Tim PMB Fisioterapi UMM Hadir di PRIME UMM 2025, Kenalkan Manfaat Fisioterapi bagi Gen Z

Tim Perekrutan Mahasiswa Baru (PMB) Program Studi Fisioterapi turut hadir dalam ajang PRIME UMM (Proficiency and Mastery in English by Universitas Muhammadiyah Malang), sebuah kompetisi Bahasa Inggris tingkat nasional yang bergengsi. Acara ini diselenggarakan oleh Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dan diikuti oleh 281 peserta dari 256 sekolah SMA/MA/SMK se-Indonesia. PRIME UMM bertujuan untuk mengasah keterampilan berbahasa Inggris di kalangan pelajar serta menginspirasi generasi muda dalam meningkatkan kemampuan mereka dalam bahasa internasional tersebut. Di tengah berlangsungnya kompetisi ini, Tim PMB Program Studi Fisioterapi turut serta dalam memberikan sosialisasi mengenai peran profesi fisioterapis kepada para peserta dan pengunjung. Selain memberikan informasi mengenai prospek karier di bidang fisioterapi, Tim PMB juga menawarkan layanan konsultasi serta intervensi manajemen nyeri menggunakan Transcutaneous Electrical Nerve Stimulation (TENS). Layanan ini mendapat antusiasme tinggi dari peserta dan tamu undangan yang ingin mengetahui lebih lanjut tentang manfaat fisioterapi dalam kehidupan sehari-hari. Ketua Program Studi Fisioterapi UMM, Dimas Sondang Irawan, Ph.D(PT), mengungkapkan bahwa keterlibatan Tim PMB dalam PRIME UMM merupakan langkah strategis untuk memperkenalkan fisioterapi kepada generasi muda. “Melalui kegiatan ini, kami berharap para peserta tidak hanya semakin memahami pentingnya fisioterapi dalam dunia kesehatan, tetapi juga termotivasi untuk mempertimbangkan profesi fisioterapis sebagai pilihan karier masa depan,” ujarnya. Keikutsertaan Program Studi Fisioterapi dalam ajang PRIME UMM membuktikan komitmen UMM dalam memberikan wawasan akademik dan profesional yang luas bagi generasi muda. Dengan adanya interaksi langsung antara Tim PMB dan peserta, diharapkan semakin banyak siswa yang tertarik untuk mendalami bidang fisioterapi di Universitas Muhammadiyah Malang. Penulis dan Editor Bayu Prastowo
Standar AIK dan Etika Profesi, Kunci Sukses Mahasiswa Profesi Fisioterapis Raih Penghargaan di RS Radjiman Wediodiningrat

Program Studi Pendidikan Profesi Fisioterapis Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali meraih kategori Mahasiswa Terbaik dalam Praktik Kerja Lapang di RS Dr. Radjiman Wediodiningrat. Penghargaan ini diberikan berdasarkan penilaian yang dilakukan selama periode Desember 2024 hingga Februari 2025 dengan indikator utama meliputi sikap (attitude), penerapan konsep 5R (Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, dan Rajin), 5S (Senyum, Sapa, Salam, Sopan, dan Santun), serta aspek inisiatif dan kreativitas. Pengumuman hasil penilaian disampaikan oleh dr. Tutik Nur Kasiani, SpKJ, selaku Ketua Tim Koordinasi Pendidikan RS Jiwa Dr. Radjiman Wediodiningrat Lawang. Pencapaian ini menjadi bukti nyata keunggulan mahasiswa Fisioterapi UMM dalam mengaplikasikan kompetensi akademik dan profesionalisme di dunia kerja. Ketua Program Studi Fisioterapi UMM, Safun Rahmanto, SST.Ft., Ftr., M.Fis., mengungkapkan rasa syukur atas pencapaian ini. Menurutnya, keberhasilan ini tidak lepas dari penerapan nilai-nilai Al-Islam Kemuhammadiyahan (AIK) dan standar etika profesi yang telah ditanamkan sejak dini kepada mahasiswa. “Penerapan AIK dan etika profesi merupakan standar mutlak dalam pendidikan di Fisioterapi UMM. Namun, mempertahankan