentingnya kolaborasi multidisiplin dalam mendukung keselamatan atlet selama kompetisi berlangsung. Perpaduan antara pendekatan kegawatdaruratan dari KSR dan keahlian fisioterapi olahraga dari Sport Physio menjadi model kerja sama yang efektif dalam penanganan cedera di lapangan. Kegiatan ini sekaligus menjadi wadah pembelajaran aplikatif bagi mahasiswa, khususnya dalam menghadapi situasi klinis nyata di lingkungan olahraga kompetitif. Melalui pengalaman ini, mahasiswa diharapkan semakin siap dalam menjalani praktik klinik maupun berkontribusi di dunia fisioterapi olahraga secara profesional. Penulis dan Editor Bayu Prastowo
Tak Menunggu Lama, Alumni Fisioterapi UMM Berkiprah di Pro Futsal League (PFL) 2026

Kiprah alumni Fisioterapi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menunjukkan daya saing di dunia profesional. Bagus Prasetyo Pamungkas, alumni S1 Fisioterapi angkatan 2021 dan Pendidikan Profesi Fisioterapis UMM angkatan ke-XI, kini meniti karier sebagai fisioterapis di Maestro Solo Futsal Club. Klub futsal ini berbasis di Solo, Boyolali dan bersiap menjalani debut di Pro Futsal League (PFL) 2 pada musim 2026. Maestro Solo FC sendiri merupakan klub yang tidak hanya berorientasi pada kompetisi, tetapi juga menjadi wadah pembinaan atlet usia muda di wilayah Eks Karesidenan Surakarta sejak berdiri pada 2026. Dalam perannya, Bagus bertanggung jawab mendampingi para pemain, khususnya dalam aspek kebugaran, pencegahan cedera, serta pemulihan kondisi fisik menjelang kompetisi. Saat ini, Bagus bersama tim tengah menjalani persiapan intensif menghadapi putaran pertama kompetisi. “Saat ini saya tengah mempersiapkan pemain muda untuk menunjukkan performa maksimal, terutama menghadapi pertandingan di bulan ini. Kami sedang menjalani persiapan di Bandung untuk pekan pertama PFL 2 melawan Hamton FC dan Great Grace Surabaya FC pada April 2026 ini,” ujarnya. Ia juga mengungkapkan bahwa dalam proses persiapan tersebut, tim sempat menghadapi tantangan berupa cedera pada beberapa pemain. Hal ini menuntut peran fisioterapis untuk memastikan kondisi atlet tetap optimal sebelum bertanding. “Kemarin ada beberapa pemain yang mengalami cedera. Saat ini saya fokus memastikan mereka bisa kembali tampil maksimal. Tentunya ini juga membutuhkan sinergi yang baik dengan pelatih fisik dan tim pelatih secara keseluruhan,” tambahnya. Bagus mengaku bersyukur dapat langsung memperoleh kesempatan berkarier di klub profesional tidak lama setelah menyelesaikan pendidikan profesinya. Ia menilai bahwa pengalaman akademik dan praktik yang diperoleh selama kuliah menjadi bekal utama dalam menghadapi dunia kerja. “Saya bersyukur tidak perlu menunggu lama setelah lulus profesi untuk mendapatkan peluang ini. Ilmu yang didapat selama perkuliahan, ditambah pengalaman di berbagai stase praktik, sangat membantu dalam membentuk kesiapan saya di dunia profesional,” ungkapnya. Selain itu, keterlibatannya dalam PhysioSET, sebuah wadah pembinaan minat fisioterapi olahraga, turut berkontribusi dalam mengasah kompetensinya di bidang sports physiotherapy. Ketua Program Studi Pendidikan Profesi Fisioterapi UMM, Safun Rahmanto, SST.Ft., Ftr., M.Fis, menyampaikan apresiasi atas capaian yang diraih alumni. Ia menilai perkembangan alumni saat ini menunjukkan bahwa lulusan fisioterapi UMM mampu beradaptasi dan berkembang di berbagai sektor profesional. “Kami bangga melihat progres para alumni. Apa yang sebelumnya menjadi harapan, kini telah menjadi realitas. Mahasiswa yang dulu kami dampingi kini telah berkembang menjadi rekan sejawat yang profesional dan berdaya saing tinggi,” ujarnya. Kehadiran alumni di level kompetisi profesional seperti Pro Futsal League menjadi bukti bahwa lulusan fisioterapi tidak hanya berperan di layanan kesehatan konvensional, tetapi juga memiliki peluang besar dalam dunia olahraga prestasi. Hal ini sekaligus mempertegas pentingnya penguatan kompetensi berbasis praktik dan pengalaman lapangan dalam pendidikan fisioterapi. Penulis dan Editor Bayu Prastowo
