Open Recruitment Asisten Laboratorium 2025

Apa itu Asisten Laboratorium? Asisten Laboratorium (Aslab) merupakan mahasiswa terpilih berdasarkan beberapa rangkaian selektif yang membantu dosen dan tim laboratorium dalam mendukung kegiatan praktikum, penelitian, dan pembelajaran. Selain menyiapkan sarana serta mendampingi jalannya praktikum, asisten juga berperan menjaga kelancaran proses belajar. Menjadi asisten laboratorium memberi kesempatan berharga untuk memperdalam ilmu, melatih keterampilan klinis, meningkatkan tanggung jawab, serta memperluas jejaring akademik menuju fisioterapis yang profesional. Proses Seleksi Proses seleksi Asisten Laboratorium terdiri dari beberapa tahap. Tahap I Pendaftaran mulai dari 6-22 Agustus 2025, Tahap II Tes Tulis pada 23 Agustus 2025, Tahap III Wawancara pada 24-25 Agustus 2025, dan Tahap Terakhir merupakan pengumuman hasil seleksi pada 2 September 2025. Ketentuan dan Persyaratan Mahasiswa aktif Program Studi S1 Fisioterapi tahun masuk/ angkatan 2022. Mahasiswa tidak memiliki riwayat mengulang mata kuliah semester V atau VI. Berkomitmen, rajin, bertanggung jawab, dan aktif dalam proses perkuliahan. Sehat jasmani dan rohani. Bersedia ditempatkan pada bidang keilmuan Neuromuskular – Elektrofisika, Kardiopulmonal – Olahraga, Pediatri – Kesehatan Wanit, Muskuloskeletal – Manual Terapi, dan Komunitas – Geriatri. Mahasiswa berhak mendapatkan honorarium dan sertifikat. Mengumpulkan berkas pendaftaran lengkap yang terdiri dari Scan KTM, Curriculum Vitae (CV), Surat Lamaran, Transkrip Nilai Semester I s/d VI, dan Pas Foto Almamater UMM. Informasi Seluruh informasi pendaftaran Asisten Laboratorium dapat diakses pada laman dibawah ini.
Tak Hanya Belajar, Mahasiswa Profesi Fisioterapis UMM Jadi Promotor Kesehatan Lansia di Thailand

Dua mahasiswa Program Studi Profesi Fisioterapis Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKes) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), yakni Moh. Nurul Waridhil Iqbal dan Rizki Awwaludin, berkesempatan mengikuti International Internship Program di Faculty of Physical Therapy, Mahidol University, Thailand. Kegiatan ini menjadi pengalaman berharga bagi keduanya untuk memperluas wawasan akademik sekaligus memperkuat kontribusi nyata di bidang kesehatan secara internasional. Sebagai bagian dari rangkaian program, Iqbal dan Rizki turut serta dalam kegiatan sosial bersama komunitas lansia di Wat Suwat Village, Thailand, pada Kamis (24/7/2025). Acara tersebut diselenggarakan oleh Tambon Health Promoting Hospital Wat Suwan yang bekerja sama dengan Faculty of Physical Therapy, Mahidol University. Pada kesempatan itu, para lansia diberikan sosialisasi pembuatan sandbag, yaitu alat latihan beban sederhana yang bisa dibuat sendiri di rumah. Alat ini bertujuan untuk menunjang aktivitas fisik sehari-hari sekaligus menjaga kebugaran tubuh. Setelah sesi sosialisasi, sandbag yang telah selesai dibuat langsung digunakan dalam latihan bersama yang dipandu oleh Dr. Thanwarat, Clinical Educator dari Mahidol University. Dalam sesi latihan tersebut, mahasiswa fisioterapi UMM turut aktif mendampingi para lansia. Mereka membantu mengarahkan gerakan, memastikan teknik yang dilakukan benar, serta memberikan motivasi agar para peserta dapat mengikuti latihan dengan aman dan menyenangkan. Tak berhenti di sana, kegiatan juga diramaikan dengan games interaktif yang melibatkan mahasiswa, tenaga kesehatan, dan komunitas lansia. Suasana penuh kehangatan dan keceriaan pun tercipta, mencerminkan nilai kebersamaan dan kepedulian lintas generasi. Melalui partisipasi ini, mahasiswa Profesi Fisioterapis UMM tidak hanya memperoleh pengalaman praktik lapangan berskala internasional, tetapi juga berperan aktif dalam mendukung kualitas hidup lansia. Pendekatan yang mereka bawa menekankan aspek promotif, preventif, sekaligus rehabilitatif, sesuai dengan semangat fisioterapi modern yang berfokus pada peningkatan kualitas hidup masyarakat. Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa mahasiswa fisioterapi Indonesia mampu bersaing dan berkontribusi dalam forum internasional, sekaligus membawa nama baik Universitas Muhammadiyah Malang di kancah internasional. Penulis Rizki Awwaludin dan Editor Bayu Prastowo
Bangga! Mahasiswa Profesi Fisioterapis UMM Ikut Proyek Global Seating and Assistive Technology Clinic di Thailand

Dua mahasiswa Program Studi Profesi Fisioterapis Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Moh. Nurul Waridhil Iqbal dan Rizki Awwaludin berkesempatan terlibat dalam meeting kerja sama internasional antara Faculty of Physical Therapy, Mahidol University, perusahaan INOAC, dan Bangkok Foam Co., Ltd (BFC). Pertemuan ini membahas pengembangan SeAT Clinic (Seating and Assistive Technology Clinic) yang berfokus pada pembuatan kursi terapi untuk anak dengan gangguan postural, Senin 21/7/2025 Kegiatan ini dilaksanakan di Laboratorium Faculty of Physical Therapy, Mahidol University, dengan melibatkan akademisi, praktisi fisioterapi, serta mitra industri. Proyek SeAT Clinic ini bertujuan merancang kursi terapi yang ramah anak, fungsional, dan ekonomis, dengan memanfaatkan bahan cardboard (karton daur ulang) sebagai kerangka utama. Kursi kemudian dimodifikasi menggunakan foam bertekstur firm yang dipilih secara khusus untuk menopang tubuh, menjaga postur, dan memastikan kenyamanan anak saat duduk. Setiap kursi didesain menyesuaikan ukuran dan bentuk tubuh anak, sehingga memberikan dukungan optimal sesuai kebutuhan masing-masing individu. Inovasi ini tidak hanya menghadirkan solusi rehabilitasi yang efektif, tetapi juga mengusung konsep keberlanjutan (sustainability) melalui pemanfaatan material daur ulang. Bagi Iqbal dan Rizki, keterlibatan dalam proyek ini menjadi pengalaman berharga untuk memahami bagaimana fisioterapi dapat terintegrasi dengan teknologi dan inovasi industri. “Kami belajar langsung bagaimana ide-ide rehabilitasi bisa diwujudkan menjadi produk nyata yang bermanfaat bagi anak-anak dengan kebutuhan khusus. Konsep recycle ini juga memberi perspektif baru bahwa fisioterapi bisa berkontribusi dalam solusi yang ramah lingkungan,” ungkap Iqbal. Selain itu, kegiatan ini memperlihatkan bagaimana kolaborasi akademisi, praktisi, dan mitra industri dapat menghasilkan inovasi alat bantu kesehatan yang lebih terjangkau, berkelanjutan, dan berorientasi pada kebutuhan pasien. Pertemuan ini sekaligus memperkuat jejaring internasional antara Mahidol University, UMM, serta mitra industri di Thailand. Kolaborasi lintas sektor diharapkan dapat melahirkan model klinik SeAT yang tidak hanya menjadi wadah riset dan pengembangan, tetapi juga berdampak nyata bagi peningkatan kualitas hidup anak-anak dengan gangguan postural. “Mahasiswa mendapatkan kesempatan emas untuk melihat secara langsung bagaimana fisioterapi dikembangkan bersama teknologi dan inovasi. Ini menjadi bekal penting untuk memperluas wawasan mereka, sekaligus memperkaya praktik fisioterapi di Indonesia,” ujar Dr. Jenjira, Lecturer Faculty of Physical Therapy Mahidol University. Melalui proyek ini, mahasiswa UMM tidak hanya memperoleh ilmu praktis, tetapi juga merasakan atmosfer riset kolaboratif internasional yang membuka peluang pengembangan fisioterapi berbasis inovasi di kedepannya. Penulis dan Editor Bayu Prastowo
Mahasiswa Profesi Fisioterapis UMM Belajar Sistem Rehabilitasi Modern di Luang Por Poen Hospital, Thailand