prestasi ini menjadi tugas bersama seluruh civitas akademika,” ujar Safun Rahmanto. Keberhasilan ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus mengembangkan kompetensi profesional, memperkuat nilai etika dalam praktik fisioterapi, serta menjaga standar pelayanan terbaik di dunia kesehatan. Dengan pencapaian ini, Fisioterapi UMM semakin mengukuhkan posisinya sebagai institusi pendidikan yang menghasilkan tenaga fisioterapis berkualitas dan berintegritas tinggi. Penulis dan Editor Bayu Prastowo
Mahasiswa Profesi Fisioterapi UMM Gelar Sumpah Fisioterapi Muda, Perkuat Komitmen Profesionalisme

Program Studi Pendidikan Profesi Fisioterapis, Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKes), Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menggelar Sumpah Fisioterapi Muda, atau lebih dikenal dengan istilah Capping Day. Acara ini merupakan upacara pelafalan janji bagi mahasiswa profesi fisioterapi sebelum mereka terjun ke wahana praktik. Angkat sumpah ini dilakukan pada Mahasiswa Pendidikan Profesi Fisioterapis Angkatan XI tahun 2025, di Auditorium Kampus 1 UMM, Jumat (28/02/2025). Ketua Program Studi Pendidikan Profesi Fisioterapis, Safun Rahmanto, SST.Ft., Ftr., M.Fis, menegaskan bahwa kegiatan ini adalah agenda wajib dan sakral bagi mahasiswa profesi fisioterapi di UMM. “Sumpah Fisioterapi Muda ini bukan sekadar seremoni, tetapi merupakan bentuk komitmen mahasiswa untuk menjunjung tinggi etika dan profesionalisme dalam dunia fisioterapi. Kami berharap, sumpah yang mereka ucapkan dapat menjadi pedoman dalam memberikan layanan yang aman, berkualitas, dan berorientasi pada kepentingan pasien,” ujar Safun Rahmanto. Acara ini turut dihadiri oleh Sekretaris Program Studi dan juga Ketua Uji Kompetensi Nasional Fisioterapi UMM, yang memberikan arahan terkait pentingnya kesiapan mahasiswa dalam menghadapi tantangan di dunia praktik profesional. Pelafalan sumpah ini terdiri dari 9 poin penting yang tersusun dari etika profesi fisioterapis dan Al-Islam Kemuhammadiyahan. Sumpah ini bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai profesionalisme, tanggung jawab, serta etika dalam pelayanan fisioterapi. Mahasiswa yang telah mengikuti prosesi ini diharapkan mampu menerapkan standar praktik fisioterapi dengan baik, serta menjaga integritas sebagai tenaga kesehatan yang kompeten. Sebagai salah satu bentuk persiapan memasuki dunia praktik, mahasiswa juga dibekali dengan berbagai materi terkait standar keselamatan pasien, etika pelayanan kesehatan, serta penguatan keterampilan klinis. Dengan terlaksananya Sumpah Fisioterapi Muda ini, mahasiswa Pendidikan Profesi Fisioterapis UMM kini semakin siap untuk memberikan layanan kesehatan yang optimal kepada masyarakat, sesuai dengan prinsip keilmuan dan kode etik fisioterapi. Penulis dan Editor Bayu Prastowo
Mahasiswa UMM Kenalkan Fisioterapi sebagai Pilihan Karir bagi Siswa MA I’Anatut Tholibin Lumajang

KIMRANUBEDALISQUAD: Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mengadakan kegiatan sosialisasi jurusan fisioterapi di Madrasah Aliyah I’anatut Tholibin, Desa Ranubedali, Kecamatan Ranuyoso, Kabupaten Lumajang. Kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan kepada para siswa-siswi madrasah tentang pentingnya profesi fisioterapis serta peluang karir di bidang kesehatan yang semakin berkembang. Sosialisasi ini diharapkan dapat memberi wawasan baru bagi para siswa untuk memilih jalur pendidikan yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja di masa depan. Kegiatan dimulai dengan penyampaian materi mengenai apa itu fisioterapi, tugas dan tanggung jawab seorang fisioterapis, serta berbagai jenis gangguan fisik yang dapat diatasi melalui terapi fisik. Para mahasiswa UMM, yang terdiri dari mahasiswa program studi fisioterapi, menjelaskan berbagai teknik fisioterapi yang digunakan dalam penanganan cedera, gangguan gerak, hingga rehabilitasi fisik. Para siswa sangat antusias mendengarkan penjelasan dan bertanya langsung mengenai penerapan fisioterapi dalam kehidupan sehari-hari. Selain penyampaian materi, dalam kegiatan tersebut juga diadakan demonstrasi langsung beberapa teknik fisioterapi. Mahasiswa UMM mempraktekkan teknik-teknik dasar fisioterapi, seperti latihan perbaikan postur tubuh, peregangan otot, dan pemijatan untuk mengurangi ketegangan otot. Demonstrasi ini memberikan pengalaman langsung kepada siswa tentang bagaimana seorang fisioterapis bekerja dalam membantu pasien mengatasi masalah fisik. Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari pihak madrasah. Kepala Madrasah Aliyah I’anatut Tholibin, Bapak Ahmad Yani S.pd.I, mengungkapkan bahwa kegiatan sosialisasi ini sangat bermanfaat bagi siswa, terutama bagi mereka yang masih bingung memilih jurusan atau profesi di masa depan. Menurutnya, dengan adanya pengetahuan tentang fisioterapi, para siswa dapat mempertimbangkan pilihan karir yang sesuai dengan minat dan potensi mereka. Sebagai penutup, kegiatan sosialisasi ini diharapkan dapat membuka peluang bagi siswa Madrasah Aliyah I’anatut Tholibin untuk lebih mengenal dunia kesehatan, khususnya fisioterapi. Para mahasiswa UMM pun berharap bahwa kegiatan serupa dapat terus dilakukan untuk memperkenalkan berbagai jurusan dan profesi yang relevan dengan perkembangan zaman. Harapan besar mereka adalah agar siswa-siswa ini dapat memutuskan jalur karir yang sesuai dengan minat dan keahlian yang mereka miliki. Penulis Anton Prabowo
Bukan Sekadar Kuliah! Mahasiswa Profesi Fisioterapis UMM Ditempa Etika Profesional di Character Building

Pendidikan Profesi Fisioterapis Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKes) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menggelar Program Character Building sebagai bagian dari proses penerimaan mahasiswa baru Angkatan XI. Kegiatan ini berlangsung di Stadion Kampus 3 UMM pada Sabtu (22/2/2025) dengan menggandeng Pusat Layanan Psikologi (PLP) UMM. Program Character Building ini bertujuan untuk membentuk karakter mahasiswa serta mempererat hubungan antar mahasiswa. Hal ini menjadi penting mengingat mahasiswa Pendidikan Profesi Fisioterapis UMM berasal dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia, seperti Universitas Negeri Makassar, Universitas Dhyana Pura, Institut Teknologi Kesehatan dan Sains (ITKES) Wiyata Husada Samarinda (WHS), dan sejumlah institusi lainnya. Ketua Program Studi Pendidikan Profesi Fisioterapis UMM, Safun Rahmanto, mengungkapkan bahwa kegiatan ini merupakan langkah strategis dalam membangun karakter calon fisioterapis yang profesional dan memiliki jiwa kepemimpinan. “Program ini tidak hanya bertujuan untuk membangun solidaritas, tetapi juga membekali mahasiswa dengan keterampilan soft skill yang akan mendukung profesi mereka di masa depan,” ujarnya. Selama kegiatan berlangsung, mahasiswa diberikan berbagai materi penguatan karakter melalui sesi motivasi, kerja