Bangkit Pascapandemi, Sport Physio UMM Siap Mengawal Event Olahraga di Lingkungan Kampus

Jatimsatunews.com: Mahasiswa Fisioterapi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menunjukkan kiprahnya di bidang olahraga melalui komunitas Sport Physio yang berada di bawah naungan Himpunan Mahasiswa Fisioterapi (HIMATERA). Setelah sempat vakum akibat pandemi COVID-19, komunitas ini kini aktif kembali dengan berbagai inovasi dan kontribusi nyata di lapangan, Rabu (22-04-2026). Sport Physio merupakan komunitas berbasis fisioterapi olahraga yang tidak hanya berfokus pada penguatan keilmuan, tetapi juga pada aspek kemanusiaan, kegawatdaruratan, serta penanganan cedera di berbagai cabang olahraga. Reaktivasi komunitas ini ditandai dengan keterlibatannya dalam mendukung kegiatan Dekan Cup Fakultas Pertanian dan Peternakan (FPP) UMM, khususnya pada cabang olahraga sepak bola. Dalam ajang tersebut, tim Sport Physio UMM dipercaya untuk melakukan pendampingan fisioterapi di lapangan , memastikan kesiapan atlet, serta memberikan penanganan awal apabila terjadi cedera selama pertandingan berlangsung. Ketua komunitas, Muhamad Abdilah Ibdaul Hakiki, mengungkapkan bahwa sebelum terjun ke lapangan, tim telah melakukan berbagai persiapan matang, baik dari sisi keilmuan maupun teknis. “Kami melakukan pembekalan materi dasar sport physiotherapy sebelum turun ke lapangan. Selain itu, kami juga menyiapkan peralatan, termasuk perbaikan tandu dan pengadaan alat medis, serta membangun kesiapan mental tim,” ujarnya. Ia menambahkan, keterlibatan dalam Dekan Cup menjadi momentum penting untuk menguji kesiapan mahasiswa dalam menghadapi situasi nyata di lapangan. “Alhamdulillah kegiatan berjalan lancar, dan ini menjadi pengalaman berharga bagi kami untuk memahami peran fisioterapis secara langsung dalam event olahraga,” tambahnya. Pembina Sport Physio UMM, Arys Hasta Baruna, S.Ft., M.Kes, turut mengapresiasi kebangkitan komunitas ini. Ia menegaskan bahwa ke depan, penguatan kompetensi praktis akan terus dilakukan agar mahasiswa mampu berkontribusi lebih luas. “Ke depan, kami akan terus melakukan upgrade keilmuan praktis agar mahasiswa dapat terlibat dalam berbagai cabang olahraga, baik di tingkat internal maupun eksternal,” ungkapnya. Ia juga menekankan bahwa komunitas Sport Physio diharapkan menjadi wadah pembelajaran aplikatif bagi mahasiswa S1 Fisioterapi. Melalui pengalaman langsung di lapangan, mahasiswa akan lebih siap menghadapi tahapan preklinik hingga pendidikan profesi. “Pengalaman ini penting untuk membangun clinical reasoning, mengelola coping stress, serta memahami peran fisioterapis dalam situasi nyata, khususnya dalam penanganan cedera olahraga di lapangan,” jelasnya. Kembalinya aktivitas Sport Physio UMM menjadi sinyal positif bagi penguatan kompetensi mahasiswa di bidang fisioterapi olahraga. Tidak hanya sebagai ruang belajar, komunitas ini juga menjadi jembatan antara teori akademik dan praktik profesional, sekaligus memperkuat peran fisioterapis dalam mendukung prestasi olahraga. Penulis dan Editor Bayu Prastowo
Mahasiswa Profesi Fisioterapis UMM Ikuti Posyandu ILP, Perkuat Layanan Kesehatan Berbasis Komunitas di Malang

Mahasiswa Program Studi Pendidikan Profesi Fisioterapis Angkatan Ke-13, Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES), Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang tengah menjalani stase fisioterapi komunitas di wilayah Malang Raya turut ambil bagian dalam kegiatan Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP) di Dusun Blendongan, Desa Sidoluhur, Kabupaten Malang, Rabu (22-04-2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari implementasi layanan kesehatan berbasis masyarakat yang menekankan pendekatan promotif dan preventif. Posyandu ILP