Mahasiswa Profesi Fisioterapis Berikan Dukungan Medis pada Ribuan Pelari di Solo Run Fest 2025

Gelaran SOLO RUN FEST 2025 yang digelar di Stadion Manahan Solo menjadi panggung kolaborasi antara olahraga, pelayanan kesehatan, dan edukasi. Selain menyediakan fasilitas olahraga massa, event ini juga diwarnai dengan kehadiran mahasiswa Profesi Fisioterapis Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang bertugas sebagai tim medis lapangan, menangani cedera ringan, keluhan otot, dan pemulihan pascaberaktivitas bagi peserta, Solo (28/09/2025). Keterlibatan mahasiswa ini berlangsung saat mereka sedang menjalani praktik di RSO Prof. Dr. R. Soeharso Surakarta, dan menjadi salah satu upaya menerapkan teori ke dalam aksi nyata di tengah keramaian. Selain untuk membantu peserta, kegiatan tersebut juga dimaksudkan sebagai media pembelajaran klinis, pengabdian masyarakat, dan penguatan kompetensi bagi calon fisioterapis profesional. Acara semakin meriah dengan kehadiran Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, yang tidak hanya hadir sebagai tamu kehormatan, tetapi juga ikut berlari bersama peserta kategori 5K. Menurut laporan resmi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Gubernur Luthfi hadir bersama kurang lebih 6.000 peserta dalam event ini. Ia memberikan aba-aba pelepasan start untuk kategori 5K, dan kemudian berjalan di antara para pelari, menyapa peserta maupun warga di sepanjang rute lari yang melintasi jalan-jalan kota Solo seperti Adi Sucipto, Dr. Moewardi, Slamet Riyadi, Prof. Dr. Supomo, dan berakhir di Taman Balekambang. Dalam sambutannya, Gubernur Luthfi mendorong penyelenggaraan event olahraga yang dikaitkan dengan sport tourism untuk meningkatkan daya tarik daerah serta potensi ekonomi lokal melalui kunjungan peserta dan wisatawan. Para mahasiswa fisioterapi yang bertugas mengakui bahwa berhadapan langsung dengan kondisi nyata dan memperkaya pengalaman klinis mereka. Selain aspek teknis, mereka juga belajar mengelola komunikasi dengan peserta di lapangan, memastikan protokol keselamatan, serta koordinasi dengan tim medis lain ketika dibutuhkan. Namun, tantangan juga muncul, terutama dalam hal menata lokasi pelayanan medis, manajemen alat dan material kedaruratan olahraga, serta koordinasi arus peserta agar tidak terjadi penumpukan di titik layanan. Keberhasilan pelaksanaan ini tak lepas dari kerjasama antar berbagai pihak seperti panitia event, pemerintah daerah, instansi medis, dan institusi pendidikan. Acara ini menyiratkan pesan kuat bahwa event olahraga besar tidak hanya soal lomba atau hiburan, tetapi juga kesempatan untuk menempatkan fungsi pelayanan kesehatan dan peran fisioterapis dalam masyarakat. Di tengah hiruk-pikuk ribuan pelari dan geliat olahraga kota, mahasiswa fisioterapi UMM membuktikan bahwa persiapan profesional dimulai dari lapangan nyata. Penulis dan Editor Bayu Prastowo
Fisioterapi UMM Berikan Layanan Fisioterapi Gratis Untuk Meningkatkan Kemandirian Lansia