sama tim, dan simulasi tantangan yang dirancang untuk meningkatkan rasa tanggung jawab dan kepemimpinan mereka. Dengan adanya program ini, diharapkan mahasiswa dapat lebih siap menghadapi tantangan akademik maupun profesional di dunia fisioterapi. Dengan semangat kebersamaan yang terjalin melalui Character Building ini, mahasiswa baru Pendidikan Profesi Fisioterapis UMM diharapkan dapat berkembang menjadi tenaga fisioterapis yang tidak hanya unggul dalam keilmuan, tetapi juga memiliki etos kerja dan moralitas yang tinggi. Penulis dan Editor Bayu Prastowo
Sinergi Fisioterapi UMM dan Perusahaan Jasa Tirta I Kota Malang dalam Memperingati Bulan K3

Dalam rangka memperingati Bulan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) yang jatuh setiap bulan Februari, Program Studi Fisioterapi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) bekerja sama dengan Perusahaan Umum Jasa Tirta I Kota Malang untuk mengadakan pemeriksaan fisik berkala bagi seluruh pegawai perusahaan tersebut. Kegiatan ini dilakukan untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan dan keselamatan kerja di lingkungan kerja. Delegasi dua mahasiswi Fisioterapi UMM, Syabina Zahra Rienanda dan Nur Halizah Rahma Dini, terlibat langsung dalam kegiatan ini. Mereka bersama dr. Donny Wibisono, selaku dokter penanggung jawab, melakukan pemeriksaan fisik pada pegawai Perusahaan Umum Jasa Tirta di beberapa lokasi di Jawa Timur dan Jawa Tengah. Lokasi-lokasi yang menjadi sasaran pemeriksaan fisik ini meliputi wilayah Sungai Bengawan Solo, Bendungan Colo, Bendungan Wonogiri, serta kantor-kantor di Madiun dan Bojonegoro. Pemeriksaan fisik ini merupakan bagian dari upaya untuk mencegah masalah kesehatan yang mungkin timbul akibat tuntutan fisik dan kondisi kerja yang dialami oleh pegawai di lapangan. Pemeriksaan ini mencakup berbagai aspek kesehatan seperti tekanan darah, pemeriksaan jantung, pernapasan, dan postur tubuh yang berkaitan dengan kesehatan kerja. Selain itu, pemeriksaan juga fokus pada penilaian risiko gangguan muskuloskeletal, terutama bagi mereka yang bekerja dalam kondisi fisik yang cukup berat. Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk memastikan bahwa para pegawai dalam kondisi fisik yang optimal dan dapat bekerja dengan aman, menghindari kecelakaan atau masalah kesehatan yang bisa terjadi akibat kelelahan atau cedera. Pemeriksaan rutin semacam ini juga berfungsi untuk mendeteksi dini gangguan kesehatan, yang dapat segera diatasi sebelum berkembang menjadi masalah serius. Dengan begitu, diharapkan para pegawai dapat bekerja dengan lebih produktif dan sehat, serta mengurangi angka kecelakaan kerja. Kegiatan ini memiliki korelasi yang erat dengan peran fisioterapi dalam mendukung implementasi K3. Fisioterapi berperan penting dalam mengidentifikasi masalah muskuloskeletal yang sering terjadi pada pekerja yang menjalani tugas fisik berat. Melalui pemeriksaan fisik yang dilakukan oleh mahasiswa fisioterapi, mereka dapat memberikan penilaian awal terhadap keluhan atau gangguan pada sistem otot dan tulang yang dapat memengaruhi performa kerja. Selain itu, fisioterapi juga memberikan intervensi yang tepat untuk mencegah cedera dan mempercepat pemulihan, sehingga para pegawai dapat terus bekerja dengan kondisi fisik yang baik dan mengurangi risiko kecelakaan yang berkaitan dengan postur atau kelelahan. Dengan adanya kolaborasi ini, diharapkan budaya K3 dapat semakin terinternalisasi dalam kehidupan kerja sehari-hari, menciptakan lingkungan kerja yang lebih sehat dan aman. Penulis dan Editor Bayu Prastowo