hadir sebagai inovasi pelayanan kesehatan yang tidak hanya menyasar balita, tetapi juga mencakup seluruh siklus kehidupan, mulai dari ibu hamil, anak, remaja, dewasa, hingga lansia. Posyandu ILP menyediakan berbagai layanan terpadu, seperti pemeriksaan kesehatan dasar, pemantauan status gizi, deteksi dini penyakit, hingga edukasi kesehatan. Kehadiran mahasiswa fisioterapi dalam kegiatan ini memperkuat aspek edukasi dan intervensi berbasis fungsi gerak pada kelompok rentan seperti lansia dan anak. Pada kelompok lanjut usia, layanan difokuskan pada upaya mempertahankan kualitas hidup agar tetap sehat, mandiri, dan produktif. Edukasi yang diberikan mencakup pentingnya aktivitas fisik rutin, pemenuhan gizi seimbang, menjaga kebersihan diri, serta keterlibatan sosial sebagai bagian dari kesehatan holistik. Sementara itu, pada kelompok bayi dan balita, perhatian utama diarahkan pada fase pertumbuhan dan perkembangan yang sangat krusial. Mahasiswa turut mendukung pemantauan tumbuh kembang melalui pengukuran antropometri seperti berat badan, tinggi badan, dan lingkar kepala, serta memberikan edukasi kepada orang tua terkait pola asuh, stimulasi perkembangan, dan pentingnya nutrisi. Posyandu ILP menyediakan layanan pemantauan kesehatan kehamilan, edukasi nutrisi, serta persiapan persalinan dan perawatan bayi. Hal ini bertujuan untuk memastikan kondisi ibu dan janin tetap optimal serta menekan risiko komplikasi selama kehamilan. Melalui keterlibatan langsung dalam kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya mengasah kompetensi klinis, tetapi juga memahami dinamika pelayanan kesehatan berbasis komunitas. Posyandu sebagai upaya kesehatan berbasis masyarakat yang mengedepankan prinsip dari, oleh, dan untuk masyarakat menjadi ruang strategis dalam meningkatkan literasi kesehatan dan kemandirian masyarakat. Kegiatan ini berlangsung di bawah supervisi Clinical Educator Puskesmas Lawang, Nadya Setyarini Farizka, A.Md.Kep, yang memastikan seluruh proses pelayanan berjalan sesuai standar serta memberikan pengalaman belajar yang komprehensif bagi mahasiswa. Melalui sinergi antara tenaga kesehatan, mahasiswa, dan masyarakat, Posyandu ILP diharapkan mampu menjadi garda terdepan dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat secara berkelanjutan, sekaligus memperkuat peran fisioterapi dalam sistem pelayanan kesehatan primer. Penulis dan Editor Bayu Prastowo
PMB Profesi Fisioterapis Periode Ganjil 2026

Program Pendidikan Profesi Fisioterapis Universitas Muhammadiyah Malang Saatnya melangkah lebih jauh dari sekadar sarjana fisioterapi! Program Pendidikan Profesi Fisioterapis UMM membuka peluang bagi Anda untuk menjadi tenaga kesehatan profesional yang kompeten, siap praktik, dan diakui secara nasional. Program ini dirancang dengan pendekatan praktik klinis intensif, berbasis kebutuhan dunia kerja, serta didukung oleh dosen dan praktisi berpengalaman di bidang fisioterapi. Kenapa Harus Profesi Fisioterapis UMM? Kurikulum berbasis praktik klinis nyata Penguatan clinical reasoning & decision making Pembekalan intensif menuju Uji Kompetensi (UKOM) Jejaring wahana praktik luas (RS, klinik, komunitas) Akreditasi UNGGUL sebagai jaminan mutu pendidikan Timeline PMB 2026 Pendaftaran: 20 April – 1 Agustus 2026 Seleksi Wawancara: 4 Agustus 2026 Matrikulasi: 6 – 29 Agustus 2026 Mulai Praktik Profesi pada September 2026 Daftar Sekarang! Jangan tunda langkahmu menuju fisioterapis profesional. Akses pendaftaran melalui https://online.umm.ac.id. Butuh Informasi Lebih Lanjut? Silahkan hubungi +62 812-3530-3316
Mahasiswa Profesi Fisioterapis UMM Dorong Layanan Inklusif Lewat Posyandu Disabilitas