JurnalPost.com: Dalam rangka memperingati Hari Fisioterapi Dunia (World Physical Therapy Day) yang jatuh setiap bulan September, Program Studi Fisioterapi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro menggelar Seminar Nasional dan Layanan Fisioterapi Gratis. Kegiatan ini berlangsung pada Sabtu, 20 September 2025, di Pendopo Malowopati, Bojonegoro. Dengan mengusung tema “Optimalisasi Peran Fisioterapi Berbasis Pemberdayaan Masyarakat untuk Mewujudkan Masyarakat dan Lansia Sehat Mandiri,” acara ini dibuka oleh Bupati Bojonegoro, H. Setyo Wahono. Bupati Bojonegoro dalam sambutannya menegaskan pentingnya menjaga kesehatan sejak dini. “Keluhan orang tua itu sudah bukan kira-kira lagi, misalnya sakit pinggang atau boyok’en. Kesehatan adalah investasi terbesar, dan kegiatan ini merupakan kali pertama layanan fisioterapi gratis digelar Pemkab Bojonegoro,” ujarnya. Kegiatan ini terbagi menjadi dua rangkaian utama. Pertama, Seminar Nasional yang membahas peran fisioterapi dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan pemberdayaan lansia. Kedua, Pelayanan Fisioterapi Gratis berupa pemeriksaan fungsi gerak tubuh, skrining gangguan gerak, penanganan gangguan fungsional, serta edukasi perawatan mandiri. Dari sekitar 170 peserta yang hadir, mayoritas mengeluhkan nyeri pada leher, punggung, serta kaki, yang umumnya dialami akibat aktivitas sehari-hari maupun proses penuaan. Tim fisioterapis dari UMM memberikan terapi modalitas modern, latihan peregangan, hingga edukasi gerakan sederhana yang dapat dilakukan secara mandiri di rumah. Tim fisioterapis juga memberikan terapi manual pada peserta. Keluhan nyeri leher, punggung, dan kaki yang dialami para lansia disebabkan oleh beberapa mekanisme. Seiring bertambahnya usia, terjadi proses degenerasi pada sendi, otot, dan tulang belakang yang membuat jaringan tubuh menjadi lebih kaku dan rentan menimbulkan nyeri. Aktivitas sehari-hari yang dilakukan berulang tanpa disertai peregangan juga dapat menimbulkan ketegangan otot. Selain itu, postur tubuh yang kurang baik saat duduk, berdiri, maupun berjalan dalam jangka waktu lama memperberat beban pada tulang belakang. Inilah yang membuat banyaknya keluhan pada lansia. Ketua Program Studi Fisioterapi UMM menjelaskan bahwa kegiatan ini sekaligus menjadi sarana pengabdian masyarakat. “Kami berharap fisioterapi semakin dikenal dan dimanfaatkan, khususnya bagi lansia, agar mereka tetap sehat dan mandiri,” jelasnya. Penulis Bayu Prastowo
Hari Fisioterapi Dunia, UMM Gelar Pemeriksaan Kesehatan pada Lansia di Bojonegoro

LiputanSulbar: Dalam rangka memperingati Hari Fisioterapi Dunia (World Physical Therapy Day) yang jatuh setiap bulan September, Program Studi Fisioterapi dan Pendidikan Profesi Fisioterapis Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mendapat undangan kehormatan dari Pemerintah Kabupaten Bojonegoro untuk melaksanakan kegiatan pemberdayaan masyarakat. Acara ini digelar pada Sabtu, 20 September 2025 di Pendopo Malowopati, Bojonegoro, dengan mengusung tema “Mewujudkan Masyarakat Lansia Sehat dan Mandiri.” Kegiatan berlangsung meriah dengan dua agenda utama, yaitu seminar kesehatan dan layanan fisioterapi gratis. Masyarakat yang hadir mendapat kesempatan untuk melakukan pemeriksaan fungsi gerak tubuh, deteksi dini gangguan gerak, edukasi pola hidup aktif, hingga terapi langsung untuk berbagai keluhan seperti nyeri lutut, nyeri punggung, pegal linu, hingga kelemahan otot. Bupati Bojonegoro, H. Setyo Wahono, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi tinggi kepada fisioterapis yang berkontribusi meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Ia juga menekankan pentingnya menjaga kesehatan, terutama bagi kalangan lanjut usia. “Keluhan orang tua itu sudah bukan kira-kira lagi, misalnya seperti boyok’en (sakit pinggang). Kesehatan menjadi investasi terbesar saat ini. Buktinya, seberapa banyak harta atau seberapa tinggi jabatan yang kita miliki, ketika sakit