Mahasiswa Program Studi Profesi Fisioterapis Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) berkesempatan mengikuti Clinical Experience di Luang Por Poen Hospital, Nakhon Chai Si District, Thailand. Kegiatan ini terlaksana dengan pendampingan dari Dr. Jenjira, Lecturer di Faculty of Physical Therapy, Mahidol University, Kamis, 17/7/2025. Agenda utama kegiatan adalah mempelajari sistem Intermediate Medical Care (IMC) serta sistem perawatan kesehatan primer yang diterapkan di Luang Por Poen Hospital. Materi dan pendampingan disampaikan langsung oleh Wichantra Tulawong, Kepala Unit Rehabilitasi Medis rumah sakit tersebut. Intermediate Medical Care (IMC) merupakan bentuk perawatan transisi antara layanan intensif dan ruang rawat inap umum. Pada tahap ini, pasien sudah tidak dalam kondisi kritis, tetapi masih membutuhkan pemantauan ketat dan rehabilitasi berkelanjutan. Rencana perawatan yang diterapkan mencakup terapi fisik rutin selama 10 hari dengan pendekatan multidisipliner. Sebagian besar pasien di unit IMC adalah mereka yang tengah dalam pemulihan dari stroke, cedera otak traumatik, cedera sumsum tulang belakang, hingga patah tulang panggul. Sistem ini memungkinkan pasien menjalani fase pemulihan yang terstruktur, berorientasi pada peningkatan fungsi, sekaligus mencegah komplikasi jangka panjang. Dengan demikian, IMC berperan penting dalam menjembatani kesenjangan antara perawatan akut penyelamat nyawa dan pemulihan penuh menuju kemandirian. Sedangkan konsep Independent Living Care (ILC) merupakan salah satu inovasi yang menarik perhatian mahasiswa. Rumah sakit menyediakan ruangan yang didesain menyerupai rumah sehari-hari, lengkap dengan kamar tidur, kamar mandi, dapur, hingga toilet. Fasilitas ini berfungsi sebagai simulasi kehidupan nyata, di mana pasien dilatih untuk melakukan aktivitas sehari-hari secara mandiri sebelum benar-benar kembali ke rumah. Konsep ini memberi pengalaman langsung bagi pasien untuk beradaptasi dengan kondisi nyata di lingkungan rumah, sekaligus memastikan mereka siap menjalani hidup mandiri dengan aman dan percaya diri. Melalui pengalaman klinis ini, mahasiswa Profesi Fisioterapis UMM tidak hanya belajar tentang sistem IMC, tetapi juga memperoleh wawasan tentang pendekatan holistic patient care yang diterapkan di Thailand. Pendekatan ini menekankan perawatan pasien secara menyeluruh, mencakup aspek fisik, psikologis, dan sosial. Penulis Moh. Nurul Waridhil Iqbal dan Editor Bayu Prastowo
Mahasiswa Profesi Fisioterapis UMM Berkonstribusi dalam Riset Internasional Parkinson antara Mahidol Univeristy dan Murdoch University

Program Studi Profesi Fisioterapis, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menunjukkan kiprahnya di kancah internasional. Kali ini melalui INternational Internship Program, mahasiswa profesi tersebut berkontribusi dalam riset internasional yang berfokus pada penyakit Parkinson bersama para dosen Faculty of Physical Therapy, Mahidol University Thailand dan Dr. Brook Galna dari Murdoch University, Australia. Kegiatan ini dilaksanakan pada Senin (07/07/2025) bertempat di Faculty of Physical Therapy, Mahidol University, Thailand. Acara dihadiri oleh para dosen, peneliti, dan praktisi fisioterapi dari Mahidol University yang aktif berkontribusi dalam diskusi ilmiah. Riset kolaboratif ini menyoroti isu penting dalam fisioterapi, khususnya pada penanganan dan pengelolaan penyakit Parkinson. Penyakit ini dikenal sebagai salah satu gangguan neurodegeneratif yang memengaruhi kualitas hidup pasien secara signifikan. Melalui penelitian bersama, diharapkan dapat ditemukan pendekatan fisioterapi