Peningkatan Kualitas Pembelajaran Praktikum Fisioterapi UMM Lewat Transfer Knowledge dengan Chulalongkorn University, Thailand

Departemen Muskuloskeletal Program Studi Fisioterapi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) meningkatkan pengembangan pembelajaran berstandar internasional. Pada Kamis (13/02/2024), perwakilan dari UMM mengunjungi Department of Physical Therapy, Chulalongkorn University, Thailand, untuk memperdalam kerja sama dalam pengembangan kurikulum dan mekanisme pembelajaran praktik fisioterapi. Kunjungan ini disambut hangat oleh Ketua Program Studi Department of Physical Therapy, Associate Professor Akkradate Siriphorn, Ph.D., yang menyambut baik kesempatan untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman terkait pengajaran fisioterapi. Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak mendiskusikan berbagai aspek penting mengenai kurikulum, serta cara-cara efektif dalam menerapkan pembelajaran praktik di masing-masing universitas. Tiga dosen dari Departemen Muskuloskeletal Fisioterapi UMM yaitu Safun Rahmanto, Bayu Prastowo, dan Zidni Imanurrohmah Lubis berkesempatan untuk mengunjungi kelas manual terapi vertebra yang sedang berlangsung. Mereka berinteraksi langsung dengan mahasiswa yang tengah melakukan pemeriksaan vertebra menggunakan konsep PACVP (Posterior Anterior Cervical Vertebral Pressure) dan LPAVP (Lateral Pressure Anterior Vertebral Pressure). Kedua metode ini, yang juga diterapkan di Program Studi Fisioterapi UMM, memiliki teori dan praktik yang serupa. “Kesempatan ini memberi kami pengalaman berharga untuk berinteraksi langsung dengan mahasiswa, serta kami juga berkesempatan mentransfer ilmu. Kami senang bisa berbagi teknik yang serupa dengan apa yang kami ajarkan di UMM, dan ini menunjukkan betapa seriusnya kami dalam mencetak lulusan dengan standar pendidikan fisioterapi internasional,” ungkap Safun Rahmanto, salah satu dosen UMM yang turut serta dalam kegiatan ini. Kegiatan yang berlangsung penuh interaksi dan diskusi ilmiah ini ditutup dengan sesi foto bersama, sebagai simbol persahabatan dan kolaborasi yang erat antara UMM dan Chulalongkorn University. Diharapkan, kolaborasi ini tidak hanya memperkaya kualitas pendidikan dan praktik fisioterapi di kedua universitas, tetapi juga membuka peluang bagi pengembangan penelitian bersama di masa depan. Melalui pengembangan kerja sama ini, UMM semakin memantapkan langkahnya dalam mengglobal di dunia pendidikan fisioterapi, serta memastikan mahasiswa mereka mendapatkan pengalaman belajar yang berkualitas tinggi dan relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan di tingkat internasional. Penulis dan Editor Bayu Prastowo
Pendidikan Profesi Fisioterapis UMM Jalin Kolaborasi dengan Chulalongkorn University Thailand

JURNALPOST.COM: Program Studi Pendidikan Profesi Fisioterapis tengah melaksanakan kegiatan International Benchmarking ke Chulalongkorn University, Thailand, Kamis (13/02/2024). Kegiatan ini dihadiri oleh Staf dan Dosen Program Studi Pendidikan Profesi Fisioterapis dan disambut hangat oleh Assistant Professor Tewin Tencomnao, selaku Dekan dari Faculty of Allied Health Science di Chulalongkorn University. Tentunya ini bertujuan untuk menjajaki peluang kolaborasi akademik antara kedua institusi, termasuk dalam bidang