semuanya menjadi tidak berharga lagi,” tegasnya. Seminar dan layanan fisioterapi gratis tersebut dihadiri berbagai lapisan masyarakat Bojonegoro. Beberapa organisasi juga turut berpartisipasi, di antaranya Persatuan Olahraga Tradisional Indonesia (PORTINA), Gabungan Organisasi Wanita (GOW), serta komunitas senam lansia seperti Senam Tera Indonesia. Secara keseluruhan, kegiatan ini diikuti lebih dari 170 peserta. Menariknya, Ketua Tim Penggerak PKK sekaligus Ketua Pembina Posyandu Kabupaten Bojonegoro, Dr. Hj. Sri Budi Cantika Yuli Wahono atau yang akrab disapa Bu Cantika Wahono, juga turut merasakan manfaat layanan fisioterapi gratis. “Aktivitas saya cukup padat, kadang membuat pergelangan kaki dan telapak kaki kiri terasa nyeri. Alhamdulillah, dengan adanya layanan fisioterapi ini saya bisa mendapat penanganan langsung,” ungkapnya. Melalui kegiatan ini, Fisioterapi UMM berharap semakin banyak masyarakat yang memahami pentingnya menjaga fungsi gerak tubuh sejak dini, sehingga lansia dapat tetap sehat, mandiri, dan produktif. Pemerintah Kabupaten Bojonegoro pun menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan program kesehatan berbasis masyarakat yang berkelanjutan. Penulis Bayu Prastowo
Momentum Hari Fisioterapi Dunia, Prodi Fisioterapi UMM-Pemkab Bojonegoro Baksos Layanan Fisioterapi Gratis

TABLOIDMATAHATI.COM: Program Studi Fisioterapi dan Profesi Fisioterapis, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) bersama Pemerintah Kabupaten Bojonegoro menggelar seminar nasional dan layanan fisioterapi gratis dalam rangka memperingati Hari Fisioterapi Sedunia yang diperingati setiap bulan September. Kegiatan ini dilaksanakan 20 September 2025. Momentum Hari Fisioterapi Dunia, Prodi Fisioterapi UMM-Pemkab Bojonegoro Baksos Layanan Fisioterapi Gratis 1 Pelayanan pemeriksaan dan intervensi fisioterapi kepada masyarakat Bojonegoro. Rangkaian pelaksanaan dijelaskan Ketua Program Studi Profesi Fisioterapis UMM, Safun Rahmanto, bertepatan momentum Hari Fisioterapi Sedunia antara Prodi Fisioterapi UMM dan Pemkab Bojonegoro menggelar bakti sosial (baksos) yang berlangsung di Pendopo Kabupaten Bojonegoro, mengusung tema Meningkatkan Kesadaran dan Pengetahuan Masyarakat Bojonegoro tentang Pentingnya Penuaan Sehat melalui Pendekatan Fisioterapi. Menurut Safun, selain baksos juga menggelar seminar menghadirkan tiga pakar fisioterapi UMM sebagai narasumbernya. Yakni Nungki Marlian Yuliadarwati, yang menekankan peran fisioterapi dalam menjaga kualitas hidup lansia dengan cara mempertahankan mobilitas dan mencegah penurunan fungsi tubuh. Momentum Hari Fisioterapi Dunia, Prodi Fisioterapi UMM-Pemkab Bojonegoro Baksos Layanan Fisioterapi Gratis 2 Pelayanan pemeriksaan dan intervensi fisioterapi kepada masyarakat Bojonegoro. Kemudian Sri Sunaringsih Ika Wardojo membahas strategi pemberdayaan lansia agar tetap mandiri, produktif, dan terintegrasi dalam komunitas sosial. Serta Dimas Sondang Irawan memaparkan pentingnya praktik fisioterapi berbasis riset ilmiah yang dapat meningkatkan mutu layanan kepada pasien lansia di Bojonegoro. Menariknya, tandas Safun, selain seminar tim Prodi Fisioterapi UMM juga menggelar baksos pelayanan pemeriksaan fisioterapi gratis di halaman pendopo yang berlangsung dari pukul 07.00 hingga 12.00 WIB. Pemeriksaan ini menjadi penting karena banyak masyarakat, khususnya lansia, yang kerap mengalami keluhan nyeri leher, punggung, maupun kaki akibat proses penuaan, aktivitas