yang lebih efektif dalam membantu pasien mempertahankan fungsi motorik, kemandirian, serta meningkatkan kualitas hidup mereka. Kolaborasi ini juga menjadi langkah nyata UMM dalam memperkuat jejaring akademik secara internasional serta mengembangkan kapasitas penelitian dosen dan mahasiswa. Kehadiran Dr. Brook Galna, pakar fisioterapi neurologi dari Murdoch University, memberikan nilai tambah dengan wawasan dan pengalaman internasional dalam bidang penelitian penyakit neurodegeneratif. Selain sesi pemaparan riset, kegiatan ini juga menjadi forum pertukaran pengetahuan dan pengalaman antarpraktisi fisioterapi lintas negara. Para peserta berdiskusi mengenai tren terbaru, tantangan, serta peluang penelitian lanjutan dalam bidang fisioterapi neurologi, khususnya terkait Parkinson. Dengan adanya kegiatan ini, Profesi Fisioterapi UMM diharapkan tidak hanya memperkuat reputasi akademiknya di tingkat internasional, tetapi juga berkontribusi dalam memberikan solusi nyata bagi permasalahan kesehatan internasional. Kolaborasi lintas negara ini sekaligus membuka peluang untuk riset-riset lanjutan di bidang fisioterapi neurologi yang lebih luas kedepannya. Penulis dan Editor Bayu Prastowo
Mahasiswa Fisioterapi UMM Buktikan Jiwa Patriotik dalam Gelaran TGX Soekarno Run 2025

Semangat nasionalisme menggema di Kabupaten Trenggalek lewat gelaran TGX Soekarno Run 2025, Minggu (22/6/2025). Ajang olahraga bertema kebangsaan ini digagas oleh anggota DPR RI Dapil VII Jawa Timur, Novita Hardini, dan sukses menarik antusiasme lebih dari 2.500 peserta dari dalam dan luar daerah. Lomba lari sejauh 5 kilometer ini dimulai dan berakhir di kawasan Pasar Pon Trenggalek, yang sejak pagi sudah dipadati peserta dari berbagai usia. Tak hanya menjadi sarana olahraga massal, kegiatan ini juga digelar dalam rangka memperingati Bulan Bung Karno, sebagai bentuk penghormatan terhadap sang Proklamator Republik Indonesia. “TGX Soekarno Run bukan sekadar olahraga, tetapi juga momentum untuk membumikan kembali semangat juang Bung Karno di tengah masyarakat, khususnya generasi muda,” ujar Novita dalam sambutannya. Ia menekankan pentingnya menjadikan olahraga sebagai wahana edukatif dan inspiratif, yang tidak hanya menyehatkan fisik, tetapi juga menghidupkan nilai-nilai perjuangan dan nasionalisme. Tak hanya meriah secara partisipasi, gelaran ini juga diorganisasi dengan dukungan profesional. Salah satu yang menjadi perhatian adalah layanan pemulihan fisik yang disediakan oleh tim fisioterapi. Muhammad Hafizzurrahman dan Danang Wasis Medika Putra, mahasiswa dari Program Studi Fisioterapi Universitas Muhammadiyah Malang, hadir memberikan dukungan medis bagi peserta, mulai dari pencegahan cedera hingga pemulihan cepat pasca lari. Kehadiran tim fisioterapi ini menegaskan pentingnya sinergi antara dunia olahraga dan kesehatan, sekaligus menjadi ruang aktualisasi mahasiswa untuk mengabdi dan menerapkan keilmuannya secara langsung di masyarakat. Penulis dan Editor Bayu Prastowo
Fisioterapi UMM Bersama Pemkab Bojonegoro Satukan Langkah untuk Mendorong Kemandirian Lansia

MATAHATI: Dalam rangka menyukseskan peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) 2025 yang mengusung tema “Lansia Bahagia, Indonesia Sejahtera”, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menjalin kerja sama strategis dengan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, Sabtu (14/06/2025). Hadir dalam agenda koordinasi dan ramah-tamah yang berlangsung di Rumah Dinas Bupati Bojonegoro, Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKes) UMM, Rakhmad Rosadi, SST.Ft., Ftr., M.Sc., Ph.D, mewakili Program Studi S1 Fisioterapi dan Profesi Fisioterapis, serta