Mahasiswa Program Studi Pendidikan Profesi Fisioterapis, Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES), Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) angkatan ke-13 saat ini tengah menjalani stase Fisioterapi Komunitas dan Geriatri di sejumlah puskesmas di wilayah Malang Raya. Salah satu titik praktik yang menjadi sorotan adalah keterlibatan mahasiswa dalam layanan Posyandu Disabilitas di Desa Wonorejo, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang, Senin (20/04/2026). Program Posyandu Disabilitas di wilayah ini dikenal sebagai salah satu layanan kesehatan inklusif yang telah berjalan sejak 2019, dengan pusat kegiatan di Desa Bedali dan dukungan dari Puskesmas Lawang. Posyandu ini menghadirkan pendekatan terpadu melalui model 7 meja pelayanan, mulai dari pendaftaran, pengukuran, pencatatan, konsultasi dan komunikasi informasi edukasi (KIE), pelayanan kesehatan, terapi, hingga pemberdayaan masyarakat. Melalui kegiatan ini, mahasiswa fisioterapi UMM berperan aktif dalam memberikan edukasi sekaligus layanan berbasis kebutuhan masyarakat disabilitas. Mereka turut memperkenalkan konsep fisioterapi inklusi, yang menekankan akses layanan kesehatan yang setara bagi penyandang disabilitas. Hal ini merupakan sebuah aspek yang dinilai masih terbatas di tingkat posyandu maupun puskesmas. Layanan yang diberikan tidak hanya berfokus pada intervensi fisik, tetapi juga pendekatan multidisiplin. Fisioterapi diberikan kepada penyandang tuna daksa, sementara terapi wicara menyasar individu dengan hambatan pendengaran dan komunikasi. Selain itu, terdapat layanan konseling untuk membantu penyelesaian persoalan disabilitas serta edukasi parenting bagi orang tua dalam mendampingi anak berkebutuhan khusus. Kehadiran mahasiswa dalam program ini sekaligus menjadi upaya bridging antara konsep akademik dengan praktik nyata di masyarakat. Posyandu sebagai layanan kesehatan berbasis komunitas yang mengedepankan prinsip dari, oleh, dan untuk masyarakat menjadi ruang strategis dalam memperkuat literasi kesehatan inklusif. Seluruh rangkaian kegiatan ini dilaksanakan di bawah pendampingan Clinical Educator Nadya Setyarini Farizka, A.Md.Kep serta supervisi Perseptorship Bayu Prastowo, Ftr., M.Si. Pendampingan ini memastikan bahwa intervensi yang dilakukan mahasiswa tetap berbasis evidensi serta sesuai dengan standar praktik fisioterapi komunitas. Melalui keterlibatan langsung di Posyandu Disabilitas, mahasiswa tidak hanya mengasah kompetensi klinis, tetapi juga memperkuat sensitivitas sosial terhadap isu disabilitas. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam mendorong pengembangan layanan fisioterapi yang lebih inklusif di tingkat layanan primer, sekaligus memperluas peran fisioterapis dalam sistem kesehatan masyarakat. Penulis dan Editor Bayu Prastowo
Pertahankan Kualitas Pendidikan, Prodi Profesi Fisioterapis UMM Lakukan Audit Mutu Internal

Program Studi Pendidikan Profesi Fisioterapis, Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES), Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melaksanakan kegiatan Audit Mutu Internal (AMI) sebagai bagian dari upaya menjaga dan meningkatkan kualitas pendidikan tinggi. Kegiatan ini diselenggarakan pada periode 17 April 2026 di Ruang Sidang GKB 5, dengan pelaksanaan audit oleh tim Badan Penjaminan Mutu Internal (BPMI) UMM. Audit ini dipimpin oleh auditor, Dr. Erna Yayuk, S.Pd., M.Pd., yang melakukan peninjauan menyeluruh terhadap berbagai aspek penyelenggaraan program studi, mulai dari tata kelola akademik, implementasi kurikulum, hingga sistem penjaminan mutu berkelanjutan. Proses audit menjadi instrumen penting dalam memastikan bahwa seluruh standar pendidikan berjalan sesuai dengan ketentuan dan terus mengalami peningkatan kualitas. Ketua Program Studi Pendidikan Profesi Fisioterapis, Safun Rahmanto, SST.Ft., Ftr., M.Fis., menyampaikan bahwa audit mutu internal bukan sekadar proses evaluasi administratif, melainkan bagian dari strategi penguatan institusi dalam mempertahankan capaian akreditasi unggul. “Kegiatan ini menjadi momentum refleksi sekaligus penguatan sistem. Kami berkomitmen