harian, atau postur tubuh yang kurang tepat. Momentum Hari Fisioterapi Dunia, Prodi Fisioterapi UMM-Pemkab Bojonegoro Baksos Layanan Fisioterapi Gratis 3 Bersama dengan bapak Bupati Bojonegoro dan pimpinan Dekan 3 FIKES, Prodi S1 dan Profesi Fisioterapis. Namun, sebagian besar dari mereka belum mendapatkan akses layanan fisioterapi secara memadai, baik karena keterbatasan biaya maupun minimnya pengetahuan tentang peran fisioterapi dalam menjaga kesehatan. Dengan adanya pemeriksaan gratis ini, masyarakat tidak hanya mendapatkan penanganan awal dan terapi sederhana, tetapi juga edukasi mengenai cara menjaga kesehatan otot dan sendi secara mandiri di rumah. “Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta mendorong pengembangan profesi fisioterapi di Indonesia,” ujar Safun Rahmanto. Safun menambahkan, saat kegiatan berlangsung mendapat sambutan antusias dari peserta terlihat dari banyaknya warga yang hadir dan memanfaatkan kesempatan ini. Pemerintah Kabupaten Bojonegoro pun menyambut baik inisiatif tersebut, bahkan berencana menjadikannya agenda tahunan. Kegiatan ini menjadi wujud nyata sinergi antara akademisi dan pemerintah daerah dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, sekaligus memperkenalkan fisioterapi sebagai bagian penting dari layanan kesehatan preventif dan rehabilitatif. Penulis dan Editor Bayu Prastowo
Pemkab Bojonegoro Gandeng Prodi Fisioterapi UMM Gelar Seminar Nasional dan Layanan Kesehatan Gratis untuk Lansia

blokBojonegoro.com: Dalam rangka memperingati Hari Fisioterapi Sedunia yang diperingati setiap tanggal 8 September, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro berkolaborasi dengan Program Studi S1 Fisioterapi dan Pendidikan Profesi Fisioterapis Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menggelar Seminar Nasional dan layanan kesehatan gratis bagi masyarakat, khususnya para lansia. Selaras dengan tema utama Hari Fisioterapi Dunia 2025 “Healthy Aging” kegiatan ini mengusung tema “Optimalisasi Peran Fisioterapi dan Pemberdayaan Masyarakat Mewujudkan Masyarakat Sehat dan Mandiri” bertujuan meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan fisik secara mandiri di usia lanjut. Acara yang berlangsung meriah ini menghadirkan para ahli fisioterapi dari UMM sebagai narasumber dalam seminar nasional, serta menyediakan pelayanan fisioterapi langsung di lokasi kegiatan. Warga Bojonegoro, terutama lansia dan keluarganya, tampak antusias memanfaatkan layanan pemeriksaan dan intervensi fisioterapi yang diberikan secara cuma-cuma oleh para fisioterapis profesional dan mahasiswa fisioterapi UMM. Bupati Bojonegoro, H. Setyo Wahono, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Prodi Fisioterapi UMM atas dedikasi dan kontribusinya dalam peningkatan kualitas hidup masyarakat khususnya lansia. “Seminar ini bisa menambah ilmu untuk lebih menjaga diri dan memperbaiki pola hidup, karena kesehatan adalah investasi terbesar. Memiliki kekayaan atau jabatan apapun, kalau tidak sehat nilainya menjadi nol. Apa yang kita punya tidak pernah ada artinya kalau kita sendiri tidak sehat,” tegas Bupati. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada UMM yang telah melakukan berbagai pemeriksaan, intervensi, dan edukasi kesehatan guna mendukung hidup yang lebih baik. “Selamat Hari Fisioterapi Sedunia, semoga memberikan manfaat lebih dalam menjaga dan mengantisipasi kondisi kesehatan keluarga kita,” tambahnya. Sementara itu, Wakil Dekan III Fakultas Ilmu Kesehatan UMM, Rahmad Rosadi, mengungkapkan rasa terima kasih kepada Pemkab Bojonegoro atas sambutan dan kerjasamanya. Ia menjelaskan bahwa pihaknya membawa 10 fisioterapis handal serta 15 mahasiswa Prodi Fisioterapi untuk terjun langsung dalam pelayanan kepada masyarakat. “Ini adalah bentuk pengabdian nyata dari dunia akademik kepada masyarakat luas, serta menjadi pengalaman belajar langsung bagi mahasiswa kami,” jelasnya. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam mendorong kolaborasi antara pemerintah daerah dan institusi pendidikan tinggi untuk bersama-sama meningkatkan taraf kesehatan masyarakat. Diharapkan kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara berkelanjutan untuk menjangkau lebih banyak daerah dan memberikan manfaat yang lebih luas, khususnya bagi lansia yang menjadi kelompok rentan dalam aspek kesehatan. Penulis dan Editor Bayu Prastowo
Workshop Fisioterapi Hadirkan Strategi Publikasi Ilmiah Berbasis Bukti dan Teknologi AI

Dalam upaya mendorong peningkatan kualitas dan kuantitas publikasi ilmiah, Program Studi Fisioterapi dan Pendidikan Profesi Fisioterapis menggelar Workshop Penulisan Fisioterapi bertajuk “Transforming Research into Global Publication: AI Tools, Literature Synthesis, and Publishing Strategies”. Kegiatan ini berlangsung hari ini dengan diikuti oleh seluruh dosen dan staf Program Studi Fisioterapi serta Pendidikan Profesi Fisioterapis, Selasa (5/8/2025). Workshop ini menghadirkan tiga narasumber kompeten yang memberikan panduan strategis dalam menulis dan menerbitkan artikel ilmiah, terutama untuk menembus jurnal bereputasi nasional dan internasional. Pembicara pertama menyampaikan materi mengenai Artificial Intelligence (AI) : Memanfaatkan Kecerdasan Buatan untuk Riset Akademik yang Lebih Cerdas dan Cepat mengulas bagaimana pemanfaatan teknologi AI dapat mempercepat dan mempermudah proses penulisan serta analisis data dalam penelitian fisioterapi. Sesi dilanjutkan oleh Ali Roziqin, M.PA., yang membawakan topik tentang Systematic Literature Review: Building Strong Foundations for Evicence Based Research. Ia menjelaskan langkah-langkah penting dalam menyusun telaah pustaka sistematis yang menjadi fondasi utama dalam penelitian berbasis bukti (evidence-based research). Menutup sesi, dosen internal Program Studi Fisioterapi, Sri Sunaringsih Ika Wardojo, PhD, berbagi strategi efektif dalam memilih jurnal, menyusun naskah ilmiah, hingga proses submit dan revisi di jurnal internasional bereputasi. Ketua program studi, Dimas Sondang Irawan, PhD menyatakan bahwa workshop ini merupakan bagian dari komitmen institusi dalam membangun budaya riset yang kuat di kalangan dosen. “Luaran yang diharapkan dari kegiatan ini adalah meningkatnya jumlah publikasi dosen, baik di jurnal nasional terakreditasi maupun jurnal internasional bereputasi,” ujarnya. Kegiatan ini mendapat sambutan antusias dari para peserta, yang mengaku memperoleh banyak wawasan dan motivasi untuk lebih aktif menulis dan mempublikasikan hasil penelitiannya. Dengan terselenggaranya workshop ini, Program Studi Fisioterapi dan Pendidikan Profesi Fisioterapisberharap dapat terus berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan memperkuat posisi Indonesia dalam kancah publikasi ilmiah global, khususnya di bidang fisioterapi. Penulis dan Editor Nikmatur Rosidah
Tak Hanya Belajar, Mahasiswa Profesi Fisioterapis UMM Jadi Promotor Kesehatan Lansia di Thailand