pendidikan, pengabdian masyarakat, serta penelitian. International benchmarking ini dilakukan sebagai upaya internasionalisasi program internship atau praktik klinis bagi mahasiswa. Dengan adanya kerja sama ini, mahasiswa tidak hanya mendapatkan pengalaman praktik di Indonesia, tetapi juga di Thailand, guna meningkatkan kompetensi mahasiswa dalam skala internasional. Dalam kunjungan ini, dilakukan diskusi antara kedua institusi, di mana Assistant Professor Tewin Tencomnao menyambut baik kolaborasi tersebut. Ia mengungkapkan bahwa hingga saat ini belum ada Program Studi Fisioterapi dari Indonesia yang menjalin kerja sama dengan pihaknya. Kesempatan ini menjadi awal yang baik untuk mempererat hubungan akademik antara kedua negara. Dukungan senada juga disampaikan oleh Head of Department of Physical Therapy di Chulalongkorn University, yang menekankan bahwa kerja sama ini akan membawa manfaat besar bagi kedua belah pihak dalam peningkatan kualitas pendidikan fisioterapi. Ketua Program Studi Pendidikan Profesi Fisioterapis, Safun Rahmanto juga menjelaskan bahwa program internship internasional ini telah dilakukan sebelumnya dengan Universiti Teknologi Mara Malaysia (UiTM) dan Mahidol University Thailand. Oleh karena itu, kerja sama dengan Chulalongkorn University menjadi langkah strategis dalam memperluas jaringan internasional bagi mahasiswa dan dosen fisioterapi. Dalam sesi diskusi, ditemukan bahwa keilmuan dan kurikulum di Chulalongkorn University memiliki kesesuaian dengan yang dijalankan di Program Studi Fisioterapis Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Bahkan, metode perkuliahan serta layanan fisioterapi di Chulalongkorn University memiliki banyak kesamaan dengan UMM. Sebagai tanda awal kerja sama, kedua institusi sepakat untuk menyelenggarakan program Visiting Professor, seminar, dan workshop yang akan dilaksanakan di Program Studi Profesi Fisioterapis UMM dalam waktu dekat. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat hubungan akademik serta meningkatkan kualitas pendidikan fisioterapi di Indonesia. Penulis dan Editor Bayu Prastowo
Peduli Kesehatan Siswa, Dosen Fisioterapi UMM Galakan Pengabdian di SIB Thailand

SERU.CO.ID: Program Studi Fisioterapi, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) tengah menjalankan program Pengabdian Internasional di Sekolah Indonesia Bangkok (SIB), Thailand. Kegiatan yang berlangsung pada Selasa (11/2/2024) ini bertujuan untuk memberikan edukasi terkait postur belajar yang benar serta etika dalam bercanda, dengan pendekatan berbasis keilmuan fisioterapi. Kegiatan ini disambut hangat oleh Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud) Ibu Cyti Daniela Aruan, yang menyampaikan rasa terima kasih atas materi yang disajikan. Ia menilai, topik yang diangkat sangat relevan dengan kondisi siswa saat ini. “Kami sangat mengapresiasi kehadiran tim dosen fisioterapi UMM. Materi yang diberikan sangat penting dan diharapkan dapat meningkatkan kesadaran siswa dalam menjaga postur tubuh serta memahami batasan dalam bercanda,” ujarnya. Sebanyak 17 siswa kelas 1 dan 2 SIB menjadi partisipan dalam kegiatan ini. Salah satu fokus utama adalah postur belajar, yang memiliki peran penting dalam mendukung proses pembelajaran. Dijelaskan bahwa kebiasaan duduk yang kurang tepat dapat berpengaruh dalam jangka panjang terhadap kesehatan tulang belakang dan postur tubuh secara keseluruhan. Ibu Daniela pun menambahkan bahwa siswa