Prof. Dr. Yoyok Bekti Prasetyo, M.Kep., Sp.Kom, selaku Dekan FIKes UMM. Pertemuan ini juga dihadiri oleh Dr. Hj. Sri Budi Cantika Yuli, atau yang akrab disapa Bu Cantika Wahono, selaku Ketua Tim Penggerak PKK sekaligus Ketua Pembina Posyandu Kabupaten Bojonegoro. Dalam sambutannya, Bu Cantika menyampaikan apresiasi atas komitmen UMM dalam mendukung pelaksanaan HLUN 2025. Ia menegaskan bahwa momentum ini bukan hanya seremoni tahunan, namun upaya nyata meningkatkan kualitas hidup dan aktivitas fungsional para lansia. “Kami berharap HLUN bukan hanya menjadi gaung tahunan, melainkan gerakan yang berdampak langsung, menciptakan lansia yang aktif, sehat, dan mandiri,” ujar Bu Cantika Wahono. Dalam kesempatan yang sama, Rakhmad Rosadi menjelaskan bahwa fisioterapi berperan penting dalam menjaga dan meningkatkan kemandirian lansia. Ia menekankan pentingnya pendekatan inovatif dalam program-program kesehatan bagi lansia, yang tidak hanya menggunakan teknik konvensional tetapi juga mengintegrasikan aktivitas sehari-hari agar lebih menyenangkan dan berkelanjutan. “Latihan fisioterapi bersifat rutin dan jangka panjang. Jika disesuaikan dan dimodifikasi, maka lansia dapat menjalani latihan tanpa tekanan, bahkan secara tidak sadar. Ini menjadi kunci menjaga kualitas hidup mereka,” tuturnya. Rakhmad juga menambahkan bahwa program ini akan menjadi media pembelajaran klinis bagi mahasiswa fisioterapi UMM. Selain praktik langsung, mahasiswa juga akan melakukan observasi dan penelitian untuk memetakan permasalahan dan kebutuhan lansia di wilayah Bojonegoro secara lebih komprehensif. Prof. Yoyok Bekti Prasetyo turut menegaskan bahwa kolaborasi ini merupakan wujud kontribusi nyata perguruan tinggi bagi masyarakat. “Kampus harus hadir di tengah masyarakat, tidak hanya sebagai penghasil lulusan berkualitas, tapi juga sebagai pusat solusi dari permasalahan sosial, ekonomi, hingga kesehatan. Ini adalah semangat pengabdian yang terus kami bangun,” tegasnya. Sinergi antara UMM dan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro ini diharapkan dapat menjadi model kolaborasi antara akademisi dan pemerintah daerah dalam meningkatkan kesejahteraan lansia secara berkelanjutan. Penulis dan Editor Bayu Prastowo
Langkah Nyata UMM Menuju Kampus Bereputasi Global melalui Program Student Exchange

Program Studi Fisioterapi Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menggelar program pertukaran mahasiswa internasional bekerja sama dengan Mahidol University, Thailand. Program ini telah memasuki pelaksanaan dan berlangsung selama satu bulan di Malang. Program pertukaran pelajar ini menjadi wujud nyata komitmen kedua institusi dalam menyiapkan lulusan fisioterapi yang unggul dan memiliki kompetensi pelayanan berbasis komunitas internasional. Melalui kegiatan ini, mahasiswa dari Mahidol University mendapatkan pengalaman akademik dan klinis langsung di Indonesia melalui Program Studi Fisioterapi UMM. Rangkaian kegiatan yang dijalankan dalam program ini meliputi pembelajaran klinis di Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) dan perkuliahan di kelas internasional bersama para dosen dari Program Studi Fisioterapi UMM. Pemilihan Puskesmas sebagai lokasi praktik bukan tanpa alasan. Perbedaan pendekatan layanan kesehatan komunitas antara Indonesia dan Thailand menjadi poin pembelajaran penting bagi mahasiswa internasional untuk memahami beragam model intervensi fisioterapi di tingkat masyarakat. Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan UMM, Prof. Dr. Yoyok Bekti Prasetyo, S.Kep., M.Kep., secara langsung menyambut kedatangan mahasiswa asing tersebut. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa kerja sama ini telah terjalin sejak beberapa tahun terakhir dan diharapkan terus berkembang. “Program ini menjadi bentuk kontribusi Fisioterapi UMM dalam memberikan referensi global terkait peran dan fungsi fisioterapi di komunitas. Harapannya, ini bisa menjadi model pembelajaran lintas negara yang saling menguatkan,” jelasnya. Senada dengan hal tersebut, Direktur International Relations Office (IRO) UMM, Dr. Ir. Listiari Hendraningsih, MP., menambahkan bahwa program ini merupakan bagian dari strategi internasionalisasi kampus yang konsisten dijalankan UMM. “Kegiatan pertukaran ini adalah salah satu aktualisasi dari program internasionalisasi kampus. Selain memberikan pengalaman lintas budaya bagi mahasiswa asing, kegiatan ini juga memperluas jejaring akademik global UMM. Kami berharap ke depannya kerja sama seperti ini bisa diperluas tidak hanya di kawasan Asia Tenggara, tetapi juga menjangkau mitra di Eropa dan wilayah lainnya,” ungkapnya. Sebagai bagian dari penguatan mutu pendidikan tinggi, kegiatan seperti ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing lulusan UMM di level global, sekaligus memperkenalkan keunggulan layanan kesehatan berbasis komunitas di Indonesia kepada dunia internasional. Penulis dan Editor Bayu Prastowo
UMM dan Chulalongkorn University Jalin Kolaborasi Internasional, Angkat Isu Kesehatan Lansia dalam Seminar Fisioterapi

MATAHATI: Departemen Fisioterapi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), yang terdiri dari Program Sarjana Fisioterapi dan Pendidikan Profesi Fisioterapis di bawah naungan Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES), menjalin kolaborasi strategis dengan Department of Physical Therapy, Faculty of Allied Health Sciences, Chulalongkorn University, Thailand, Malang (20/05/2025). Kerja sama ini diwujudkan dalam bentuk International Seminar on Community-Based Physiotherapy, yang diselenggarakan di kampus UMM dan dihadiri oleh 275 peserta dari berbagai kalangan. Mereka terdiri atas mahasiswa fisioterapi, praktisi klinis, serta tenaga kesehatan dari berbagai Puskesmas di wilayah Kota dan Kabupaten Malang. Mengangkat tema ” Enhancing Balance and Independence in the Elderly: The Role of Physiotherapy in Communities”, seminar ini menghadirkan pembicara internasional dan nasional yang kompeten di bidangnya. Associate Professor Akkradate Siriphorn, PT., Ph.D., D.PT dari Chulalongkorn University menjadi pembicara utama. Dalam sesinya, ia memaparkan pendekatan fisioterapi dalam meningkatkan keseimbangan dan kemandirian para lansia, berdasarkan studi dan praktik yang diterapkan di Thailand. Pemaparan tersebut diperkaya dengan perspektif nasional melalui kehadiran Alwan Bashori, SST.Ft., Ftr., AIFO, seorang praktisi klinis yang telah membawa profesi fisioterapi meraih penghargaan tingkat nasional. Ia menginspirasi peserta dengan praktik-praktik inovatif yang berdampak langsung pada komunitas. Selain itu, Nungki Marlian Yuliadarwati, SST.Ft., Ftr., M.Kes menyampaikan pentingnya aktivitas fisik rutin bagi lansia guna mempertahankan kebugaran dan kualitas hidup secara menyeluruh. Seminar ini secara resmi dibuka oleh Wakil Rektor IV Bidang Riset, Pengabdian, dan Kerja Sama UMM, Dr. Muhamad Salis Yuniardi, M.Psi., Ph.D. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi atas terwujudnya kolaborasi internasional ini sebagai bagian dari strategi globalisasi pendidikan di UMM. “Kami mengapresiasi komitmen seluruh pihak dalam mewujudkan kerja sama lintas negara ini. Harapannya, kegiatan seperti ini dapat meningkatkan jumlah dan kualitas publikasi internasional, mendukung proses akreditasi internasional program studi, serta membuka peluang terbentuknya kelas internasional kedepannya,” ujar Dr. Salis. Sementara itu, Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan, Prof. Dr. Yoyok Bekti Prasetyo, M.Kep., Sp.Kom turut menegaskan pentingnya akselerasi internasionalisasi program studi yang masih tergolong muda ini. “Kita tahu bahwa Program Studi Fisioterapi merupakan salah satu yang termuda di UMM. Namun dari sisi akselerasi di level internasional, sudah menunjukkan capaian yang patut dibanggakan. Dengan dukungan fasilitas baru di Gedung Kuliah Bersama (GKB) 5, kami optimistis kegiatan internasional seperti ini akan terus berkembang,” ungkapnya. Seminar ini tidak hanya menjadi ajang diskusi akademik, tetapi juga jembatan yang menghubungkan dunia pendidikan, layanan kesehatan primer, dan komunitas. Melalui kegiatan ini, diharapkan terjadi transfer pengetahuan dan praktik dalam menangani permasalahan kesehatan lansia di Indonesia dan Asia Tenggara. Penulis dan Editor Bayu Prastowo
Fisioterapi UMM Gaungkan Layanan Kesehatan Komunitas ke Dunia Internasional

Program Studi Fisioterapi Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menggelar program pertukaran mahasiswa internasional bekerja sama dengan Mahidol University, Thailand. Program ini telah memasuki pelaksanaan dan berlangsung selama satu bulan di Malang. Program pertukaran pelajar ini menjadi wujud nyata komitmen kedua institusi dalam menyiapkan lulusan fisioterapi yang unggul dan memiliki kompetensi pelayanan berbasis komunitas internasional. Melalui kegiatan ini, mahasiswa dari Mahidol University mendapatkan pengalaman akademik dan klinis langsung di Indonesia melalui Program Studi Fisioterapi UMM. Rangkaian kegiatan yang dijalankan dalam program ini meliputi pembelajaran klinis di Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) dan perkuliahan di kelas internasional bersama para dosen dari Program Studi Fisioterapi UMM. Pemilihan Puskesmas sebagai lokasi praktik bukan tanpa alasan. Perbedaan pendekatan layanan kesehatan komunitas antara Indonesia dan Thailand menjadi poin pembelajaran penting bagi mahasiswa internasional untuk memahami beragam model intervensi fisioterapi di tingkat masyarakat. Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan UMM, Prof. Dr. Yoyok Bekti Prasetyo, S.Kep., M.Kep., secara langsung menyambut kedatangan mahasiswa asing tersebut. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa kerja sama ini telah terjalin sejak beberapa tahun terakhir dan diharapkan terus berkembang. “Program ini menjadi bentuk kontribusi Fisioterapi UMM dalam memberikan referensi global terkait peran dan fungsi fisioterapi di komunitas. Harapannya, ini bisa menjadi model pembelajaran lintas negara yang saling menguatkan,” jelasnya. Senada dengan hal tersebut, Direktur International Relations Office (IRO) UMM, Dr. Ir. Listiari Hendraningsih, MP., menambahkan bahwa program ini merupakan bagian dari strategi internasionalisasi kampus yang konsisten dijalankan UMM. “Kegiatan pertukaran ini adalah salah satu aktualisasi dari program internasionalisasi kampus. Selain memberikan pengalaman lintas budaya bagi mahasiswa asing, kegiatan ini juga memperluas jejaring akademik global UMM. Kami berharap ke depannya kerja sama seperti ini bisa diperluas tidak hanya di kawasan Asia Tenggara, tetapi juga menjangkau mitra di Eropa dan wilayah lainnya,” ungkapnya. Sebagai bagian dari penguatan mutu pendidikan tinggi, kegiatan seperti ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing lulusan UMM di level global, sekaligus memperkenalkan keunggulan layanan kesehatan berbasis komunitas di Indonesia kepada dunia internasional. Penulis dan Editor Bayu Prastowo