Dua mahasiswa Program Studi Profesi Fisioterapis Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKes) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), yakni Moh. Nurul Waridhil Iqbal dan Rizki Awwaludin, berkesempatan mengikuti International Internship Program di Faculty of Physical Therapy, Mahidol University, Thailand. Kegiatan ini menjadi pengalaman berharga bagi keduanya untuk memperluas wawasan akademik sekaligus memperkuat kontribusi nyata di bidang kesehatan secara internasional. Sebagai bagian dari rangkaian program, Iqbal dan Rizki turut serta dalam kegiatan sosial bersama komunitas lansia di Wat Suwat Village, Thailand, pada Kamis (24/7/2025). Acara tersebut diselenggarakan oleh Tambon Health Promoting Hospital Wat Suwan yang bekerja sama dengan Faculty of Physical Therapy, Mahidol University. Pada kesempatan itu, para lansia diberikan sosialisasi pembuatan sandbag, yaitu alat latihan beban sederhana yang bisa dibuat sendiri di rumah. Alat ini bertujuan untuk menunjang aktivitas fisik sehari-hari sekaligus menjaga kebugaran tubuh. Setelah sesi sosialisasi, sandbag yang telah selesai dibuat langsung digunakan dalam latihan bersama yang dipandu oleh Dr. Thanwarat, Clinical Educator dari Mahidol University. Dalam sesi latihan tersebut, mahasiswa fisioterapi UMM turut aktif mendampingi para lansia. Mereka membantu mengarahkan gerakan, memastikan teknik yang dilakukan benar, serta memberikan motivasi agar para peserta dapat mengikuti latihan dengan aman dan menyenangkan. Tak berhenti di sana, kegiatan juga diramaikan dengan games interaktif yang melibatkan mahasiswa, tenaga kesehatan, dan komunitas lansia. Suasana penuh kehangatan dan keceriaan pun tercipta, mencerminkan nilai kebersamaan dan kepedulian lintas generasi. Melalui partisipasi ini, mahasiswa Profesi Fisioterapis UMM tidak hanya memperoleh pengalaman praktik lapangan berskala internasional, tetapi juga berperan aktif dalam mendukung kualitas hidup lansia. Pendekatan yang mereka bawa menekankan aspek promotif, preventif, sekaligus rehabilitatif, sesuai dengan semangat fisioterapi modern yang berfokus pada peningkatan kualitas hidup masyarakat. Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa mahasiswa fisioterapi Indonesia mampu bersaing dan berkontribusi dalam forum internasional, sekaligus membawa nama baik Universitas Muhammadiyah Malang di kancah internasional. Penulis Rizki Awwaludin dan Editor Bayu Prastowo
Bangga! Mahasiswa Profesi Fisioterapis UMM Ikut Proyek Global Seating and Assistive Technology Clinic di Thailand

Dua mahasiswa Program Studi Profesi Fisioterapis Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Moh. Nurul Waridhil Iqbal dan Rizki Awwaludin berkesempatan terlibat dalam meeting kerja sama internasional antara Faculty of Physical Therapy, Mahidol University, perusahaan INOAC, dan Bangkok Foam Co., Ltd (BFC). Pertemuan ini membahas pengembangan SeAT Clinic (Seating and Assistive Technology Clinic) yang berfokus pada pembuatan kursi terapi untuk anak dengan gangguan postural, Senin 21/7/2025 Kegiatan ini dilaksanakan di Laboratorium Faculty of Physical Therapy, Mahidol University, dengan melibatkan akademisi, praktisi fisioterapi, serta mitra industri. Proyek SeAT Clinic ini bertujuan merancang kursi terapi yang ramah anak, fungsional, dan ekonomis, dengan memanfaatkan bahan cardboard (karton daur ulang) sebagai kerangka utama. Kursi kemudian dimodifikasi menggunakan foam bertekstur firm yang dipilih secara