cenderung memilih posisi duduk yang nyaman, namun kurang memperhatikan dampaknya terhadap kesehatan tubuh. Oleh karena itu, mendapatkan edukasi langsung dari fisioterapis menjadi nilai tambah bagi mereka. Selain itu, materi tentang etika dalam bercanda juga menjadi perhatian utama. Salah satu contoh yang diangkat adalah bahaya prank menarik kursi saat seseorang hendak duduk. Dijelaskan bahwa tindakan tersebut dapat menyebabkan jatuh dalam posisi duduk yang berisiko menimbulkan cedera serius, termasuk kerusakan pada saraf tulang belakang. Sebagai bagian dari program edukasi, setiap siswa diberikan bekal untuk dapat mengukur postur tubuhnya sendiri serta melakukan peregangan secara mandiri. Langkah ini diharapkan dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi siswa dalam menjaga kesehatan postur mereka sepanjang hidup. Kegiatan ini dikemas dengan metode interaktif yang melibatkan permainan edukatif, sehingga siswa terlihat antusias mengikuti setiap sesi. Pendekatan ini tidak hanya membuat mereka lebih memahami materi yang disampaikan, tetapi juga menciptakan pengalaman belajar yang menyenangkan. Dengan adanya program ini, diharapkan kesadaran siswa terhadap pentingnya postur tubuh dan etika dalam bercanda semakin meningkat, serta dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Pengabdian internasional ini juga menjadi bukti nyata kontribusi akademisi dalam memberikan manfaat bagi masyarakat di tingkat internasional. Penulis dan Editor Bayu Prastowo
Benchmarking ke Thailand, Fisioterapi UMM Tingkatkan Mutu Pendidikan dan Riset

TABLOIDMATAHATI.COM: Program Studi Fisioterapi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menggelar International Benchmarking di Departemen Fisioterapi Mahidol University, Thailand, pada Selasa (11/02/2024). Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat kerja sama akademik dan pengembangan keilmuan di tingkat internasional. International Benchmarking ini merupakan proses perbandingan standar akademik, metode pembelajaran, serta klinis dengan institusi pendidikan tinggi di Thailand. Tentunya ini untuk meningkatkan kualitas pendidikan, penelitian, dan inovasi akademik di Program Studi Fisioterapi UMM. Kedatangan delegasi UMM disambut hangat oleh Dekan Faculty of Physical Therapy Mahidol University, Assoc. Prof. Dr. Jarugool Tretriluxana. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan UMM kepada Mahidol University sebagai mitra akademik. Ia juga menegaskan kesiapan pihaknya untuk berbagi informasi dan wawasan yang dapat mendukung pengembangan fisioterapi di UMM. Sementara itu, Wakil Dekan III UMM, Rakhmad Rosadi, memanfaatkan kesempatan ini untuk mengundang para pakar fisioterapi dari Mahidol University agar dapat berkunjung dan berbagi keahlian di Program Studi Fisioterapi UMM. Kegiatan benchmarking ini menghasilkan sejumlah kerja sama strategis, terutama dalam penguatan Tridharma Perguruan Tinggi di tingkat internasional. Kesepakatan yang dicapai mencakup program pertukaran dosen untuk meningkatkan kolaborasi akademik dan riset. Penyelenggaraan kelas internasional bagi mahasiswa untuk memperoleh wawasan internasional. Dan kolaborasi penelitian berbasis klinis guna meningkatkan kualitas inovasi di bidang fisioterapi. Dengan adanya kerja sama ini, Program Studi Fisioterapi UMM semakin memperkuat eksistensinya sebagai institusi pendidikan yang berorientasi secara internasional. Penulis dan Editor Bayu Prastowo