untuk terus menjaga kualitas pendidikan, baik dari sisi akademik maupun layanan kepada mahasiswa,” ujarnya. Hal senada juga disampaikan Sekretaris Program Studi, Zidni Imanurrohmah Lubis, S.Ft., Ftr., M.Biomed., yang menekankan pentingnya sinergi seluruh elemen dalam mendukung keberhasilan audit mutu. Menurutnya, keberlanjutan mutu tidak hanya bergantung pada dokumen, tetapi juga implementasi nyata dalam proses pembelajaran dan praktik klinik. Audit mutu internal ini merupakan bagian dari siklus penjaminan mutu berkelanjutan yang diterapkan di lingkungan UMM. Melalui kegiatan ini, program studi tidak hanya melakukan evaluasi capaian, tetapi juga menyusun rencana tindak lanjut sebagai langkah strategis dalam menghadapi dinamika pendidikan tinggi, termasuk tuntutan kompetensi lulusan di bidang fisioterapi. Dengan terlaksananya audit ini, Program Studi Pendidikan Profesi Fisioterapis UMM menegaskan komitmennya untuk terus menjaga standar kualitas pendidikan serta memperkuat posisinya sebagai program studi dengan akreditasi unggul yang adaptif terhadap perkembangan saat ini. Penulis dan Editor Bayu Prastowo
Perkuat Kerja Sama, Fisioterapi UMM Dorong Ekspansi Riset dan Pengabdian Antara Institusi Pendidikan dan Klinis

Program Studi Pendidikan Profesi Fisioterapis, Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) bersama RSUD Sumberglagah menggelar kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) kerja sama pada Rabu, 15 April 2026. Kegiatan ini menjadi momentum strategis untuk meninjau keberlangsungan kolaborasi yang telah berjalan sejak 2023 sekaligus merumuskan arah pengembangan kerja sama ke depan. Kerja sama antara kedua institusi yang berlaku hingga 2027 ini selama ini berfokus pada pengiriman mahasiswa praktik klinik profesi fisioterapis dengan jumlah rata-rata 4 hingga 6 mahasiswa setiap bulan. Mahasiswa menjalani praktik di beberapa stase, termasuk neurologi sentral dan perifer, integumen di bawah supervisi clinical educator yang telah ditunjuk. Dalam evaluasi tersebut, berbagai aspek teknis turut dibahas, mulai dari sistem orientasi mahasiswa sebelum praktik, mekanisme administratif, hingga rencana penyesuaian perjanjian kerja sama melalui adendum. Salah satu poin penting yang mengemuka adalah perlunya penguatan implementasi kerja sama yang tidak hanya terbatas pada bidang pendidikan, tetapi juga mencakup penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Dekan FIKES UMM, Hidajah Rachmawati, S.Si., Sp.FRS, menegaskan pentingnya menjaga keberlanjutan kerja sama yang telah terjalin sekaligus memperluas dampaknya. “Kerja sama ini perlu terus dijaga dan dikembangkan. Tidak hanya dalam pengiriman mahasiswa praktik, tetapi juga perlu diimplementasikan dalam bentuk lain seperti penelitian dan pengabdian, sehingga manfaatnya semakin luas bagi kedua belah pihak,” ujarnya. Selain itu, Ketua Program Studi Pendidikan Profesi Fisioterapi UMM, Safun Rahmanto, SST.Ft., Ftr., M.Fis, turut mendorong penguatan kolaborasi dalam pengembangan sumber daya manusia, khususnya bagi tenaga kesehatan di RSUD Sumberglagah. “Kami membuka peluang bagi pegawai rumah sakit untuk melanjutkan studi ke jenjang profesi fisioterapi di UMM sebagai bagian dari penguatan kompetensi dan peningkatan kualitas layanan,” ungkapnya. Hasil monitoring dan evaluasi ini juga menghasilkan sejumlah rencana tindak lanjut, termasuk penyusunan naskah adendum kerja sama yang akan menyesuaikan dengan kebutuhan dan dinamika regulasi terkini. Selain itu, penguatan sistem orientasi mahasiswa juga menjadi perhatian untuk meningkatkan kesiapan mahasiswa sebelum memasuki wahana praktik. Kegiatan ini menegaskan komitmen bersama dalam membangun kolaborasi yang berkelanjutan, tidak hanya dalam pendidikan klinik, tetapi juga dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan peningkatan kualitas layanan kesehatan. Penulis dan Editor Bayu Prastowo