khusus untuk menopang tubuh, menjaga postur, dan memastikan kenyamanan anak saat duduk. Setiap kursi didesain menyesuaikan ukuran dan bentuk tubuh anak, sehingga memberikan dukungan optimal sesuai kebutuhan masing-masing individu. Inovasi ini tidak hanya menghadirkan solusi rehabilitasi yang efektif, tetapi juga mengusung konsep keberlanjutan (sustainability) melalui pemanfaatan material daur ulang. Bagi Iqbal dan Rizki, keterlibatan dalam proyek ini menjadi pengalaman berharga untuk memahami bagaimana fisioterapi dapat terintegrasi dengan teknologi dan inovasi industri. “Kami belajar langsung bagaimana ide-ide rehabilitasi bisa diwujudkan menjadi produk nyata yang bermanfaat bagi anak-anak dengan kebutuhan khusus. Konsep recycle ini juga memberi perspektif baru bahwa fisioterapi bisa berkontribusi dalam solusi yang ramah lingkungan,” ungkap Iqbal. Selain itu, kegiatan ini memperlihatkan bagaimana kolaborasi akademisi, praktisi, dan mitra industri dapat menghasilkan inovasi alat bantu kesehatan yang lebih terjangkau, berkelanjutan, dan berorientasi pada kebutuhan pasien. Pertemuan ini sekaligus memperkuat jejaring internasional antara Mahidol University, UMM, serta mitra industri di Thailand. Kolaborasi lintas sektor diharapkan dapat melahirkan model klinik SeAT yang tidak hanya menjadi wadah riset dan pengembangan, tetapi juga berdampak nyata bagi peningkatan kualitas hidup anak-anak dengan gangguan postural. “Mahasiswa mendapatkan kesempatan emas untuk melihat secara langsung bagaimana fisioterapi dikembangkan bersama teknologi dan inovasi. Ini menjadi bekal penting untuk memperluas wawasan mereka, sekaligus memperkaya praktik fisioterapi di Indonesia,” ujar Dr. Jenjira, Lecturer Faculty of Physical Therapy Mahidol University. Melalui proyek ini, mahasiswa UMM tidak hanya memperoleh ilmu praktis, tetapi juga merasakan atmosfer riset kolaboratif internasional yang membuka peluang pengembangan fisioterapi berbasis inovasi di kedepannya. Penulis dan Editor Bayu Prastowo
Mahasiswa Profesi Fisioterapis UMM Belajar Sistem Rehabilitasi Modern di Luang Por Poen Hospital, Thailand

Mahasiswa Program Studi Profesi Fisioterapis Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) berkesempatan mengikuti Clinical Experience di Luang Por Poen Hospital, Nakhon Chai Si District, Thailand. Kegiatan ini terlaksana dengan pendampingan dari Dr. Jenjira, Lecturer di Faculty of Physical Therapy, Mahidol University, Kamis, 17/7/2025. Agenda utama kegiatan adalah mempelajari sistem Intermediate Medical Care (IMC) serta sistem perawatan kesehatan primer yang diterapkan di Luang Por Poen Hospital. Materi dan pendampingan disampaikan langsung oleh Wichantra Tulawong, Kepala Unit Rehabilitasi Medis rumah sakit tersebut. Intermediate Medical Care (IMC) merupakan bentuk perawatan transisi antara layanan intensif dan ruang rawat inap umum. Pada tahap ini, pasien sudah tidak dalam kondisi kritis, tetapi masih membutuhkan pemantauan ketat dan rehabilitasi berkelanjutan. Rencana perawatan yang diterapkan mencakup terapi fisik rutin selama 10 hari dengan pendekatan multidisipliner. Sebagian besar pasien di unit IMC adalah mereka yang tengah dalam pemulihan dari stroke, cedera otak traumatik, cedera sumsum tulang belakang, hingga patah tulang panggul. Sistem ini memungkinkan pasien menjalani fase pemulihan yang terstruktur, berorientasi pada peningkatan fungsi, sekaligus mencegah komplikasi jangka panjang. Dengan demikian, IMC berperan penting dalam menjembatani kesenjangan antara perawatan akut penyelamat nyawa dan pemulihan penuh menuju kemandirian. Sedangkan konsep Independent Living Care (ILC) merupakan salah satu inovasi yang menarik perhatian mahasiswa. Rumah sakit menyediakan ruangan yang didesain menyerupai rumah sehari-hari, lengkap dengan kamar tidur, kamar mandi, dapur, hingga toilet. Fasilitas ini berfungsi sebagai simulasi kehidupan nyata, di mana pasien dilatih untuk melakukan aktivitas sehari-hari secara mandiri sebelum benar-benar kembali ke rumah. Konsep ini memberi pengalaman langsung bagi pasien untuk beradaptasi dengan kondisi nyata di lingkungan rumah, sekaligus memastikan mereka siap menjalani hidup mandiri dengan aman dan percaya diri. Melalui pengalaman klinis ini, mahasiswa Profesi Fisioterapis UMM tidak hanya belajar tentang sistem IMC, tetapi juga memperoleh wawasan tentang pendekatan holistic patient care yang diterapkan di Thailand. Pendekatan ini menekankan perawatan pasien secara menyeluruh, mencakup aspek fisik, psikologis, dan sosial. Penulis Moh. Nurul Waridhil Iqbal dan Editor Bayu Prastowo
Mahasiswa Profesi Fisioterapis UMM Berkonstribusi dalam Riset Internasional Parkinson antara Mahidol Univeristy dan Murdoch University

Program Studi Profesi Fisioterapis, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menunjukkan kiprahnya di kancah internasional. Kali ini melalui INternational Internship Program, mahasiswa profesi tersebut berkontribusi dalam riset internasional yang berfokus pada penyakit Parkinson bersama para dosen Faculty of Physical Therapy, Mahidol University Thailand dan Dr. Brook Galna dari Murdoch University, Australia. Kegiatan ini dilaksanakan pada Senin (07/07/2025) bertempat di Faculty of Physical Therapy, Mahidol University, Thailand. Acara dihadiri oleh para dosen, peneliti, dan praktisi fisioterapi dari Mahidol University yang aktif berkontribusi dalam diskusi ilmiah. Riset kolaboratif ini menyoroti isu penting dalam fisioterapi, khususnya pada penanganan dan pengelolaan penyakit Parkinson. Penyakit ini dikenal sebagai salah satu gangguan neurodegeneratif yang memengaruhi kualitas hidup pasien secara signifikan. Melalui penelitian bersama, diharapkan dapat ditemukan pendekatan fisioterapi yang lebih efektif dalam membantu pasien mempertahankan fungsi motorik, kemandirian, serta meningkatkan kualitas hidup mereka. Kolaborasi ini juga menjadi langkah nyata UMM dalam memperkuat jejaring akademik secara internasional serta mengembangkan kapasitas penelitian dosen dan mahasiswa. Kehadiran Dr. Brook Galna, pakar fisioterapi neurologi dari Murdoch University, memberikan nilai tambah dengan wawasan dan pengalaman internasional dalam bidang penelitian penyakit neurodegeneratif. Selain sesi pemaparan riset, kegiatan ini juga menjadi forum pertukaran pengetahuan dan pengalaman antarpraktisi fisioterapi lintas negara. Para peserta berdiskusi mengenai tren terbaru, tantangan, serta peluang penelitian lanjutan dalam bidang fisioterapi neurologi, khususnya terkait Parkinson. Dengan adanya kegiatan ini, Profesi Fisioterapi UMM diharapkan tidak hanya memperkuat reputasi akademiknya di tingkat internasional, tetapi juga berkontribusi dalam memberikan solusi nyata bagi permasalahan kesehatan internasional. Kolaborasi lintas negara ini sekaligus membuka peluang untuk riset-riset lanjutan di bidang fisioterapi neurologi yang lebih luas kedepannya. Penulis dan Editor Bayu Prastowo